September 2026 Masih Kemarau? Ini Penjelasan BMKG dan Prediksinya
Reporter
Mutmainah J
Editor
A Yahya
31 - Aug - 2026, 06:04
JATIMTIMES - September 2026 tinggal menghitung jam. Namun, sebelum memasuki bulan baru, masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia masih perlu bersiap menghadapi kondisi cuaca yang cenderung kering.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa dinamika atmosfer pada akhir Agustus hingga awal September masih mendukung kondisi kering di banyak wilayah Indonesia. Artinya, musim kemarau belum sepenuhnya berakhir meski kalender sudah memasuki bulan September.
Baca Juga : Gunakan Skema Bagi Hasil, PT Jasa Yasa Tawarkan Kemitraan Strategis ke Pemkot Batu Kelola Wisata Songgoriti
BMKG mencatat curah hujan rendah masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, terutama Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta sebagian Papua.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari pengaruh fenomena iklim, termasuk El Niño kategori sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang turut mendukung kondisi kemarau lebih kering.
Ada Potensi Hujan Lokal
Meski musim kemarau masih berlangsung, bukan berarti seluruh wilayah Indonesia akan mengalami cuaca panas dan kering setiap hari. BMKG masih menemukan adanya potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa daerah akibat dinamika atmosfer lokal.
Sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan antara lain pesisir utara Aceh, bagian utara Selat Malaka, Kepulauan Aru, Laut Arafuru bagian tengah hingga timur, serta Papua Selatan.
Potensi hujan juga masih terdapat di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan perairan di sekitarnya. Namun, hujan yang turun cenderung bersifat sporadis, dengan intensitas yang bervariasi dan durasi relatif singkat.
"Kondisi atmosfer tersebut menyebabkan sejumlah wilayah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua dan perairan sekitarnya masih berpotensi hujan dengan intensitas bervariasi dan sporadis serta durasi singkat," tulis BMKG, dikutip dari laman resminya, Senin (31/8/2026).
BMKG juga menyebut adanya peluang peningkatan hujan dengan intensitas sedang secara lokal di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Untuk Sumatera Barat, masyarakat bahkan diminta mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat terjadi secara lokal.
Daerah yang Berpotensi Angin Kencang
Selain hujan, sejumlah daerah juga perlu memperhatikan potensi angin kencang pada periode akhir Agustus hingga awal September.
Wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang meliputi Aceh, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Selatan.
Baca Juga : Susunan Pemain Indonesia vs Malaysia U-20: Kaka dan Brkic Starter
Karena kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat, masyarakat di wilayah tersebut disarankan tetap memantau informasi dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
Sampai Kapan Musim Kemarau 2026?
Lalu, apakah musim kemarau akan segera berakhir setelah September tiba?
BMKG menjelaskan bahwa mayoritas wilayah Indonesia telah melewati puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Namun, berakhirnya puncak kemarau tidak berarti seluruh wilayah langsung memasuki musim hujan.
Banyak wilayah diprediksi masih mengalami kemarau hingga Oktober bahkan November 2026. Kondisi ini salah satunya dipengaruhi oleh fenomena El Niño yang diperkirakan masih bertahan.
BMKG memprediksi El Niño dapat berlangsung hingga awal 2027. Peluang El Niño berada pada kategori moderat mencapai 98 persen, sedangkan peluang berada pada kategori kuat sebesar 62 persen.
"BMKG memprediksi fenomena El Niño akan terus bertahan hingga awal tahun 2027 dengan peluang intensitas mencapai kategori moderat sebesar 98 persen dan kategori kuat sebesar 62 persen, namun demikian dampaknya untuk wilayah Indonesia ketika bertemu periode musim kemarau hingga pertengahan bulan Oktober," papar Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan.
Dengan demikian, September 2026 masih berpotensi menjadi bulan kemarau di banyak wilayah Indonesia. Meski begitu, kondisi setiap daerah tidak selalu sama. Hujan lokal tetap dapat terjadi, terutama akibat dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Masyarakat pun perlu menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca di wilayah masing-masing dan mengikuti informasi terbaru dari BMKG.
