Diet Ketat Malah Bikin Kulit Kering dan Cepat Keriput? Ini Penjelasan Ahli

Reporter

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

29 - Aug - 2026, 11:55

Melihat kondisi kulit wajah. (Foto: Pinterest)


JATIMTIMES - Kulit kering tidak selalu disebabkan oleh kesalahan penggunaan skincare. Pola makan dan gaya hidup, termasuk kebiasaan menjalani diet ketat untuk menurunkan berat badan, juga dapat berpengaruh terhadap kondisi kulit.

Hal tersebut dibeberkan skincare educator dr Giovanni Mustopo melihat banyak yang mengira kulit kering disebabkan karena skincare. Ia mengingatkan masyarakat yang sedang menjalani program diet agar tidak mengabaikan kebutuhan nutrisi tubuh, terutama makronutrien.

Baca Juga : Karhutla 2026 Diusulkan Jadi Bencana Nasional, Ini Syarat dan Prosedur Penetapannya

Menurut dia, tubuh tetap membutuhkan protein, karbohidrat, dan lemak dalam jumlah yang cukup. Ketiganya memiliki peran penting dalam menjaga fungsi tubuh, termasuk kesehatan kulit.

“Kalian tetap butuh makronutrien, seperti protein, karbohidrat, dan lemak dalam jumlah yang cukup,” kata dokter Gio.

Ia secara khusus menyoroti pentingnya lemak dalam menjaga kondisi kulit. Menurut dia, menghindari lemak secara berlebihan justru dapat berdampak pada fungsi skin barrier.

“Kalau misalnya orang benar-benar nggak makan lemak sama sekali, ingat, skin barrier kita itu salah satu komponen terpentingnya adalah kolesterol,” jelasnya.

Dokter Gio menambahkan, asam lemak yang berkaitan dengan lemak tubuh dibutuhkan dalam berbagai proses penting. Ia juga menyebut kolesterol memiliki keterkaitan dengan produksi hormon di dalam tubuh.

“Fatty acid yang berasal dari kolesterol kalian, dari lemak kalian itu sangat dibutuhkan. Dan hormon-hormon di tubuh kita kebanyakan berhubungan juga dengan kolesterol itu,” imbuh Gio.

Meski demikian, ia menekankan bahwa kebutuhan lemak bukan berarti seseorang dianjurkan mengonsumsinya secara berlebihan. Asupan lemak tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan dikonsumsi dalam jumlah yang cukup.

Selain lemak, protein juga dinilai penting untuk mendukung proses perbaikan sel tubuh. Ketika sel mengalami kerusakan, tubuh membutuhkan protein untuk membantu proses regenerasi, termasuk berbagai komponen yang berkaitan dengan jaringan kulit.

Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Kader Posyandu Banyuwangi, Ahli Waris Terima Santunan Rp164 Juta

“Protein, kalau misalnya sel kita rusak itu butuh banget protein buat menggantikannya, termasuk kolagen dan kawan-kawannya,” tambah dokter Gio.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu ekstrem dalam mengurangi karbohidrat. Menurut dia, tubuh tetap membutuhkan glukosa yang berasal dari karbohidrat untuk menjalankan sejumlah fungsi.

Karena itu, pola makan yang menghilangkan kelompok makanan tertentu secara ekstrem, termasuk karbohidrat, perlu dipertimbangkan kembali.

“Karbo ada, boleh. Dengan jumlah cukup. Karena tubuh kita juga tetap butuh glukosa, terutama di bagian kulit,” tegasnya.

Dokter Gio pun menyarankan masyarakat untuk tidak hanya berfokus pada penggunaan lotion atau moisturizer ketika mengalami kulit kering. Sebelum menambah berbagai produk skincare, kebutuhan nutrisi dan pola hidup sebaiknya turut diperhatikan.

“Jadi, sebelum kalian cari skincare, coba deh makronutrien tiga tadi harus balance dulu, harus stabil dulu. Jangan sampai dietnya kalian tinggiin, ya, biar berat-berat turun, tapi tubuh kalian juga rusak,” tutupnya.


Topik

Gaya Hidup, Diet ketat, kulit kering, kulit keriput,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette