Drone APDI Percepat Pemetaan Wilayah Terdampak Gempa di Manggarai

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

28 - Aug - 2026, 11:35

Momen tim Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) foto bersama dengan korban terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: istimewa)


JATIMTIMES - Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) turun membantu pemetaan wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemanfaatan drone dilakukan untuk mempercepat pengumpulan data kondisi wilayah pascagempa.

Selama sekitar satu pekan, tim APDI melakukan pemetaan udara di sejumlah wilayah terdampak. Beberapa lokasi yang dipetakan meliputi Wae Ri’i, Reok, Langke Rembong, Reok Barat, Cibal Barat, Rahong Utara, Cibal hingga Ruteng.

Baca Juga : Daftar 11 Bank yang Tutup hingga Agustus 2026, Terbaru BPR di Bekasi

Pemetaan dari udara menghasilkan data visual dan spasial yang dapat digunakan sebagai bahan asesmen kondisi wilayah. Data tersebut juga dapat membantu proses penanganan selama masa tanggap darurat.

Pemanfaatan drone menjadi salah satu solusi ketika kondisi di lapangan menyulitkan petugas untuk menjangkau lokasi terdampak. Kerusakan infrastruktur, longsor maupun kondisi geografis tertentu dapat membuat proses pemantauan secara langsung membutuhkan waktu lebih lama.

Melalui data yang dikumpulkan dari udara, kondisi permukiman dan infrastruktur terdampak dapat dipantau dengan lebih cepat. Informasi mengenai akses jalan serta lokasi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut juga dapat menjadi bagian dari bahan asesmen.

Dukungan terhadap pemanfaatan drone APDI ini disampaikan Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit dalam koordinasi bersama APDI di Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Manggarai, Kamis (27/8/2026).
Menurut Hery Nabit, teknologi drone memiliki peran penting dalam membantu pemerintah mendapatkan gambaran kondisi wilayah terdampak, terutama pada lokasi yang sulit didatangi secara langsung.

APDI tidak hanya membantu pemetaan di Manggarai. Dalam koordinasi tersebut, APDI juga mendorong pembentukan jejaring operator drone tanggap bencana di seluruh wilayah Flores.

Gagasan ini diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi bencana. Operator drone dari berbagai kabupaten nantinya dapat saling terhubung dan memiliki kemampuan melakukan pemetaan udara saat dibutuhkan.

Baca Juga : Gunung Semeru Kembali Erupsi, 21 Kali Gempa Letusan dan Lava Pijar Meluncur 1,5 Km ke Besuk Kobokan

Untuk mendukung hal tersebut, jejaring operator dapat diperkuat melalui pelatihan bersama. Dengan begitu, setiap kabupaten di Flores memiliki sumber daya manusia yang siap membantu proses pemetaan dan asesmen ketika terjadi bencana.

Hery Nabit menyambut baik gagasan APDI tersebut. Ia mendorong pemerintah kabupaten di Flores membangun koordinasi agar pemanfaatan teknologi drone dalam penanganan bencana dapat dilakukan secara terpadu.

“Pemetaan drone bukan sekadar dokumentasi visual, tetapi dapat menjadi sumber data untuk mendukung pengambilan keputusan dalam penanganan bencana,” demikian penekanan dalam koordinasi tersebut.


Topik

Peristiwa, gempa bumi, gempa ntt, apdi,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette