Kalender Jawa Jumat Pahing 28 Agustus 2026: Rezeki akan Lancar
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
28 - Aug - 2026, 07:05
JATIMTIMES - Jumat (28 Agustus 2026) bertepatan dengan pasaran Pahing dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, hari ini jatuh pada 15 Mulud 1960 Je dan berada dalam Wuku Maktal. Weton hari ini adalah Jumat Pahing dengan jumlah neptu 15 (Jumat = 6, Pahing = 9).
Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton tidak hanya digunakan untuk mengetahui hari kelahiran. Perhitungan weton dalam primbon juga kerap dikaitkan dengan watak, rezeki, pekerjaan, jodoh hingga baik dan buruknya suatu hari untuk melakukan aktivitas tertentu.
Baca Juga : Demo 27 Agustus Berujung Ricuh, Gas Air Mata Ditembakkan hingga Motor Dibakar
Orang yang lahir pada weton Jumat Pahing dikenal memiliki sifat ramah dan manis dalam bertutur kata. Kejujuran serta cita-cita yang tinggi menjadi salah satu karakter yang menonjol sehingga mudah disukai oleh lingkungan sekitar.
Pemilik weton ini juga digambarkan sebagai sosok tabah dan pemberani. Namun, di balik sifat tersebut terdapat karakter berhati keras yang terkadang membuatnya sulit mengubah pendirian.
Menurut primbon Jawa, Pangarasan weton Jumat Pahing adalah Lakuning Srengenge. Istilah tersebut menggambarkan watak yang terang, berwibawa dan mampu memberikan pencerahan bagi orang di sekitarnya.
Karakter ini membuat pemilik weton Jumat Pahing memiliki daya tarik tersendiri. Sikap ramah dan cara berbicara yang baik juga dapat membuatnya mudah diterima dalam lingkungan pergaulan.
Sementara itu, Pancasuda weton Jumat Pahing adalah Tunggak Semi. Perumpamaannya seperti pohon yang ditebang tetapi kembali menumbuhkan daun.
Maknanya berkaitan dengan rezeki yang terus mengalir atau rizki lumintu. Penghasilan maupun pekerjaan pemilik weton ini dipercaya cenderung tetap berjalan dan tidak mudah berhenti.
Dengan karakter pekerja keras dan keberanian yang dimiliki, Jumat Pahing dinilai mempunyai peluang untuk mengembangkan pekerjaan maupun usaha selama dijalankan dengan tekun.
Jumat (28/8/2026) berada dalam Wuku Maktal. Wuku ini memiliki lambang dewa Bathara Sakri yang menggambarkan sifat pemberani. Dalam primbon, Wuku Maktal juga dikaitkan dengan jodoh yang baik serta peluang memiliki banyak keturunan.
Gedhong pada Wuku Maktal berada di depan dan di atasnya terdapat umbul-umbul. Lambang tersebut menggambarkan watak mendapatkan kekayaan sekaligus kehormatan.
Pohon yang menjadi simbol Wuku Maktal adalah nagasari. Pohon ini menggambarkan sosok rupawan, pandai berbicara, dipercaya dan mendapat perhatian dari atasan.
Baca Juga : TPN PANRB Turun ke MAN 2 Kota Malang, Uji Komitmen Menuju WBBM
Sementara burung yang menjadi lambangnya adalah ayam hutan. Ayam hutan disebut menjadi kesukaan orang besar. Simbol tersebut juga menggambarkan kepandaian dalam merangkai kata sehingga mudah menarik perhatian dan memiliki wibawa.
Wuku Maktal juga diibaratkan seperti gunung yang meletus. Maknanya, perkataan terkadang dapat menyakiti atau meremehkan orang lain. Namun, ketika usia semakin tua, wataknya dipercaya menjadi lebih baik dan lembut.
Lambang Wuku Maktal berikutnya berupa sinar yang berjalan atau memancar. Hal tersebut menggambarkan seseorang yang dikaruniai pengetahuan mengenai seluk-beluk negara. Apa yang dilakukan dapat membuat orang lain kagum.
Namun, ada pula hal yang perlu diwaspadai, yakni pertengkaran. Primbon juga menyebut Kala berada di Timur Laut. Karena itu, selama tujuh hari dalam Wuku Maktal, perjalanan menuju arah Timur Laut untuk keperluan yang sangat penting sebaiknya dihindari.
Khusus Jumat Pahing dalam Wuku Maktal, primbon memberikan peringatan tertentu. Hari ini disebut sebagai hari yang kurang baik atau jelek untuk bepergian.
Perjalanan pada Jumat Pahing Wuku Maktal dipercaya memiliki kecenderungan menghadirkan masalah, salah satunya pertengkaran selama perjalanan.
Dari sisi pekerjaan, karakter Jumat Pahing cocok untuk sejumlah bidang. Di antaranya guru atau pengajar, konsultan, pengusaha atau pedagang, serta bidang kepemimpinan atau pegawai pemerintahan juga dianggap sesuai.
Dalam urusan asmara, weton Jumat Pahing dengan neptu 15 disebut memiliki kecocokan dengan pasangan yang mempunyai neptu 9 atau 14 berdasarkan perhitungan primbon Jawa. Weton yang cocok di antaranya, Minggu Wage, Senin Legi, Selasa Pon, Rabu Pon, Jumat Legi, Sabtu Pahing dan Minggu Pahing.
