PSSI Restui Suporter Away, Aremania Tegaskan Tak Akan Berangkat Jika Tak Diterima Tuan Rumah

26 - Aug - 2026, 07:35

Aremania saat away di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung beberapa waktu lalu (foto: Instagram resmi Presidium Aremania @satuaremania)


JATIMTIMES - Kembalinya suporter tandang atau away ke stadion menjadi warna baru dalam kompetisi sepak bola Indonesia musim 2026/2027. Kebijakan tersebut sekaligus membuka kembali peluang Aremania untuk mendampingi Arema FC secara langsung ketika berlaga di markas lawan.

Seperti diketahui, PSSI telah memberikan lampu hijau kepada operator kompetisi I.League untuk kembali membuka akses bagi suporter tim tamu pada musim 2026/2027. Keputusan ini mengakhiri kebijakan larangan suporter away yang diberlakukan selama beberapa musim setelah Tragedi Kanjuruhan.

Baca Juga : Aksi Demo 27 Agustus 2026 dapat Banyak Dukungan, dari Keluarga Gus Dur hingga Aktivis Ferry Irwandi 

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan kebijakan tersebut diberikan dengan catatan seluruh klub harus bertanggung jawab secara menyeluruh terhadap penyelenggaraan pertandingan. Ia juga mengingatkan bahwa izin tersebut bukan tanpa konsekuensi dan dapat kembali dicabut apabila terjadi persoalan keamanan.

Direktur Utama I.League Ferry Paulus kemudian memastikan FIFA telah memberikan restu terhadap rencana kembalinya suporter away. Namun, kehadiran suporter tim tamu tidak otomatis berlaku untuk seluruh pertandingan. Faktor keamanan, kesiapan penyelenggara, serta tingkat rivalitas pertandingan tetap menjadi pertimbangan.

Kondisi tersebut mendapat respons dari Aremania. Koordinator Presidium Aremania Utas, Ali Rifki, menegaskan bahwa kembalinya aturan suporter away tidak akan membuat Aremania mengabaikan prinsip keselamatan.

Ali mengatakan Aremania tetap menggunakan pola yang telah diterapkan sebelumnya. Keberangkatan ke kandang lawan akan dilakukan berdasarkan komunikasi dan kesepakatan dengan pihak tuan rumah.

“Aremania tetap memberlakukan hal yang sama seperti tahun kemarin, bahwa away akan kita jalankan sesuai dengan kesepakatan dengan tuan rumah. Kalau tuan rumah menerima kita sebagai tamu dengan baik, kita akan berangkat. Tapi kalau ada elemen dari tuan rumah yang tidak menginginkan kita hadir, organisasi akan melarang untuk hadir, karena keselamatan bagi Nawak-Nawak itu lebih utama daripada yang lain,” ungkap Ali kepada JatimTIMES.

Menurut Ali, prinsip tersebut menjadi penting di tengah dibukanya kembali ruang bagi suporter untuk hadir di pertandingan tandang. Aremania tidak ingin euforia kembalinya away justru mengabaikan faktor keamanan.

Terlebih, kebijakan baru PSSI dan I.League tetap memberikan ruang bagi pembatasan pada pertandingan tertentu. Artinya, suporter tandang memang kembali diperbolehkan, tetapi pelaksanaannya tetap menyesuaikan kondisi pertandingan dan kesepakatan antarklub maupun suporter.

Bagi Aremania, sikap sebagai tuan rumah maupun tamu harus sama-sama dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ali menyebut pengalaman musim sebelumnya menunjukkan bahwa hubungan baik antarsuporter dapat menciptakan pertandingan yang aman dan nyaman.

“Antusiasnya luar biasa dan Alhamdulillah kita zero insiden. Baik di kandang maupun tandang. Kita sebagai tuan rumah menerima tamu dengan baik, melayani, mengamankan, dan memberikan ketertiban. Kita sebagai tamu pun, kita harus sebagai tamu yang sopan, punya kebaikan, dan harus patuh terhadap aturan yang diberlakukan tuan rumah,” beber Ali.

Baca Juga : Peduli Gempa NTT, Pemkab Magetan Salurkan Bantuan Logistik Senilai Rp 313 Juta

Pernyataan tersebut sejalan dengan pesan PSSI ketika membuka kembali akses suporter away. Kembalinya suporter tandang menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali atmosfer sepak bola di stadion, tetapi tetap dibarengi tuntutan agar klub dan suporter mampu menjaga keamanan. PSSI bahkan menegaskan kepercayaan tersebut bisa dievaluasi apabila kembali muncul insiden kekerasan.

Di kalangan Aremania sendiri, antusiasme untuk kembali melakukan perjalanan tandang dipastikan cukup besar. Setelah beberapa musim tidak dapat mendukung Arema FC secara langsung di stadion lawan, kesempatan tersebut tentu menjadi momentum yang dinantikan.

Selain dukungan vokal, kreativitas khas Aremania juga dipersiapkan untuk mewarnai tribun tandang. Namun, pelaksanaannya tetap akan menyesuaikan kesepakatan dan aturan yang diberlakukan tuan rumah.

“Untuk persiapan Aremania, Aremania away InsyaAllah bakal menyambut dengan antusiasme luar biasa. Ya, akan ada koreo-koreo dan lain sebagainya, mungkin berdasar kesepakatan dengan tuan rumah pastinya,” tukas Ali.

Dengan demikian, kembalinya suporter away pada musim 2026/2027 tidak sekadar menjadi kesempatan untuk memenuhi tribun stadion. Bagi Aremania, momentum tersebut juga menjadi ujian untuk membuktikan bahwa dukungan fanatik kepada Arema FC dapat berjalan beriringan dengan sikap tertib, menghormati tuan rumah, serta mengutamakan keselamatan.

Kompetisi Super League 2026/2027 sendiri dijadwalkan mulai bergulir pada 4 September 2026. Dengan aturan baru tersebut, atmosfer laga tandang Arema FC diprediksi kembali lebih semarak setelah selama beberapa musim suporter tamu tidak diperbolehkan hadir.


Topik

Arema, Liga Away, suporter bola, Arema FC, Aremania, PSSI,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette