Erick Thohir Sebut Olahraga Bukan Beban, Tapi Investasi untuk Ekonomi dan Masa Depan Indonesia

Reporter

Hendra Saputra

Editor

Dede Nana

24 - Aug - 2026, 05:04

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir saat kunjungan di Kota Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menegaskan bahwa olahraga tidak seharusnya dipandang sebagai beban biaya, baik bagi pemerintah maupun masyarakat. Sebaliknya, olahraga dinilai memiliki nilai investasi yang jauh lebih besar. Selain menggerakkan roda perekonomian, aktivitas olahraga juga berperan dalam menjaga kesehatan masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Erick saat kunjungannya dalam acara Festival Mbois 11 di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (23/8) kemarin. Erick menjelaskan, penyelenggaraan pertandingan olahraga dapat menciptakan efek ekonomi berantai. Kehadiran penonton bukan hanya berkaitan dengan pembelian tiket, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi lain di sekitar lokasi pertandingan.

Baca Juga : 550 Meter Merah Putih Membentang di CFD Kota Blitar, Mas Ibin Kobarkan Semangat Kemerdekaan dan Ekonomi Berdikari

Mulai dari pembelian makanan dan minuman hingga berbagai transaksi lainnya ikut memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi. Bahkan, transaksi tersebut juga menghasilkan penerimaan pajak bagi negara.

"Kalau ada pertandingan olahraga, ada tiketnya enggak? Ada. Ada tiketnya lho. Ada yang beli makan. Terus transaksinya, bayar pajak. Artinya bukan biaya, justru investasi," kata Erick.

Menurut Erick, nilai investasi olahraga tidak berhenti pada dampak ekonomi. Kebiasaan berolahraga yang dibangun sejak usia muda juga menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kualitas kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

Ia menilai, masyarakat yang aktif berolahraga berpotensi memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik sehingga beban biaya kesehatan pada masa mendatang dapat ditekan.

Erick kemudian menyoroti besarnya populasi generasi muda di Indonesia. Ia menyebut sekitar 125 juta penduduk Indonesia saat ini berusia di bawah 30 tahun, di luar kelompok anak-anak berusia di bawah 13 tahun.

"125 juta itu tua juga nanti. Artinya ongkos kesehatan akan makin tinggi. Artinya investasi lagi olahraga," ujarnya.

Karena itu, Erick memandang olahraga sebagai investasi yang memiliki manfaat lintas sektor. Tidak hanya memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjaga kebugaran, olahraga juga berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi sekaligus menyiapkan generasi yang lebih sehat.

Baca Juga : 15 Juta Lebih Pekerja di Jatim Belum Tercover BPJS Ketenagakerjaan, Mayoritas Sektor Informal

Di sisi lain, Erick menilai olahraga memiliki dimensi yang lebih luas dalam kehidupan berbangsa. Prestasi atlet di arena internasional, menurut dia, dapat menjadi sarana untuk memperkuat identitas dan kebanggaan nasional.

Bagi Erick, berkibarnya bendera Merah Putih dalam sebuah pertandingan menjadi simbol penting tentang bagaimana olahraga mampu membawa nama Indonesia ke panggung dunia. "Yang tidak terkalahkan ketika bendera Merah Putih kita berkibar. Itu artinya apa? Menunjukkan siapa kita. Kebanggaan," katanya.

Erick menegaskan, perspektif tersebut penting untuk mengubah cara pandang terhadap olahraga. Investasi di sektor olahraga bukan sekadar soal membiayai pertandingan atau pembinaan atlet, tetapi juga menyangkut manfaat ekonomi, kesehatan, hingga kebanggaan nasional yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.

 


Topik

Olahraga, erick thohir, olahraga, investasi,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette