F1 Singapura Siaga Kabut Asap gegara Karhutla Kalimantan dan Sumatra, Balapan Ditunda?

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

20 - Aug - 2026, 11:01

Suasana balapan Formula 1 (F1) GP Singapura 2019. (Foto: Antara)


JATIMTIMES - Formula 1 (F1) Grand Prix Singapura mulai bersiap menghadapi kemungkinan kabut asap yang melanda Singapura. Penyelenggara balapan menyiapkan rencana kontingensi jika kualitas udara memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan di kawasan Asia Tenggara.

Ancaman ini muncul menjelang gelaran F1 Singapura yang dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026. Layanan Meteorologi Singapura sebelumnya memperingatkan potensi kabut asap lintas batas dapat meningkat jika kebakaran di Sumatra dan Kalimantan semakin meluas. Kondisi kering juga diperkirakan masih bertahan dalam beberapa hari ke depan. 

Baca Juga : HUT Ke-81 RI, Perumda Tirta Kanjuruhan Tekankan Kedaulatan Air dan Pelayanan Warga

Situasi tersebut membuat penyelenggara tidak ingin mengambil risiko. Singapore GP menyatakan kemungkinan kabut asap sudah masuk dalam rencana kontingensi penyelenggaraan balapan.

"Rencana tersebut disusun dan disempurnakan bersama para pemangku kepentingan serta lembaga pemerintah," kata juru bicara Singapore GP dikutip CNA, Kamis (20/8/2026).

Menurut mereka, keputusan terkait pelaksanaan acara nantinya akan mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk jarak pandang, kesehatan masyarakat dan kelancaran operasional.

"Jika kabut asap menimbulkan masalah terkait jarak pandang, kesehatan masyarakat, atau operasional, Singapore GP akan bekerja sama dengan lembaga terkait sebelum mengambil keputusan bersama mengenai penyelenggaraan acara," tambahnya. 

Pemerintah Singapura melalui Haze Task Force turut berkoordinasi dengan Singapore GP. Tim lintas lembaga tersebut memiliki skenario penanganan berdasarkan tingkat kualitas udara yang terukur melalui Pollutant Standards Index (PSI) dan konsentrasi PM2.5.

Untuk gelaran F1, langkah yang disiapkan antara lain memastikan penonton mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi kabut asap serta menyediakan bantuan medis dan masker N95 apabila diperlukan. 

Di Singapura, PSI di atas 100 sudah masuk kategori tidak sehat. Jika melewati 200, kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat, sedangkan angka di atas 300 dikategorikan berbahaya. 

Untuk saat ini, kondisi udara Singapura masih berada pada level sedang dengan PSI 51-100. Angkanya memang sempat mengalami kenaikan tipis pada akhir pekan lalu, tetapi belum masuk kategori tidak sehat. 

Sebagai informasi, ancaman kabut asap kali ini berkaitan dengan kondisi di sejumlah wilayah Indonesia. Layanan Meteorologi Singapura sebelumnya memperingatkan bahwa kebakaran di Sumatera dan Kalimantan berpotensi membawa asap ke Singapura apabila intensitasnya meningkat.

Baca Juga : F1 Singapura Siaga Kabut Asap gegara Karhutla Kalimantan dan Sumatra, Balapan Ditunda? 

Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) juga mencatat kondisi kering masih berpotensi memicu peningkatan titik panas di wilayah yang rawan kebakaran. Pada 19 Agustus, NEA menyebut aktivitas asap di sejumlah wilayah Kalimantan masih terpantau, sementara dalam beberapa hari berikutnya kondisi kering masih berpotensi meningkatkan risiko kabut asap lintas batas. 

Risiko kabut asap pada 2026 juga dinilai meningkat karena kombinasi kondisi El Nino yang kuat dan cuaca kering. Periode Agustus-September menjadi salah satu masa yang perlu mendapat perhatian lebih.

Langkah antisipasi tidak hanya dilakukan untuk F1. Sejumlah pengelola fasilitas dan penyelenggara kegiatan luar ruang di Singapura juga mulai menyiapkan skenario jika kualitas udara memburuk.

Beberapa kegiatan dapat disesuaikan, dipindahkan atau ditunda apabila kondisi kabut asap dinilai membahayakan pengunjung.

Pemerintah Singapura juga memastikan ketersediaan masker N95 melalui kerja sama dengan pelaku usaha, termasuk jaringan ritel dan apotek. Watsons Singapore dan FairPrice Group menyatakan memiliki persediaan N95 yang cukup jika permintaan meningkat akibat memburuknya kualitas udara. 

Jadi hingga saat ini, belum ada keputusan bahwa F1 Singapura akan ditunda atau dibatalkan. Untuk saat ini, yang dilakukan adalah menyiapkan langkah antisipasi dan memantau kualitas udara. Keputusan lebih lanjut baru akan diambil jika kabut asap benar-benar mengganggu jarak pandang, kesehatan penonton dan kru, atau operasional balapan. 


Topik

Olahraga, F1 Singapura, grand prix, Singapura, kabut asap, karhutla Sumatra-Kalimantan,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette