Sumur Mulai Kering Saat Kemarau? Begini Cara Mendapatkan Bantuan Air Bersih dari BPBD
Reporter
Mutmainah J
Editor
A Yahya
19 - Aug - 2026, 02:21
JATIMTIMES - Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang dapat membuat sejumlah wilayah mengalami kekurangan air bersih. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas rumah tangga, terutama ketika sumber air mulai mengering.
Bagi masyarakat yang mengalami krisis air bersih, bantuan dari pemerintah daerah dapat menjadi salah satu solusi. Pengajuan bantuan air bersih umumnya dilakukan secara berjenjang melalui perangkat lingkungan hingga pemerintah daerah atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Baca Juga : Bukan Cuma Indonesia, Inggris Juga Dilanda Kekeringan Parah: Cuci Mobil Bisa Dilarang
Lantas, bagaimana cara mengajukan bantuan air bersih saat musim kemarau?
Cara Mengajukan Bantuan Air Bersih
Berikut alur yang dapat dilakukan warga ketika wilayahnya mengalami kesulitan mendapatkan air bersih:
1. Laporkan kondisi kepada RT/RW
Langkah pertama adalah menyampaikan kondisi kekurangan air kepada ketua RT atau RW setempat. Warga dapat menjelaskan kondisi sumber air yang mulai mengering serta kebutuhan air bersih yang diperlukan masyarakat.
Laporan tersebut kemudian dapat diteruskan kepada pihak desa atau kelurahan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
2. Sampaikan permohonan melalui desa atau kelurahan
Setelah menerima laporan warga, pihak desa atau kelurahan dapat mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada pemerintah kecamatan maupun instansi terkait.
Dalam pengajuan tersebut, kondisi wilayah dan jumlah warga yang membutuhkan air bersih perlu disampaikan secara jelas agar bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
3. Siapkan data warga terdampak
Data pendukung menjadi bagian penting dalam pengajuan bantuan air bersih. Informasi yang sebaiknya disiapkan antara lain nama dusun atau kampung yang mengalami krisis air, jumlah kepala keluarga (KK), jumlah warga terdampak, serta perkiraan kebutuhan air.
Data tersebut dapat membantu pemerintah menentukan jumlah dan frekuensi pengiriman air bersih.
4. Pengajuan diteruskan ke kecamatan atau BPBD
Secara umum, permohonan dari desa atau kelurahan dapat diteruskan ke tingkat kecamatan atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota.
Setelah menerima laporan, pihak terkait dapat melakukan verifikasi kondisi di wilayah terdampak sebelum menentukan bentuk dan jumlah bantuan yang diberikan.
5. Siapkan tempat penampungan air
Warga juga perlu menyiapkan tempat penampungan sebelum bantuan air bersih tiba. Penampungan dapat berupa toren, drum, bak air, atau wadah lain yang aman dan mampu menampung air dalam jumlah cukup.
Lokasi penampungan sebaiknya berada di titik yang mudah dijangkau kendaraan tangki air. Hal ini penting agar proses distribusi air dapat berjalan lebih cepat dan tidak menyulitkan petugas.
Apa Saja yang Perlu Dicantumkan dalam Permohonan?
Agar pengajuan bantuan air bersih lebih mudah diproses, warga melalui perangkat desa atau kelurahan sebaiknya mencantumkan informasi secara lengkap, seperti:
• Lokasi wilayah yang mengalami krisis air.
• Jumlah KK yang terdampak.
• Jumlah warga yang membutuhkan bantuan.
• Kondisi sumber air di wilayah tersebut.
• Perkiraan volume atau jumlah tangki air yang dibutuhkan.
• Lokasi penampungan air.
• Nomor kontak pihak yang dapat dihubungi untuk koordinasi.
Kekeringan dapat terjadi ketika sumber air masyarakat tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, warga yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sebaiknya segera melapor kepada perangkat lingkungan dan tidak menunggu kondisi semakin parah.
Pengajuan bantuan juga sebaiknya dilakukan secara berjenjang agar kondisi di lapangan dapat dikoordinasikan dengan pemerintah daerah maupun BPBD setempat.
Baca Juga : Update Kekeringan Malang Selatan: Distribusi Air Bersih Sasar Ribuan Warga Gedangan
Dengan data warga terdampak yang jelas serta lokasi penampungan yang sudah disiapkan, proses distribusi bantuan air bersih diharapkan dapat berlangsung lebih efektif.
