Pakar Kesehatan Lingkungan Unair Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir Berlebih Pakai Galon Ulang

Editor

Dede Nana

14 - Aug - 2026, 12:13

Ilustrasi penggunaan galon ulang


JATIMTIMES - Masyarakat diminta tak perlu khawatir mengonsumsi air minum dari galon guna ulang polikarbonat (PC). Hasil penelitian menunjukkan kadar Bisphenol A (BPA) yang terdeteksi pada air minum masih jauh di bawah ambang batas, sehingga risiko kesehatannya tetap berada dalam kategori aman. 

"Berdasarkan hasil penelitian kami, masyarakat tidak perlu merasa panik. Seluruh sampel air minum yang kami analisis memiliki kadar BPA yang masih berada di bawah batas aman," kata Ketua Peneliti dari Universitas Airlangga (Unair), Dr. Sudarmaji. 

Dia menjelaskan, hasil Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) juga menunjukkan bahwa risiko non-karsinogenik maupun karsinogenik masih berada dalam kategori normal. Dia mengatakan, penelitian dilakukan terhadap seluruh sampel air minum yang memakai galon guna ulang polikarbonat. 

Sudarmaji melanjutkan bahwa kalaupun ada BPA yang masuk ke dalam tubuh maka tidak bakal menetap. Pakar Kesehatan Lingkungan Unair ini mengatakan, zat tersebut akan diproses oleh hati menjadi bentuk yang lebih mudah larut dalam air dalam waktu relatif singkat dan dikeluarkan melalui urin, feses, dan keringat. 

Meski demikian, Sudarmaji mengingatkan bahwa penyimpanan dan distribusi galon tetap harus dilakukan sesuai standar keamanan pangan. Menurutnya, paparan sinar matahari langsung maupun suhu tinggi memang dapat meningkatkan peluang migrasi BPA dari kemasan polikarbonat ke dalam air. 

"Secara ilmiah, pajanan sinar matahari langsung maupun suhu tinggi dapat mempercepat degradasi polikarbonat sehingga migrasi BPA ke dalam air menjadi lebih besar," katanya. 

Dia menjelaskan, galon yang disimpan terlalu lama di gudang bersuhu tinggi atau di dalam kendaraan pengangkut tanpa perlindungan dari panas matahari secara teoritis berpotensi mengalami peningkatan migrasi BPA dibandingkan penyimpanan pada suhu ruang. Sebabnya, pengendalian suhu selama proses penyimpanan dan distribusi menjadi bagian penting dalam menjaga mutu air minum. 

Sebabnya, dia mengingatkan bahwa penyimpanan, distribusi, dan penggunaan galon harus dilakukan sesuai standar keamanan pangan. Meski demikian, Sudarmaji menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak mengubah kesimpulan utama penelitian yang menunjukkan penggunaan galon polikarbonat tetap aman. 

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar BPA masih berada di bawah batas aman dan analisis risiko kesehatan juga masih dalam kategori aman. Karena itu masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap perlu menerapkan prinsip kehati-hatian," imbuhnya.


Topik

Peristiwa, galon, unair, galon guna ulang,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette