Kimpul Viral di Media Sosial, Ternyata Bukan Talas Biasa: Ini Arti, Perbedaan dan Manfaatnya

10 - Aug - 2026, 03:52

Kimpul. (Foto: iStock)


JATIMTIMES - Media sosial belakangan ini diramaikan dengan istilah kimpul. Kata tersebut banyak muncul dalam meme, video, hingga unggahan lucu di TikTok. Tak sedikit warganet yang kemudian penasaran, sebenarnya apa itu kimpul dan apakah kimpul sama dengan talas?

Kimpul menjadi perbincangan setelah seorang kreator TikTok asal Bantul dengan akun @black.sheep8208 membuat konten memasak dengan bahan yang tidak biasa.

Baca Juga : Menag Nasaruddin Umar Masuk Bursa Ketum PBNU, Ini Sederet Modal yang Dimilikinya

Kreator tersebut dikenal kerap membuat ulang makanan yang sedang populer, seperti arancini, dumpling lasagna hingga seblak. Namun, bahan utama dalam berbagai makanan itu kemudian diganti dengan kimpul.

Dalam videonya, terdapat kalimat yang kemudian menjadi ciri khas dan ikut membuat istilah kimpul semakin dikenal, yakni, "Karena saya tidak punya [nama bahan makanan], jadi saya ganti kimpul."

Lantas, apa sebenarnya kimpul? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Kimpul?

Kimpul merupakan tanaman umbi-umbian dari keluarga Araceae atau talas-talasan. Tanaman ini memiliki nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium.

Di Indonesia, kimpul memiliki sejumlah nama lokal. Beberapa di antaranya adalah talas Belitung, bentul, bothe, glitung, genjlong, dan linyik.

Kimpul telah lama dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pangan masyarakat. Umbinya dapat diolah dengan berbagai cara, termasuk direbus, dikukus, digoreng maupun diolah menjadi tepung.

Di balik bentuknya yang sederhana, kimpul ternyata memiliki kandungan gizi yang membuatnya berpotensi dikembangkan sebagai salah satu sumber pangan alternatif.

Kimpul dan Talas Apakah Sama?

Meski sama-sama termasuk keluarga talas-talasan, kimpul dan talas sebenarnya merupakan tanaman yang berbeda.

Perbedaan utamanya dapat dilihat dari genusnya. Kimpul berasal dari genus Xanthosoma, sedangkan talas umumnya merujuk pada genus Colocasia, terutama spesies Colocasia esculenta.

Keduanya juga mempunyai sejumlah nama lokal yang berbeda. Kimpul dikenal dengan nama talas Belitung, linyik, genjlong, bothe, dan bentul. Di Malaysia, tanaman ini antara lain disebut birah hitam atau keladi kelamino.

Sementara itu, talas mempunyai sejumlah nama daerah. Berdasarkan jurnal Sains dan Kesehatan (JSK) berjudul Colocasia esculenta L (Talas): Kajian Farmakognosi, Fitokimia, dan Aktivitas Farmakologi karya Vera Ladeska dkk, talas dikenal dengan nama keladi di Sumatera, taleus di Jawa, ufi lole di Nusa Tenggara, serta paco di Sulawesi.

Perbedaan Umbi Kimpul dan Talas

Perbedaan lainnya terlihat pada bentuk dan bagian tanaman yang biasa dimanfaatkan.

Kimpul umumnya mempunyai satu umbi utama yang menghasilkan banyak umbi anakan. Umbi anakan tersebut justru menjadi bagian yang banyak dikonsumsi.

Sementara itu, tanaman talas biasanya mempunyai umbi utama berukuran lebih besar, sedangkan jumlah umbi anakannya relatif lebih sedikit. Umbi utama inilah yang lazim digunakan untuk berbagai olahan makanan.

Dari segi tekstur setelah dimasak, kimpul juga memiliki karakter tersendiri. Mengutip detikInet, kimpul yang dikukus atau direbus cenderung mempunyai tekstur lembut dan pulen dengan sedikit sensasi masir. Rasanya juga memiliki perpaduan manis alami dan gurih.

Talas umumnya memiliki tekstur yang lebih padat.

Manfaat Kimpul untuk Kesehatan

Kimpul bukan hanya menarik perhatian karena viral di media sosial. Umbi ini juga mempunyai sejumlah kandungan gizi yang membuatnya berpotensi menjadi sumber pangan alternatif.

Mengutip situs resmi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Evy Damayanthi dari Departemen Ilmu Gizi IPB University menyebut talas kimpul atau talas Belitung dapat dikembangkan sebagai bahan pangan pokok untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia.

Kimpul merupakan sumber karbohidrat dengan kandungan lemak dan indeks glikemik yang rendah. Umbi ini juga mengandung sejumlah zat gizi, seperti serat pangan, pati resisten, mineral tembaga dan kalium, vitamin B3, serta sejumlah komponen bioaktif.

Kandungan serat pangan di dalamnya juga dapat mendukung kesehatan sistem pencernaan.

Jika dibandingkan dengan beberapa sumber pangan lain seperti talas Bogor, gembili dan singkong, talas kimpul disebut memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, rendah lemak dan rendah kalori. Kimpul juga disebut mudah dicerna serta bebas gluten.

Baca Juga : Viral Diduga Runner Up Raka Raki Jatim 2026 Minta Pacar Aborsi, Pemprov Buka Suara

Mengandung Berbagai Senyawa Bioaktif

Selain zat gizi, kimpul juga memiliki sejumlah komponen bioaktif. Prof Evy menyebut beberapa di antaranya adalah alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, diosgenin dan fenol.

Salah satu senyawa yang terdapat pada kimpul adalah diosgenin. Senyawa ini dikaitkan dengan manfaat dalam menjaga kesehatan kulit dan memiliki aktivitas yang berhubungan dengan anti-aging.

Namun, kandungan tersebut tidak berarti kimpul dapat digunakan sebagai pengganti pengobatan medis. Manfaatnya lebih tepat dipandang sebagai bagian dari potensi nilai gizi dan pangan dari tanaman tersebut.

Kimpul Bisa Diolah Menjadi Banyak Makanan

Selama ini, masyarakat mungkin lebih mengenal kimpul sebagai umbi yang cukup direbus atau digoreng.

Padahal, menurut Prof Evy Damayanthi yang dikutip dari laman IPB, kimpul juga dapat dikembangkan menjadi tepung. Tepung tersebut kemudian bisa digunakan sebagai bahan berbagai produk pangan.

Beberapa olahan yang dapat dibuat dari kimpul antara lain:

• Cookies

Roti tawar

• Mi kering

• Mi basah

• Bakso

• Brownies

• Sagon dengan substitusi kimpul

• Bahan pengental makanan

Potensi pengolahan tersebut menunjukkan bahwa kimpul sebenarnya bukan sekadar bahan makanan tradisional. Umbi ini juga dapat dikembangkan menjadi produk pangan yang lebih beragam.

Dari penjelasan diatas diketahui bahwa kimpul adalah tanaman umbi dari genus Xanthosoma yang masih satu keluarga dengan talas, tetapi bukan tanaman talas dari genus Colocasia.

Kimpul menjadi viral bukan karena tanaman ini baru ditemukan. Popularitasnya di media sosial justru muncul karena digunakan sebagai bahan pengganti dalam berbagai makanan kekinian oleh kreator TikTok.

Dari tren tersebut, kimpul yang sebelumnya mungkin kurang dikenal sebagian masyarakat kini menjadi bahan pembicaraan warganet. Di luar fenomena viralnya, kimpul ternyata memiliki potensi sebagai sumber karbohidrat dan dapat diolah menjadi berbagai produk makanan.


Topik

Serba Serbi, Kumpul, talak, manfaat kimpul,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette