Dosen Unitri Kembangkan Ecocoffee Briquette, Ubah Limbah Kulit Kopi Menjadi Energi Terbarukan Bernilai Ekonomi

Editor

Dede Nana

04 - Aug - 2026, 09:46

Unitri melalui LPPM melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Hibah LPPM Unitri Tahun 2026 (ist)


JATIMTIMES – Besarnya produksi kopi di berbagai daerah tidak hanya menghasilkan komoditas unggulan, tetapi juga menyisakan limbah kulit kopi dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, melalui inovasi berbasis teknologi tepat guna, limbah tersebut dapat diolah menjadi sumber energi alternatif yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Isu tersebut menjadi perhatian Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Hibah LPPM UNITRI Tahun 2026, kampus ini mengembangkan inovasi Ecocoffee Briquette, yakni transformasi limbah kulit kopi menjadi briket biomassa di Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

3

Program ini diketuai Dr. Wirawan, STP., MMA dengan anggota Editya Hendrawarman, S.TP., MP dan Muhammad Anugrah Ramadhan, S.Pt., M.Pt. Desa Dalisodo dipilih karena memiliki potensi sebagai sentra perkebunan kopi, namun limbah hasil pengolahannya masih belum memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Selasa Pon 4 Agustus 2026: Hindari Kegiatan di Air 

Melalui Ecocoffee Briquette, limbah kulit kopi yang selama ini hanya menjadi residu pascapanen diolah menjadi briket biomassa sebagai sumber energi alternatif. Produk tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar rumah tangga maupun pelaku usaha mikro karena menghasilkan panas yang relatif stabil, lebih ramah lingkungan dibanding pembakaran limbah secara terbuka, serta dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional.

Lebih dari itu, inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi sirkular di sektor pertanian. Limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai jual diubah menjadi produk bernilai tambah sehingga membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing komoditas kopi melalui pemanfaatan seluruh hasil produksinya.

2

Pengabdian kepada masyarakat ini, bagi kampus tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan program, tetapi juga menjadi ruang hilirisasi hasil riset agar mampu memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen kampus dalam menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung dan memberikan manfaat jangka panjang.

Ketua tim pengabdian, Dr. Wirawan, STP., MMA, mengatakan Desa Dalisodo memiliki potensi kopi yang besar sehingga pemanfaatan limbahnya juga perlu menjadi perhatian.

"Desa Dalisodo memiliki potensi kopi yang sangat baik, namun limbah kulit kopi selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui program Ecocoffee Briquette, kami ingin mengubah limbah tersebut menjadi produk energi terbarukan yang bernilai ekonomi," ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi briket tidak hanya menyelesaikan persoalan penumpukan limbah organik, tetapi juga memperpanjang rantai nilai komoditas kopi. Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak berhenti pada hasil panen biji kopi, melainkan berkembang melalui pengolahan produk turunannya yang memiliki nilai komersial.

5

"Harapannya, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat lingkungan melalui pengurangan limbah, tetapi juga mendapatkan tambahan pendapatan dari produk yang dihasilkan," lanjut Dr. Wirawan.

Baca Juga : Dampingi Menag di IGIC 2026, Rektor UIN Malang Perkuat Peran Masjid sebagai Pusat Peradaban dan Perdamaian Dunia

Sebagai bagian dari implementasi program, tim pengabdian memberikan pendampingan kepada masyarakat mulai dari pengenalan teknologi pengolahan limbah kulit kopi, proses produksi briket biomassa, hingga penguatan kapasitas agar produk yang dihasilkan dapat diproduksi dan dikembangkan secara mandiri.

Dr. Wirawan menegaskan, keberlanjutan inovasi sangat ditentukan oleh kemampuan masyarakat dalam mengadopsi teknologi yang telah diperkenalkan. Karena itu, pendampingan tidak hanya diarahkan pada aspek teknis produksi, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

"Kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan sehingga menjadi salah satu produk unggulan desa. Keberlanjutannya sangat bergantung pada komitmen dan partisipasi aktif masyarakat dalam menerapkan teknologi yang telah diperkenalkan, sehingga manfaat ekonomi maupun lingkungan dapat dirasakan secara berkelanjutan," jelasnya.

Melalui Program Hibah PKM LPPM UNITRI Tahun 2026, Ecocoffee Briquette menjadi wujud komitmen Universitas Tribhuwana Tunggadewi dalam mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal sekaligus menghilirkan hasil riset agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Inovasi ini diharapkan tidak hanya mampu mengurangi limbah pertanian, tetapi juga mendorong lahirnya sumber ekonomi baru berbasis energi terbarukan yang dapat direplikasi di berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia.


Topik

Pendidikan, unitri, kopi, ecocoffee briquette, lppm unitri,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette