10 Bumbu Terbaik di Dunia 2026 Versi TasteAtlas, Bawang Goreng Indonesia Jadi Juara
Reporter
Mutmainah J
Editor
Yunan Helmy
02 - Aug - 2026, 06:14
JATIMTIMES - Bawang goreng asal Indonesia kembali mencuri perhatian dunia kuliner internasional. Platform panduan makanan TasteAtlas menempatkan bawang goreng sebagai bumbu terbaik di dunia 2026 dalam daftar Best Condiments in the World 2026.
Peringkat tersebut disusun berdasarkan ribuan ulasan pengguna yang telah melalui proses verifikasi oleh TasteAtlas. Daftar ini dibuat untuk memperkenalkan berbagai kondimen tradisional terbaik dari berbagai negara yang dinilai memiliki cita rasa khas dan menjadi pelengkap penting dalam aneka hidangan.
Baca Juga : Ramalan Zodiak 2 Agustus 2026: Leo hingga Pisces Diprediksi Beruntung, Bagaimana Peruntunganmu?
Kondimen sendiri merupakan bumbu atau pelengkap makanan yang berfungsi menambah cita rasa, aroma, maupun tekstur pada hidangan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kondimen adalah bumbu yang digunakan untuk memberi rasa pada makanan.
Berikut daftar 10 bumbu terbaik di dunia 2026 versi TasteAtlas.
1. Bawang Goreng (Indonesia)
Bawang goreng berhasil menempati posisi pertama sebagai kondimen terbaik di dunia. Bumbu ini dibuat dari irisan bawang merah yang digoreng hingga berwarna keemasan dan renyah.
Selain menghadirkan aroma harum, bawang goreng juga memberikan perpaduan rasa gurih dan sedikit manis. Di Indonesia, bawang goreng hampir selalu hadir sebagai pelengkap berbagai hidangan, mulai dari nasi goreng, soto, bakso, bubur ayam, semur, hingga aneka masakan rumahan.
2. Aceto Balsamico di Modena (Italia)
Peringkat kedua ditempati Aceto Balsamico di Modena, cuka balsamik khas Italia yang dibuat dari sari anggur dan difermentasi dalam tong kayu.
Rasa manis dan asam yang seimbang membuat bumbu ini banyak digunakan untuk salad, daging, keju, hingga berbagai hidangan khas Eropa.
3. Aceto Balsamico Tradizionale (Italia)
Masih dari Italia, Aceto Balsamico Tradizionale berada di posisi ketiga. Berbeda dengan versi Modena, kondimen ini diproduksi menggunakan metode tradisional dengan proses pematangan yang dapat berlangsung belasan bahkan puluhan tahun.
Proses tersebut menghasilkan cita rasa yang lebih kompleks, kaya, dan berkarakter.
4. Sheng Chou (China)
Sheng Chou merupakan kecap asin ringan khas China yang umum digunakan sebagai bumbu dasar berbagai masakan.
Warnanya lebih terang dibanding kecap asin pekat sehingga mampu memberikan rasa gurih tanpa mengubah warna makanan secara signifikan.
5. Düsseldorfer Mostert (Jerman)
Mustrad khas Kota Düsseldorf ini memiliki rasa tajam dengan sentuhan manis yang khas.
Düsseldorfer Mostert biasanya disajikan bersama sosis, daging panggang, hingga sandwich sebagai pelengkap cita rasa.
6. Dou Ban Jiang (China)
Dou Ban Jiang merupakan pasta cabai fermentasi khas Sichuan yang dibuat dari kacang fava, cabai, dan garam.
Baca Juga : Bidik Emas Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Gelar Pelatnas Banyuwangi
Bumbu ini terkenal karena menghadirkan rasa pedas, gurih, dan umami yang kuat sehingga menjadi bahan utama dalam banyak masakan Sichuan.
7. Garam Laut Maldon (Inggris)
Garam Laut Maldon berasal dari Essex, Inggris, dan dipanen menggunakan metode tradisional.
Kristalnya yang tipis dan renyah membuat garam ini sering digunakan sebagai sentuhan akhir pada steak, hidangan laut, maupun sayuran.
8. Lyutenitsa (Bulgaria)
Lyutenitsa merupakan saus tradisional Bulgaria yang dibuat dari paprika merah, tomat, wortel, dan berbagai rempah.
Rasanya memadukan manis, gurih, dan sedikit pedas sehingga cocok disantap bersama roti ataupun daging panggang.
9. Jiàng Yóu (China)
Jiàng Yóu adalah kecap asin tradisional China yang dihasilkan melalui proses fermentasi kedelai.
Kondimen ini menjadi salah satu bumbu penting dalam masakan China karena mampu memberikan rasa gurih yang khas pada berbagai hidangan.
10. Ajvar (Makedonia Utara)
Posisi kesepuluh ditempati Ajvar, kondimen khas kawasan Balkan yang dibuat dari paprika merah panggang, terong, bawang putih, dan minyak.
Ajvar memiliki cita rasa manis, gurih, serta sedikit aroma asap sehingga kerap dijadikan olesan roti maupun pelengkap aneka hidangan berbahan daging.
Masuknya bawang goreng ke peringkat pertama versi TasteAtlas menjadi bukti bahwa bumbu sederhana khas Indonesia mampu bersaing dengan berbagai kondimen legendaris dari negara lain. Pengakuan ini sekaligus semakin memperkuat posisi kuliner Nusantara di kancah internasional dan menunjukkan bahwa cita rasa lokal memiliki daya tarik yang diakui oleh pecinta makanan dari berbagai belahan dunia.
