Kapan Musim Hujan Kembali Guyur Indonesia? Ini Prediksi BMKG dan Wilayah yang Lebih Dulu Diguyur Hujan

Reporter

Mutmainah J

Editor

A Yahya

01 - Aug - 2026, 07:02

Ilustrasi hujan. (Foto: iStock)


JATIMTIMES - Setelah melewati periode panas dan kemarau panjang, masyarakat mulai menantikan kapan musim hujan kembali datang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan akan mulai kembali membasahi sejumlah wilayah Indonesia mulai Oktober 2026.

Namun, kedatangan musim hujan tidak terjadi secara bersamaan di seluruh daerah. Ada wilayah yang lebih dulu merasakan perubahan cuaca, sementara daerah lainnya masih harus menunggu hingga November 2026.

Baca Juga : Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Jawa Timur, Angin Kencang juga Mengintai saat El Nino Menguat

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan musim kemarau 2026 diperkirakan berakhir sekitar pertengahan Oktober setelah mencapai puncaknya pada Agustus hingga September.

“Pada umumnya musim kemarau tahun 2026 di Indonesia akan berakhir pada sekitar pertengahan bulan Oktober,” ujar Ardhasena dalam konferensi pers daring di Jakarta, dikutip Sabtu (1/8).

Prediksi Awal Musim Hujan 2026

Berdasarkan prakiraan BMKG, berikut perkiraan masuknya musim hujan di Indonesia:

• Oktober 2026: Hujan mulai kembali turun di sejumlah wilayah Indonesia, terutama bagian barat. Kondisi ini menjadi tanda peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

• November 2026: Musim hujan diprediksi mulai meluas ke berbagai daerah lain, termasuk sebagian besar wilayah Pulau Jawa.

BMKG menjelaskan perubahan musim tersebut terlihat dari peta prakiraan iklim yang menunjukkan mulai munculnya warna kuning pada Oktober dan November. Warna tersebut menandakan curah hujan mulai kembali berada pada kondisi normal di sejumlah wilayah.

“Bulan Oktober dan November kita mulai muncul warna kuning yang menunjukkan bahwa hujan di wilayah Indonesia mulai normal. Walaupun di bulan November hujan di Pulau Jawa masih di bawah normal, tetapi hujannya sudah mulai datang dan masuk ke wilayah Jawa,” jelas Ardhasena.

Di tengah datangnya musim hujan, BMKG juga mengingatkan adanya pengaruh fenomena El Nino yang diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027.

Baca Juga : Lele Bu Jujuk, Warung Legendaris di Area Muktamar NU Jombang

El Nino diprediksi mencapai puncaknya pada Desember 2026. Meski demikian, BMKG menyebut dampaknya terhadap musim hujan tidak akan terlalu besar dibandingkan pengaruhnya saat musim kemarau.

Menurut Ardhasena, dampak El Nino di Indonesia sangat bergantung pada kondisi suhu permukaan laut di sekitar wilayah Indonesia. Karena itu, setiap kejadian El Nino tidak selalu memberikan dampak yang sama.

“Dampak El Nino di Indonesia itu juga sangat bergantung pada bagaimana kondisi panasnya laut di sekitar wilayah Indonesia. Jadi tidak serta-merta dampaknya akan tetap sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Ia menambahkan, tidak ada fenomena El Nino yang memiliki pola dampak yang selalu identik antara satu tahun dengan tahun lainnya.

Dengan prediksi musim hujan yang mulai masuk pada Oktober 2026, masyarakat di berbagai daerah diimbau mulai mempersiapkan diri menghadapi perubahan cuaca.

Selain membawa udara yang lebih sejuk setelah kemarau, peningkatan curah hujan juga perlu diwaspadai karena dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, dan tanah longsor di sejumlah wilayah.


Topik

Lingkungan, bmkg, musim hujan, adhena sopahelukawan,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette