Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Jawa Timur, Angin Kencang juga Mengintai saat El Nino Menguat

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

01 - Aug - 2026, 06:09

Ilustrasi hujan. (Foto: Shutterstock)


JATIMTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Jawa Timur agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada sepekan ke depan, meski sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki puncak musim kemarau. Dalam prakiraan cuaca periode 31 Juli-6 Agustus 2026, Jawa Timur diprediksi masih berpotensi mengalami hujan lokal disertai angin kencang.

Di sisi lain, BMKG juga mengingatkan bahwa fenomena El Niño kuat yang sedang berlangsung meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga : Omzet Tembus Ratusan Juta dalam Dua Hari, Sapta Rona Pesona 2026 Dongkrak Penjualan UMKM

"Memasuki musim kemarau yang semakin mendominasi sejumlah wilayah Indonesia, masyarakat perlu mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering. Meski demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal," kata BMKG dalam "Prakiraan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 31 Juli-6 Agustus 2026". 

BMKG menjelaskan, cuaca di Indonesia pada periode 31 Juli hingga 3 Agustus secara umum didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan.

Untuk Jawa Timur, ancaman utama justru datang dari angin kencang yang diprakirakan terjadi hingga awal Agustus. Kondisi serupa masih berlanjut pada periode 4-6 Agustus 2026.

"Masyarakat di Jawa Timur perlu mewaspadai potensi angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang, baliho roboh, maupun gangguan aktivitas di wilayah terbuka," tulis BMKG.

Selain Jawa Timur, potensi angin kencang juga diprakirakan melanda:
• Aceh
• Kepulauan Bangka Belitung
• Lampung
• Banten
• Jawa Barat
• Jawa Tengah
• Nusa Tenggara Barat
• Nusa Tenggara Timur
• Kalimantan Barat
• Kalimantan Tengah
• Kalimantan Selatan
• Kalimantan Timur (periode 4-6 Agustus)
• Sulawesi Utara
• Gorontalo
• Sulawesi Selatan
• Sulawesi Tenggara
• Maluku Utara
• Maluku
• Papua Barat
• Papua Barat Daya
• Papua Tengah
• Papua Selatan

Sementara itu, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang pada periode 31 Juli-3 Agustus meliputi Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.

Adapun wilayah dengan status Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat adalah:
• Aceh
• Sumatera Barat
• Bengkulu

Sedangkan pada periode 4-6 Agustus, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di:
• Aceh
• Sumatera Barat
• Kalimantan Utara
• Papua Pegunungan
• Papua

El Niño Kuat Tingkatkan Ancaman Kekeringan

BMKG menyebut kondisi atmosfer global masih menunjukkan penguatan El Niño. Nilai indeks Niño 3.4 telah mencapai +2,26, sementara Southern Oscillation Index (SOI) berada di angka -28,2.

"Perkembangan iklim global masih menunjukkan kondisi yang mendukung berlanjutnya cuaca kering di Indonesia. El Niño kuat diprakirakan masih dapat mengalami penguatan sehingga berpotensi mengurangi pembentukan awan hujan dan menekan curah hujan di berbagai wilayah," kata BMKG.

Pada Dasarian I Agustus 2026, sekitar 91,43 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah. Sementara hanya 8,57 persen wilayah yang masih berada pada kategori hujan menengah.

Meski demikian, BMKG menjelaskan hujan tetap dapat muncul secara lokal akibat pengaruh Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) di Indonesia timur, serta keberadaan Bibit Siklon Tropis 94W di Samudra Pasifik sebelah utara Papua Barat.

Kekeringan dan Karhutla Mulai Bermunculan

Dampak musim kemarau mulai dirasakan di berbagai daerah. BMKG mencatat kekeringan telah terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah pada akhir Juli.

Baca Juga : Daftar Fenomena Langit Agustus 2026: Hujan Meteor Perseid hingga Gerhana Matahari Total, Catat Jadwalnya

Selain itu, hasil pemantauan satelit pada 29 Juli 2026 menemukan 1.729 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Sementara terdapat 117 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, yang didominasi wilayah:
• Papua dan Maluku (85 titik)
• Kalimantan (25 titik)
• Sulawesi (4 titik)
• Nusa Tenggara (3 titik)

Menurut BMKG, banyaknya titik panas tersebut menunjukkan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan seiring meluasnya kondisi kering, meski tetap memerlukan verifikasi lapangan.

Gelombang Tinggi Juga Perlu Diwaspadai

Selain cuaca darat, BMKG juga mengingatkan potensi peningkatan kecepatan angin di sejumlah perairan Indonesia.

Wilayah yang perlu mewaspadai gelombang tinggi antara lain:
• Laut Andaman
• Laut Cina Selatan
• Selat Karimata
• Laut Jawa
• Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur
• Laut Flores
• Laut Banda
• Laut Seram
• Laut Arafura

Keberadaan Bibit Siklon Tropis 94W turut berpotensi meningkatkan kecepatan angin dan tinggi gelombang di wilayah perairan utara Indonesia.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di Jawa Timur dan wilayah lain yang memasuki musim kemarau, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca kering maupun cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi secara lokal.

"Masyarakat diimbau menggunakan pelindung atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan, menjaga kecukupan cairan tubuh, menghemat penggunaan air, tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi titik api," kata BMKG.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon, baliho, maupun bangunan rapuh ketika terjadi hujan disertai angin kencang dan petir.

Untuk memperoleh informasi cuaca terkini, masyarakat diminta terus memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui laman resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, maupun media sosial resmi @infobmkg. 


Topik

Lingkungan, BMKG, El Nino, hujan,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette