Cahyo Harjo Prakoso: Sekolah Rakyat Terintegrasi Jadi Lokomotif Pengentasan Kemiskinan di Surabaya

31 - Jul - 2026, 01:35

Komisi E DPRD Jatim bersama DPRD Surabaya meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Surabaya.


JATIMTIMES – Keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Surabaya dinilai menjadi langkah konkret dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur (Jatim), Cahyo Harjo Prakoso, saat meninjau pelaksanaan cek kesehatan gratis dan kesiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SRT 2 Surabaya, Jumat (31/7/2026).

Peninjauan lintas legislatif dan eksekutif ini turut dihadiri Anggota Komisi E DPRD Jatim Rasiyo, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya Ajeng Wirawati, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Luthfiyah, serta jajaran perwakilan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan Dinas Sosial Kota Surabaya.

Baca Juga : 4 Institusi Pendidikan yang Dibentuk pada Era Prabowo Subianto, dari Sekolah Rakyat hingga Universitas Republik Indonesia

Cahyo menyampaikan bahwa konsep pendidikan berasrama yang dihadirkan di SRT 2 Surabaya sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Ini adalah satu cita-cita dari Bapak Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan bahwa salah satu cara mengentaskan kemiskinan di kehidupan masyarakat Indonesia adalah peningkatan kualitas pendidikan. Kami berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi ini betul-betul menjadi salah satu lokomotif kemajuan kita sebagai bangsa," ujar Cahyo.

Dalam peninjauan tersebut, Cahyo memuji kualitas sarana dan prasarana yang disediakan pemerintah melalui Kementerian Sosial serta dieksekusi oleh Dinas Sosial Jatim dan Dinas Sosial Surabaya. Menurutnya, meskipun masih dalam tahapan penyempurnaan, fasilitas kelas, asrama, hingga pemenuhan kebutuhan harian siswa sudah sangat memadai dan membanggakan.

Selain fasilitas fisik, Politisi Gerindra ini mengapresiasi adanya kurikulum khusus pengkayaan yang berfokus pada pembentukan karakter.

"Sekolah Rakyat ini tidak hanya mengajarkan nilai-nilai intelektual atau kognitif, tetapi juga ada kurikulum pengkayaan character building. Nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, tenggang rasa, hingga nasionalisme diajarkan di sini. Bangsa kita tidak hanya butuh orang yang cerdas, tetapi karakter berkepribadian kebudayaan itu juga merupakan fondasi menuju Indonesia Emas 2045," tegasnya.

Baca Juga : Tampung Ratusan Siswa, Dinsos Jatim Pastikan Fasilitas Utama SRT 2 Surabaya Siap Beroperasi

Terkait pelaksanaan cek kesehatan gratis bagi para siswa baru, Cahyo menilai langkah awal ini sangat krusial untuk memantau kondisi fisik anak-anak sejak dini. Apabila ditemukan siswa yang memerlukan perawatan medis lanjutan, pihak sekolah akan langsung merujuknya ke Puskesmas setempat agar mendapatkan penanganan yang optimal.

Melihat antusiasme para siswa baru dari kelompok masyarakat kurang mampu (Desil 1 dan Desil 2) serta anak yang sempat putus sekolah, Cahyo berpesan agar para murid fokus menuntut ilmu dengan penuh optimisme.

"Anak-anak cuma perlu membawa semangat dan komitmen. Semua fasilitas—mulai dari pakaian, makanan, hingga alat mandi dan cuci—semuanya sudah disediakan. Kami optimistis ketika mereka lulus dari sekolah ini, mereka akan menjadi kebanggaan bagi orang tua serta Kota Surabaya," pungkas Cahyo.


Topik

Pendidikan, Cahyo Harjo Prakoso, DPRD Jatim, Sekolah Rakyat, Sekolah Rakyat Terintegrasi, Pengentasan Kemiskinan, Surabaya,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette