4 Fakta Film Operasi Pesta Copet: Iqbaal Ramadhan Jadi Copet hingga Syuting di Tengah Pestapora
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
28 - Jul - 2026, 04:27
JATIMTIMES - Film Operasi Pesta Copet menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah rumah produksi Imajinari merilis trailer resmi terbarunya. Hingga Selasa (28/7/2026) pagi, kata kunci "Operasi Pesta Copet" juga masuk daftar pencarian yang banyak dicari warganet.
Film yang dibintangi Iqbaal Ramadhan itu menghadirkan kisah empat sahabat yang nekat menjadi copet di tengah festival musik karena terhimpit persoalan ekonomi. Selain ceritanya yang unik, proses produksinya juga menyita perhatian karena dilakukan di tengah keramaian Pestapora.
Baca Juga : Agent Kim Reactivated Bakal Lanjut Season 2? Ini Kata Studio S
Berikut empat fakta menarik tentang Operasi Pesta Copet, dilansir dari berbagai sumber:
1. Iqbaal Ramadhan Berperan sebagai Copet karena Terdesak Ekonomi
Trailer terbaru lebih banyak menyoroti karakter Ijal yang diperankan Iqbaal Ramadhan. Ijal dikisahkan kehilangan pekerjaan sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Keadaan semakin rumit setelah ia mengetahui sang ibu memiliki utang sebesar Rp 15 juta. Demi membantu melunasi utang tersebut, Ijal mencoba berbagai pekerjaan, termasuk menjadi badut bersama sahabatnya, Adut, yang diperankan Kristo Immanuel.
Namun hidupnya berubah ketika bertemu Silet, karakter yang dimainkan Fauzan Sisitipsi. Dari sosok inilah Ijal dan Adut belajar menjadi pencopet dengan harapan bisa keluar dari himpitan ekonomi.
Trailer juga memperlihatkan aksi mereka beroperasi di tengah lautan penonton festival musik Pestapora. Adegan demi adegan menampilkan ketegangan saat mereka mencopet barang milik pengunjung, disusul aksi kejar-kejaran hingga konflik persahabatan antara Ijal, Adut, Tia (Zulfa Maharani), dan Melodi (Kawai Labiba).
Iqbaal Ramadhan menilai karakter-karakter dalam film tersebut bukan sosok kriminal yang sejak awal memilih jalan kejahatan. Menurutnya, mereka merupakan anak-anak muda yang terpaksa mengambil keputusan nekat akibat tekanan hidup dan keterbatasan ekonomi.
2. Syuting di Tengah 30 Ribu Penonton Pestapora
Di balik ceritanya, proses produksi Operasi Pesta Copet ternyata menyimpan tantangan yang tidak biasa.
Produser Ernest Prakasa mengungkapkan dirinya sempat bertanya-tanya bagaimana film tersebut akan diproduksi ketika pertama kali mendengar ide dari sutradara Edy Khemod.
"Ketika pertama kali denger konsep film ini dari @edykhemod, yang terlintas di kepala gw & @dipaaa adalah: 'GIMANA CARA SUTINGNYA?!'," tulis Ernest melalui media sosialnya.
Menurut Ernest, tantangan terbesar muncul karena proses pengambilan gambar dilakukan di lokasi-lokasi yang sangat kompleks. Tim produksi harus syuting di pinggir rel kereta api, studio dengan sekitar 500 figuran, hingga berada di tengah kerumunan sekitar 30 ribu penonton festival musik Pestapora.
Pendekatan produksi tersebut membuat Operasi Pesta Copet disebut sebagai drama komedi Indonesia pertama yang memanfaatkan suasana festival musik berskala besar sebagai bagian dari proses syuting.
3. Sempat Berganti Judul dan Bukan Mengagungkan Aksi Copet
Tak banyak yang tahu, film ini awalnya dikembangkan dengan judul proyek Operasi Pesta Pora.
Baca Juga : Agent Kim Reactivated Bakal Lanjut Season 2? Ini Kata Studio S
Seiring berkembangnya cerita, rumah produksi akhirnya memutuskan mengganti judul menjadi Operasi Pesta Copet karena dinilai lebih mewakili pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.
"Judul Operasi Pesta Copet dipilih karena mengacu kembali pada esensi ide awal film ini, yakni copet sebagai fenomena gunung es ketimpangan sosial. Kami merasa judul ini lebih lugas mewakili apa yang ingin kami sampaikan," ujar Ernest Prakasa.
Imajinari juga menceritakaan film tersebut bukan dibuat untuk mengglorifikasi aksi kriminal. Melalui kisah empat sahabat, film ini justru ingin memperlihatkan bagaimana tekanan ekonomi dan ketimpangan sosial dapat mendorong orang-orang biasa mengambil keputusan yang nekat.
4. Debut Film Panjang Edy Khemod, Bertabur Bintang dan Tayang Agustus 2026
Operasi Pesta Copet menjadi debut penyutradaraan film panjang Edy Khemod, yang selama ini lebih dikenal sebagai drummer band Seringai.
Film ini diproduseri Ernest Prakasa, Dipa Andika, Iqbaal Ramadhan, dan James Erlangga. Sementara Ernest, Dipa, serta Rizki Aulia atau Kiki Ucup turut bertindak sebagai produser eksekutif.
Selain Iqbaal Ramadhan, film ini juga dibintangi Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, Fauzan Sisitipsi, Dewa Dayana, serta menghadirkan penampilan spesial Vincent Rompies sebagai cameo. Dalam salah satu adegan trailer, karakter Melodi dan Adut bahkan salah mengira Vincent sebagai Desta ketika hendak meminta foto bersama.
Trailer film menggunakan lagu Mati Muda dari Kelompok Penerbang Roket sebagai musik pengiring. Sementara itu, bersamaan dengan perilisan trailer, film ini juga memperkenalkan original soundtrack (OST) berjudul Kita Melawan Dunia yang dibawakan BAALE.
Lagu tersebut menggambarkan hubungan empat sahabat yang saling bergantung dalam menghadapi tekanan hidup, sejalan dengan tema besar yang diusung film.
Adapun Operasi Pesta Copet dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.
