Wisatawan Membludak, Okupansi Hotel di Kota Malang Masih Tertahan di Level 75 Persen

26 - Jul - 2026, 08:18

Bangunan hotel di Kota Malang. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Malang sepanjang semester pertama 2026 belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat hunian hotel. Meski tren okupansi terus mengalami kenaikan dari bulan ke bulan, rata-rata kamar yang terisi masih berada di kisaran 70 hingga 75 persen atau belum mencapai target yang ditetapkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Malang sebesar 80 persen.

Ketua PHRI Malang, Agoes Basoeki, mengatakan capaian tersebut menunjukkan adanya perbaikan dibanding periode sebelumnya. Namun, pelaku industri perhotelan masih memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan tingkat hunian hingga akhir tahun.

Baca Juga : JFC Pioner Kota Karnaval, Zita Anjani: Kami Harus Berterima Kasih kepada Jember Sudah Menginspirasi Indonesia

“Trennya memang positif. Hampir setiap bulan tingkat okupansi mengalami kenaikan, tetapi rata-ratanya masih berada di kisaran 70 sampai 75 persen. Target kami tetap 80 persen dan itu akan kami kejar pada semester kedua,” kata Agoes.

Menurut Agoes, sejumlah momentum libur nasional seperti Hari Raya Idulfitri dan libur sekolah menjadi penyumbang utama peningkatan okupansi hotel selama enam bulan pertama tahun ini. Meski demikian, lonjakan tersebut belum mampu mengangkat rata-rata tingkat hunian hingga menyentuh target.

Ia menyebut hotel berbintang lima menjadi kategori akomodasi yang mengalami peningkatan okupansi paling signifikan dibandingkan kelas hotel lainnya. Sementara itu, rata-rata lama tamu menginap di Kota Malang masih relatif singkat, yakni sekitar 1,32 hari.

“Hotel bintang lima mengalami peningkatan yang cukup baik. Namun secara umum, lama tinggal tamu masih sekitar 1,32 hari sehingga perputaran tamu masih cukup cepat,” terangnya.

Di sisi lain, tingginya mobilitas wisatawan menjadi modal penting bagi sektor pariwisata Kota Malang. Berdasarkan data pada Mei 2026, tercatat sekitar 1,8 juta pergerakan wisatawan dalam sebulan.

Dari jumlah tersebut, sekitar 931 ribu merupakan warga Kota Malang yang melakukan aktivitas wisata, sedangkan sekitar 908 ribu merupakan wisatawan yang datang dari luar daerah dengan tujuan Kota Malang.

Menurut Agoes, besarnya angka kunjungan tersebut menunjukkan daya tarik Kota Malang sebagai destinasi wisata masih sangat kuat. Tantangan berikutnya adalah mendorong agar lebih banyak wisatawan memilih menginap sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi industri perhotelan.

Baca Juga : Komisi VII DPR RI Dorong Jember Fashion Carnaval Masuk Agenda Karnaval Dunia

“Kunjungan wisatawan sudah sangat bagus. Tinggal bagaimana kita meningkatkan konversinya agar wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga menginap lebih lama di Kota Malang,” ucap Agoes.

PHRI Malang pun menaruh harapan besar pada semester kedua 2026. Berbagai momentum seperti libur panjang, akhir pekan, hingga libur Natal dan Tahun Baru diprediksi akan menjadi pendorong utama peningkatan okupansi hotel.

Pelaku usaha perhotelan mulai menyiapkan beragam program promosi, paket menginap, hingga kolaborasi dengan sektor pariwisata agar kunjungan wisatawan dapat memberikan dampak yang lebih optimal terhadap tingkat hunian kamar.

“Kami optimistis semester kedua akan lebih baik. Biasanya periode akhir tahun menjadi puncak okupansi, sehingga berbagai strategi sudah mulai disiapkan untuk menarik lebih banyak tamu menginap,” tutup Agoes.


Topik

Ekonomi, Wisatawan, Okupansi Hotel, Kota Malang, hotel, Hotel Kota Malang,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette