Siapkan Pendidik Berdaya Saing Global, PG PAUD Unikama Perkuat Kolaborasi Internasional
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
26 - Jul - 2026, 07:58
JATIMTIMES – Meningkatkan kualitas guru pendidikan anak usia dini tidak lagi cukup dilakukan melalui pembelajaran di ruang kuliah. Tantangan pendidikan yang semakin kompleks menuntut perguruan tinggi membangun jejaring internasional, memperkuat riset, serta menyelaraskan pemahaman tentang pendidikan karakter sebagai fondasi lahirnya generasi masa depan.
Komitmen itu terus diperkuat Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) melalui Seminar Internasional bertajuk Persepsi dan Pemahaman Guru PAUD pada Pembangunan Karakter dan Kepribadian Anak Usia Dini.
Baca Juga : Reses di Mojokerto, Sumardi DPRD Jatim Soroti Insentif Guru PAUD dan Nasib Polindes
Seminar yang digelar beberapa lalu tersebut, menjadi bagian dari langkah strategis Prodi PG PAUD Unikama untuk memperluas kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi luar negeri. Ini juga sekaligus menjadi upaya meningkatkan kompetensi calon pendidik PAUD agar mampu menjawab tantangan pendidikan pada era global.

Forum ilmiah itu menghadirkan Prof. Madya Dr. Mohd Nazri Bin Abdul Rahman dari Malaysia sebagai narasumber utama. Turut berbagi perspektif dua akademisi Unikama, Mohammad Ramli Akbar, S.Psi., M.Pd., dan Dhirgan Grudhowaringin, M.Pd., yang mengulas pembangunan karakter dan kepribadian anak usia dini dari sisi akademik maupun praktik pendidikan.
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Unikama, Dr. Cecilia Ika Rahayu Nita, M.Pd., mengatakan penguatan kompetensi guru PAUD harus dimulai dari pemahaman bahwa pendidikan usia dini merupakan fase paling menentukan dalam membangun kualitas manusia. Menurutnya, keberhasilan pembangunan karakter sangat bergantung pada kuatnya fondasi yang dibentuk sejak anak masih berada pada masa golden age.
"Kalau kita mau membangun sebagus apa pun rumah yang akan kita tempati, kalau fondasinya salah, mohon maaf, bisa jadi roboh. Tidak kokoh berdiri. Tetapi ketika fondasi itu dibangun dengan baik, yakin bahwa anak bangsa ke depannya akan jauh lebih maju. Siap tempur, siap untuk maju, siap membawa perubahan," ujarnya.
Ia kemudian mengibaratkan proses tersebut seperti membangun rumah maupun menggunakan foundation dalam tata rias. Keduanya memerlukan dasar yang kuat agar hasil akhirnya tetap kokoh.
"Sama halnya kalau kita make-up, kalau fondasinya bagus, tidak akan crack atau rusak di kemudian hari. Sama, fondasi rumah juga seperti itu. Fondasi bagus, maka otomatis atasnya nanti juga akan kokoh, sehingga Indonesia akan jauh lebih kuat ke depannya," katanya.
Menurut Cecilia, seminar internasional bukan hanya menjadi ruang berbagi ilmu, tetapi juga bagian dari arah pengembangan Prodi PG PAUD Unikama agar semakin dikenal di tingkat internasional. Ia menilai kolaborasi dengan akademisi luar negeri perlu terus diperluas melalui penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, hingga pertukaran akademik.
"Saya bangga sekali kepada para dosen, Kaprodi, dan Sekprodi yang berjuang bagaimana nantinya PG PAUD ini mampu berdaya saing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi internasional. Mudah-mudahan ini bisa kita tindak lanjuti untuk kolaborasi ke depan, baik melalui riset maupun pengabdian bersama," tuturnya.
Baca Juga : Dosen Hukum Didik Ingatkan Pemerintah Transparansi Pengelolaan Koperasi Merah Putih
Komitmen tersebut juga tercermin dari langkah Prodi PG PAUD Unikama yang terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Penguatan jejaring internasional dipandang sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus memperluas pengalaman akademik dosen dan mahasiswa.
Sementara itu, Ketua Prodi PG PAUD Unikama, Dr. Siti Muntomimah, M.Pd, mengatakan seminar internasional tersebut diselenggarakan untuk memperkuat pemahaman guru PAUD mengenai pembangunan karakter dan kepribadian anak pada fase usia dini. Menurutnya, penyamaan persepsi di kalangan pendidik menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
"Kegiatan belajar bersama untuk persepsi dan pemahaman guru PAUD pada pembangunan karakter dan kepribadian anak usia dini," ujarnya.
Ia menambahkan, forum yang menghadirkan akademisi dari dalam dan luar negeri tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan jejaring akademik serta peningkatan kualitas Program Studi PG PAUD Unikama di tingkat internasional.
"Ini juga menjadi upaya penguatan kapasitas pendidik, perluasan jejaring akademik internasional, serta pengembangan riset dan pengabdian menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk melahirkan lulusan yang profesional, adaptif, dan mampu berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di Indonesia," pungkasnya.
