Limbah Jadi Berkah: KKN PSDKU UB Kediri Kenalkan Biochar dan Pukan ke Petani Kebonrejo Kediri

Reporter

Bambang Setioko

Editor

Yunan Helmy

24 - Jul - 2026, 12:25

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 3 PSDKU Universitas Brawijaya Kediri. Foto: (Istimewa)


JATIMTIMES - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 3 PSDKU Universitas Brawijaya Kediri melaksanakan program kerja inovatif melalui pemanfaatan limbah sisa pertanian menjadi biochar (arang hayati) yang diinkubasi bersama kompos kotoran ayam petelur. 

Kegiatan dengan bimbingan dosen Santi Kusuma Fajarwati SPd MPd ini merupakan bentuk penerapan teknologi tepat guna (TTG) untuk mengembalikan kesuburan lahan secara sirkular tanah. Program ini diinisiasi oleh KKN Kelompok 3 Universitas Brawijaya sebagai solusi ganda atas melimpahnya limbah sisa panen pertanian serta kotoran dari peternakan ayam petelur di wilayah tersebut. 

Baca Juga : Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Mencegah Korupsi adalah Tanggung Jawab Bersama

"Seringkali sisa tanaman hasil panen hanya dibakar habis secara terbuka menjadi abu. Di sisi lain limbah biomassa tersebut memiliki potensi besar untuk diubah menjadi pembenah tanah (biochar). Melalui pendekatan ilmu agroekoteknologi, kami memfasilitasi warga untuk mengolah limbah-limbah lokal ini menjadi pupuk penyubur tanah mandiri yang dapat menekan biaya produksi pertanian," jelas kordes mahasiswa Jeremy Conan Pribadi. 

Sosialisasi dan demonstrasi program ini diselenggarakan pada Sabtu, 11 juli 2026 bertempat di Koperasi Desa Merah Putih Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, dan dihadiri oleh para petani serta warga setempat.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai bahaya pembakaran sisa panen secara terbuka dan pentingnya menjaga ekosistem biota tanah. Warga kemudian diajak untuk melakukan praktik langsung pembuatan biochar menggunakan sistem pirolisis sederhana di dalam drum besi tertutup. Metode ini memastikan biomassa pertanian tidak hancur menjadi abu, melainkan menjadi karbon aktif yang memiliki porositas tinggi untuk menahan air dan unsur hara di lahan.

"Inovasi utama dalam program kerja ini terletak pada proses aktivasi atau charging biochar sebelum diaplikasikan ke lahan. Mahasiswa mengedukasi warga bahwa biochar mentah berisiko memicu sponge effect yang justru dapat mengunci nutrisi dan merugikan tanaman," tambah Jeremy. 

Ia menambahkan, biochar limbah pertanian dicampur dengan kompos kotoran ayam petelur—yang kaya akan unsur hara nitrogen (N) dan fosfor (P)—dengan rasio perbandingan 1:1, lalu disiram air hingga mencapai kelembapan ideal dan diinkubasi dalam wadah bersirkulasi udara selama 1-2 minggu agar mikroba penyubur berkembang biak.

Baca Juga : MIN 1 Kota Malang Perkuat Sistem Pengendalian Internal, SPIP Kemenag Dampingi Pembenahan Administrasi

Melalui program ini, masyarakat Desa Kebonrejo memperoleh manfaat komprehensif, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi. "Limbah pertanian dan peternakan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini dapat dikembalikan ke lahan pertanian, menciptakan sistem pertanian yang minim limbah (zero waste). Penggunaan campuran biochar dan kompos ayam ini diharapkan mampu memperbaiki struktur fisik, kimia, dan biologi tanah, sehingga produktivitas lahan warga meningkat tanpa harus bergantung penuh pada pupuk kimia komersial," jelasnya. 

Program ini menjadi wujud nyata komitmen KKN Kelompok 3 PSKDU Universitas Brawijaya Kediri dalam mengabdi dan menghadirkan solusi yang aplikatif bagi masyarakat. Melalui sinergi antara mahasiswa dan petani, inovasi biochar kompos ini diharapkan menjadi model pertanian sirkular berkelanjutan di Desa Kebonrejo dalam mendukung upaya ketahanan pangan dan kelestarian ekosistem tanah. 

Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 1 terkait tanpa kemiskinan dan SGDs 3 terkait kehidupan sehat dan sejahtera.


Topik

Lingkungan, UB, Universitas Brawijaya, UB Kediri, limbah pertanian, biochar,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette