Viral Dugaan Resign Berjamaah Tim Farmasi Rawat Inap RSI Unisma, Dipicu Polemik Gaji

Reporter

Binti Nikmatur

15 - Jul - 2026, 08:17

Para perawat di tim Farmasi Rawat Inap Rumah Sakit Islam Unisma yang diduga resign massal terkait polemik gaji. (Foto: TikTok)


JATIMTIMES - Polemik keterlambatan pembayaran gaji di RSI Unisma Malang kembali menjadi sorotan. Kali ini, sebuah unggahan di TikTok viral setelah mengungkap dugaan pengunduran diri secara bersamaan atau resign berjamaah yang dilakukan tim Farmasi Rawat Inap rumah sakit tersebut.

Unggahan itu berasal dari akun TikTok @iniaku****. Pemilik akun mengaku merupakan mantan karyawan tetap yang telah bekerja selama delapan tahun di RSI Unisma. Ia menyebut keputusan meninggalkan rumah sakit bukan karena beban pekerjaan, melainkan karena persoalan hak karyawan yang disebut tak kunjung diselesaikan.

Baca Juga : Inspektorat Pulbaket Terkait Polemik Kios Baru Pasar Buah Karangploso

Dalam foto yang diunggah, pemilik akun membagikan pengalaman selama bekerja di RSI Unisma melalui beberapa slide.

Pada slide pertama tertulis, "Life after resign kerja di RS swasta selama 8 tahun."

Kemudian pada slide berikutnya, ia mengaku tetap bertahan selama bertahun-tahun karena merasa rekan-rekan kerjanya sudah seperti keluarga sendiri.

"Bertahan selama itu karena aku punya teman yang menurut ku mereka adalah rumah kedua bagiku. Hiks sad banget kehilangan mereka," tulisnya.

Namun, menurutnya kondisi berubah seiring kebijakan manajemen yang dinilai semakin memberatkan para pegawai.

"Bukan karena tekanan pekerjaan karena semua relatif dan masih sebanding dengan gajinya (Pada saat itu)," tulisnya.

"Tapi makin bertahan kebijakan yang di bikin mereka semua makin gamasuk akal, kita banyak di dzolimi dan makin tidak manusiawi," lanjut unggahan tersebut.

Dalam unggahan itu, pemilik akun juga menjelaskan alasan mengapa tim Farmasi Rawat Inap disebut memilih mengundurkan diri secara bersama-sama.

"Kenapa kita memilih resign bersama? Karena kita kerja di pelayanan dengan 3 shift dan kita juga yang lebih banyak di dzolimi sama mereka semua. Dari gaji yang awalnya di cicil, tidak dibayar selama 3 bulan, dan di pangkas hampir 50% dari total gaji keseluruhan. Padahal gaji NAKES pun ga seberapa," tulisnya.

Ia juga menyebut pada Juli 2026 seluruh tim Farmasi Rawat Inap memilih mencari pekerjaan di tempat lain.

"Dan di bulan Juli 2026 ini kita tim farmasi rawat inap memilih untuk mencari jalan kita masing-masing yang penting keluar dulu dari lingkaran setan yang mereka buat sendiri." jelasnya. 

Dalam unggahan penutup, ia berharap seluruh karyawan yang telah mengundurkan diri segera memperoleh pekerjaan baru sekaligus mendapatkan hak-hak mereka yang belum dibayarkan.

"Hallo bapak ibu semua semoga kedepannya kalian bisa memperbaiki management yang sekarang lagi sakit ya karena kita sudah royal banget menjadi karyawan, kita bertahan juga bukan hanya hitungan hari atau bulan melainkan tahunan. Dan semoga secepat nya kita semua yang resign bisa mendapatkan hak kita yang sempat tertunda itu." tandasnya. 

Unggahan tersebut semakin ramai setelah pemilik akun membalas komentar warganet yang menanyakan apakah pengunduran diri dilakukan secara bersama-sama.

"Bener banget kak. Kita semua resign berjamaah alhasil tempat unit farmasi ranap juga harus tutup," balas akun tersebut.

Baca Juga : Kejagung Tegaskan Status Febrie Adriansyah Masih Saksi usai Terbitkan Sprindik Baru, Ini Penjelasannya

Selain itu, melalui kolom komentar, pemilik akun juga mengungkap sejumlah persoalan lain yang diklaim dialami para pegawai. "Gaji 3 bulan dan BPJS TK belum terbayarkan padahal tiap bulan sudah di potong gaji." paparnya. 

Ia juga mengaku menerima surat pemberitahuan piutang gaji, namun belum memperoleh kepastian kapan hak tersebut akan dibayarkan. "Bener banget kak, dikasih surat pemberitahuan piutang gajinya tapi gaada kepastian di bayar kapan." imbuhnya. 

Tak hanya itu, ia menyebut keterlambatan pembayaran hak pegawai telah berlangsung cukup lama. "Udah berjalan hampir 2 tahun lebih ini aja aku resign masih ada hak ku yang belum di bayar." paparnya. 

Dalam komentar lainnya, ia mengklaim iuran BPJS Ketenagakerjaan yang dipotong dari gaji karyawan juga belum disetorkan selama sekitar dua tahun. "Ga hanya itu kak BPJS TK karyawan yang tiap bulan di potong gaji juga gadibayarkan selama 2 tahun." jelasnya. 

Pemilik akun juga mengaku telah berstatus karyawan tetap selama delapan tahun sebelum akhirnya memutuskan mengundurkan diri. "Aku kartap (karyawan tetap) di situ 8 tahun lohh aku berani resign karena ke dzoliman nya udah gabisa di tolerir." tandasnya. 

Isu keterlambatan pembayaran gaji di RSI Unisma sebenarnya sudah mencuat sejak Juni 2026. Saat itu, sejumlah pegawai mengaku gaji mereka belum dibayarkan hingga hampir tiga bulan.

"Saya karyawan RSI Unisma. Ini saya dan karyawan lain pengen memviralkan RSI Unisma terkait gaji kami yang hampir 3 bulan tidak di berikan. Saat kami meminta hanya di janjikan terus dari November sampai sekarang," tulis salah satu unggahan pegawai yang sempat viral.

Pegawai juga sempat mengaku takut menyampaikan aspirasi karena merasa mendapat tekanan dari internal. "Bahkan siapa yg berani bersuara langsung di panggil oleh SDM dan langsung diintimidasi. Jadi kami nggak berani bersuara karena banyak tekanan dari pihak manajemen." imbuhnya. 

Namun, tudingan intimidasi tersebut telah dibantah pihak RSI Unisma. HRD RSI Unisma, Nofa Diana, saat itu menjelaskan pihak manajemen tidak pernah melarang pegawai menyampaikan aspirasi.

"Terkait tindakan intimidasi, kami masih mendalami. Karena kami tidak melakukan hal tersebut, teman-teman (pegawai) berhak menyampaikan aspirasi. Harusnya tidak perlu takut apabila yang dilakukan adalah kebenaran," kata Nofa pada Selasa (23/6/2026).

Di sisi lain, Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang Arif Tri Sastyawan membenarkan pihaknya telah menerima laporan resmi dari sekitar 150 karyawan RSI Unisma pada 12 Juni 2026.

Manajemen RSI Unisma juga mengakui kondisi keuangan rumah sakit sedang mengalami tekanan sehingga melakukan efisiensi, termasuk pemotongan komponen gaji sebesar 35 persen terhadap seluruh karyawan. Saat itu, pihak rumah sakit menyebut sekitar 335 pegawai terdampak kebijakan tersebut dan berkomitmen menyelesaikan persoalan hak karyawan.

Hingga berita ini ditulis, JatimTIMES masih berupaya mengonfirmasi kepada pijak manajemen RSI Unisma terkait unggahan terbaru yang menyebut adanya dugaan resign berjamaah di Unit Farmasi Rawat Inap maupun klaim bahwa unit tersebut sempat tutup akibat pengunduran diri para pegawai.


Topik

Peristiwa, RSI Unisma, rumah sakit islam, malang, farmasi rawat inap,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette