Bazar Blitar Djadoel 2026 Catat Omzet Lebih dari Rp 12 Miliar, Antusiasme Masyarakat Lampaui Target
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
A Yahya
15 - Jul - 2026, 03:03
JATIMTIMES – Kesuksesan Bazar Blitar Djadoel 2026 tidak hanya terlihat dari membludaknya pengunjung selama lima hari pelaksanaan, tetapi juga dari capaian perputaran ekonomi yang melampaui perkiraan awal. Setelah seluruh transaksi dihitung, Pemerintah Kota Blitar mencatat omzet kegiatan tersebut telah menembus lebih dari Rp12 miliar.
Capaian itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Parminto, usai dilakukan rekapitulasi ulang terhadap transaksi para pedagang di dalam arena bazar maupun pelaku usaha di kawasan sekitar Alun-Alun Kota Blitar.
Baca Juga : Sentil SiLPA Jumbo, Fraksi PPP-PSI DPRD Jatim: Jangan Biarkan Uang Rakyat Tidur di Bank
Parminto menjelaskan, hingga malam penutupan Bazar Blitar Djadoel 2026, panitia baru merekap omzet penjualan selama empat hari pertama sebesar Rp9.777.028.100. Rinciannya, hari pertama Rp2.219.604.000, hari kedua Rp2.366.793.300, hari ketiga Rp2.508.307.300, dan hari keempat Rp2.682.323.500. Angka tersebut belum mencakup transaksi pada hari terakhir karena banyak pedagang di dalam arena maupun PKL di sekitar lokasi masih melayani pembeli setelah acara penutupan berlangsung.
"Ketika hari terakhir, teman-teman pedagang baik di arena bazar maupun PKL masih berjualan. Setelah kami hitung ulang, ternyata perputaran uang selama lima hari bazar mencapai lebih dari Rp12 miliar," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Menurut Parminto, angka tersebut menjadi indikator kuat bahwa Bazar Blitar Djadoel berhasil menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik Kota Blitar sebagai destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya.

Antusiasme Pengunjung Lampaui Target
Selain dari nilai transaksi, tingginya antusiasme masyarakat juga tercermin dari berbagai indikator lain. Selama lima hari pelaksanaan, panitia mencatat rata-rata sekitar 12 ribu pengunjung memadati kawasan Alun-Alun Kota Blitar setiap sore hingga malam hari.
Ramainya aktivitas pengunjung juga terlihat dari meningkatnya volume sampah yang harus ditangani petugas kebersihan. Setiap hari, Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar mengangkut sekitar dua hingga 2,5 ton sampah dari area bazar. Jumlah tersebut belum termasuk sampah yang diangkut menggunakan dua unit tossa sebanyak dua kali setiap malam.
"Volume sampah menjadi salah satu indikator tingginya aktivitas masyarakat di lokasi bazar. Belum lagi pengangkutan menggunakan tossa yang dilakukan dua kali setiap malam, sehingga jumlah sebenarnya lebih besar," jelas Parminto.
Indikator lain tampak dari kepadatan kendaraan di sekitar lokasi acara. Menurutnya, kendaraan pengunjung tidak hanya memenuhi area parkir resmi, tetapi juga berjejer hingga Jalan Merdeka dan depan Hotel Tugu.
"Kalau parkir sudah sampai Jalan Merdeka dan depan Hotel Tugu, bahkan sisi utara juga penuh, itu menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Dampaknya, penjualan para pedagang juga semakin meningkat," katanya.
Bazar Blitar Djadoel 2026 yang diikuti 535 peserta dari unsur OPD, instansi vertikal, UMKM, IKM, pengrajin batik, hingga pedagang kaki lima itu juga memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja. Selama penyelenggaraan kegiatan, tercatat sebanyak 1.143 tenaga kerja terlibat, mulai dari tenaga dekorasi stand, petugas yang melayani stand peserta, hingga personel kebersihan, keamanan, dan unsur pendukung lainnya.
Keberhasilan penyelenggaraan Bazar Blitar Djadoel 2026 juga didukung kolaborasi 16 sponsor dari sektor perbankan, industri, kuliner, fesyen, hingga produk konsumen, di antaranya Djarum 76, Bank Jatim, PT Amora Putra Jaya, Bank Indonesia, Wardah, Zoya, Olivia Bakery, dan Morinaga Chil-Go.

Konsep Empat Zaman Jadi Magnet Pengunjung
Parminto menilai keberhasilan penyelenggaraan tahun ini tidak lepas dari konsep tematik yang diusung panitia. Bazar Blitar Djadoel menghadirkan lorong waktu empat masa yang memadukan sejarah, budaya, kuliner, ekonomi kreatif, hingga hiburan rakyat dalam satu kawasan.
Parminto mengatakan, sebelum pelaksanaan, panitia juga memperkenalkan konsep empat masa melalui berbagai flyer dan materi promosi yang disebarluaskan kepada masyarakat. Upaya tersebut berhasil membangun rasa penasaran publik sehingga mendorong tingginya kunjungan ke Bazar Blitar Djadoel 2026.
Baca Juga : Head to Head Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026: Siapa Lebih Unggul Jelang Duel Penentu?
"Kami sebelumnya mengimajinasikan konsep empat masa itu melalui AI. Setelah itu kami merilis flyer dan mempublikasikannya melalui berbagai media. Masyarakat pun menjadi semakin penasaran dan ingin melihat langsung," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan banyak pelaku usaha, pedagang, hingga penyedia jasa dari luar daerah yang mengaku puas mengikuti kegiatan tersebut. Mulai pedagang dari Cirebon, Surabaya, hingga penyedia jasa cosplay dari Solo menyampaikan bahwa Bazar Blitar Djadoel menjadi salah satu event paling ramai dibandingkan kegiatan serupa di daerah lain.
"Bahkan teman-teman dari luar kota mengatakan di Blitar luar biasa. Saat daerah lain relatif sepi, di Blitar pengunjungnya sangat ramai," katanya.
Parminto menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, capaian omzet tahun ini meningkat lebih dari 100 persen dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya yang disebut berada di kisaran Rp5 miliar.

Evaluasi untuk Penyelenggaraan Tahun Depan
Meski mencatat hasil yang menggembirakan, Pemkot Blitar tetap melakukan evaluasi menyeluruh sebagai bahan perbaikan penyelenggaraan tahun berikutnya.
Parminto mengakui masih terdapat beberapa kekurangan, di antaranya penataan sejumlah zona tematik yang belum maksimal karena waktu persiapan relatif singkat. Selain itu, hiburan musik di setiap zona belum dapat dihadirkan secara optimal karena beberapa peserta membatalkan keikutsertaan menjelang pelaksanaan.
Fasilitas umum, khususnya toilet, juga menjadi salah satu catatan evaluasi mengingat tingginya jumlah pengunjung setiap hari. Meski demikian, kebutuhan tersebut masih terbantu dengan keberadaan fasilitas di sekitar lokasi, termasuk Masjid Agung Kota Blitar.
Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin menegaskan, keberhasilan Bazar Blitar Djadoel menunjukkan bahwa kolaborasi sejarah, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Ketika sejarah, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif dikolaborasikan dengan baik, manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Inilah esensi Bazar Blitar Djadoel, yakni menguri-uri budaya, menggerakkan ekonomi, dan menyejahterakan masyarakat," ujar Mas Ibin.
Ia memastikan seluruh masukan dan evaluasi akan menjadi bekal penyempurnaan penyelenggaraan Bazar Blitar Djadoel pada tahun mendatang agar semakin tertata, nyaman, dan berkualitas.
"Semangat kebersamaan dan cinta terhadap budaya yang tumbuh selama Bazar Blitar Djadoel akan terus menjadi energi untuk membangun Kota Blitar Baru, Kota Blitar Maju menuju kota masa depan," pungkas Mas Ibin.
