Di Bawah Kepemimpinan M. Rifai, PKB Kabupaten Blitar Beri Panggung Gen Z dan Milenial
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Dede Nana
11 - Jul - 2026, 05:22
JATIMTIMES – DPC PKB Kabupaten Blitar memulai babak baru kepemimpinan dengan melakukan regenerasi besar-besaran dalam kepengurusan periode 2026–2031. Di bawah kepemimpinan Ketua DPC M. Rifai, partai memberikan ruang lebih luas kepada kader dari kalangan Generasi Z dan milenial untuk mengisi posisi strategis di Dewan Tanfidz sebagai motor penggerak organisasi selama lima tahun ke depan.
Regenerasi tersebut ditandai dengan serah terima amanah kepengurusan DPC PKB Kabupaten Blitar periode 2021–2026 kepada pengurus periode 2026–2031 yang berlangsung di Kantor DPC PKB Kabupaten Blitar, Jumat (10/7/2026). Momentum itu sekaligus menjadi titik awal konsolidasi organisasi menuju penguatan struktur partai hingga tingkat kecamatan.
Baca Juga : School Visit Hari Kedua, Wali Kota Blitar Ajak Orang Tua Mantapkan Pilihan ke Sekolah Rakyat
Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar M. Rifai mengatakan penyegaran organisasi merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda apabila partai ingin tetap relevan menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, kepengurusan baru sengaja didominasi wajah-wajah muda, sementara kader senior tetap diberi ruang strategis melalui Dewan Syuro.
"Kami harus berani memulai regenerasi kepemimpinan. Kepengurusan yang saya pimpin kali ini banyak melibatkan anak-anak muda. Bukan berarti kami menafikan pengurus lama, tetapi kami membagi peran. Pengurus senior kami tempatkan di Dewan Syuro, sedangkan generasi muda kami beri kesempatan menjadi pengurus harian di Dewan Tanfidz," ujar Rifai.
Ia menilai kehadiran kader muda akan membawa energi baru sekaligus memperkuat komunikasi politik PKB dengan masyarakat, terutama kalangan milenial dan Generasi Z yang kini menjadi kelompok pemilih dengan jumlah semakin besar.
Selain menjadi momentum pergantian kepengurusan, kegiatan tersebut juga diisi dengan serah terima seluruh aset organisasi yang selama ini dikelola DPC PKB Kabupaten Blitar.
Rifai menjelaskan, aset kantor DPC PKB pada prinsipnya merupakan milik PCNU Kabupaten Blitar. Selama masih dimanfaatkan oleh PKB, aset tersebut tetap menjadi hak pakai partai. Apabila suatu saat tidak lagi digunakan, kepemilikannya akan dikembalikan kepada PCNU.
Usai prosesi serah terima, kepengurusan baru langsung bergerak melakukan konsolidasi melalui kick off Musyawarah Anak Cabang (Musancab). Sebagai langkah awal, DPC membentuk Tim TPPK yang bertugas melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja kepengurusan DPAC selama lima tahun terakhir.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan keberlanjutan kepengurusan di tingkat kecamatan. Musancab dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 9 Agustus 2026 secara bertahap di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.
Rifai menargetkan seluruh proses konsolidasi, mulai dari kepengurusan DPC, badan otonom, lembaga partai hingga DPAC di 22 kecamatan, dapat diselesaikan sebelum akhir 2026.
"Kami ingin membangun organisasi yang lebih segar, lebih adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Anak-anak muda harus diberi ruang untuk belajar memimpin, sementara pengalaman para senior tetap menjadi penuntun dalam mengambil kebijakan organisasi," katanya.
Siapkan Mesin Partai Menuju Pemilu

Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur M. Subaidi Muchtar yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa serah terima kepengurusan bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan bagian dari proses memastikan kesinambungan organisasi.
Menurutnya, seluruh program kerja, administrasi, hingga inventaris organisasi harus diserahkan secara tertib agar kepengurusan baru dapat langsung bekerja tanpa kehilangan arah.
"Ini ada serah terima dari pengurus lama ke pengurus baru. Ini adalah bentuk penyerahan atau serah terima jabatan di sebuah organisasi. Yang diserahkan tentu seluruh hal yang terkait dengan program-program yang lalu maupun inventaris. Yang terpenting, momentum ini menjadi kick off bagi pengurus baru DPC untuk segera running melaksanakan tugas," ujar Subaidi.
Di sisi lain, PKB Kabupaten Blitar juga mulai menyusun strategi menghadapi pemilu mendatang. Saat ini PKB memiliki 11 kursi di DPRD Kabupaten Blitar dan menargetkan peningkatan menjadi 14 kursi pada pemilu berikutnya.
Rifai optimistis target tersebut dapat dicapai apabila regenerasi kepemimpinan berjalan seiring dengan penguatan organisasi hingga tingkat akar rumput. Menurutnya, perpaduan semangat kader muda dengan pengalaman kader senior menjadi modal penting untuk memperkuat mesin partai sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.
"Kami ingin membangun PKB yang lebih segar, adaptif, dan dekat dengan masyarakat. Itu menjadi modal utama menghadapi pemilu mendatang," tutup Rifai.
