School Visit Hari Kedua, Wali Kota Blitar Ajak Orang Tua Mantapkan Pilihan ke Sekolah Rakyat

11 - Jul - 2026, 01:16

Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin (Mas Ibin) memandu langsung rombongan orang tua dan calon peserta didik saat School Visit hari kedua di Sekolah Rakyat Kota Blitar, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan fasilitas sekolah sekaligus memberikan gambaran mengenai sistem pembelajaran dan kehidupan berasrama sebagai bekal orang tua dalam menentukan pilihan pendidikan bagi putra putrinya. (Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)


JATIMTIMES – Pemerintah Kota Blitar terus memperkuat sosialisasi Sekolah Rakyat melalui rangkaian school visit menjelang dimulainya tahun ajaran 2026/2027. Memasuki hari kedua pelaksanaan, Sabtu (11/7/2026), Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin kembali mengajak sekitar 200 keluarga prioritas mengunjungi kompleks Sekolah Rakyat di Jalan Kali Kuning, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, untuk melihat langsung fasilitas dan sistem pembelajaran yang akan diterapkan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Blitar untuk memastikan masyarakat yang menjadi sasaran program memahami secara utuh konsep Sekolah Rakyat. Para orang tua diajak berkeliling meninjau ruang kelas, asrama, fasilitas tempat ibadah, sarana olahraga, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya. Di akhir kegiatan, Pemerintah Kota Blitar juga menyerahkan bantuan beras dan bingkisan kepada calon peserta didik beserta keluarganya.

Baca Juga : Hari Pertama Masuk Sekolah 13 Juli 2026, Ini 5 Cara Agar Si Kecil Tidak Takut dan Cepat Beradaptasi

Wali Kota yang akrab disapa Mas Ibin menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang diprioritaskan bagi anak anak dari keluarga kurang mampu, termasuk anak putus sekolah, keluarga miskin ekstrem, yatim piatu, anak terlantar, maupun mereka yang menghadapi berbagai persoalan sosial.

"Ini saya perlu jelaskan kepada masyarakat, terutama warga Kota Blitar yang memang berhak. Sekolah Rakyat diprioritaskan untuk anak anak yang putus sekolah, berasal dari keluarga miskin ekstrem, broken home, yatim piatu maupun terlantar. Mereka inilah yang diprioritaskan mendapatkan pendidikan berkualitas secara gratis," ujar Mas Ibin.

Menurutnya, Pemerintah Kota Blitar sebelumnya telah melakukan pendataan secara door to door kepada sekitar 1.400 keluarga. Namun, banyak orang tua yang masih ingin melihat langsung kondisi sekolah sebelum memutuskan mendaftarkan anaknya.

"Karena itu kami ajak mereka datang langsung ke sini. Biar melihat sendiri fasilitasnya, prosesnya seperti apa. Setelah melihat langsung, saya yakin orang tua tidak akan khawatir lagi. Bahkan saya yakin mereka akan senang karena ada sekolah dengan kualitas internasional dan fasilitas premium di Kota Blitar," katanya.

Orang Tua Diajak Melihat Langsung Fasilitas Sekolah

Ibin

Mas Ibin mengatakan antusiasme masyarakat terus meningkat. Setelah kunjungan hari pertama diikuti sekitar 200 keluarga, pada hari kedua jumlah peserta juga mencapai sekitar 200 keluarga.

Menurutnya, kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan sebaik mungkin karena kuota penerimaan tahun ajaran pertama terbatas hanya 270 siswa.

"Target kita hanya 270 siswa. Karena itu kami memberikan kesempatan kepada keluarga yang menjadi prioritas pemerintah agar memanfaatkan program ini. Jangan sampai disia siakan karena sekolahnya sangat bagus dan semuanya gratis," ujarnya.

Ia menjelaskan Pemerintah Kota Blitar saat ini terus menyiapkan seluruh kebutuhan operasional bersama Kementerian Sosial sebagai leading sector program.

"Kami dari pemerintah daerah sifatnya supporting. Yang paling mendesak adalah kebutuhan guru dan tata kelola sekolah. Guru guru sudah saya tandatangani penugasannya. Kami all out bersama Kementerian Sosial agar Sekolah Rakyat siap beroperasi pada tahun ajaran baru," katanya.

Mas Ibin juga memastikan orang tua tidak perlu khawatir terhadap sistem asrama, khususnya bagi siswa sekolah dasar.

"Di sini ada wali asuh. Mereka menjadi pengganti orang tua. Wali asuhnya orang orang yang berpengalaman dan memahami psikologi anak. Kalau ada anak yang kangen orang tua atau belum bisa mandiri, mereka akan didampingi. Jadi saya yakin anak anak akan betah tinggal di sini," jelasnya.

Selain mengajak berkeliling, Pemerintah Kota Blitar juga memberikan bingkisan kepada calon peserta didik dan bantuan beras bagi keluarga mereka.

"Kami ingin pendidikan itu menyenangkan. Pemerintah juga harus membuat masyarakat senang. Karena tugas kami adalah melayani masyarakat," tambahnya.

Pendidikan Berkualitas untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan

Ibin

Kepala Dinas Sosial Kota Blitar Eka Atikah mengatakan kunjungan tersebut diikuti lebih dari 400 peserta karena sebagian keluarga datang bersama lebih dari satu calon peserta didik.

Baca Juga : Rekomendasi Drakor Terbaru untuk Akhir Pekan, Ada Thriller Romantis hingga Kisah Penuh Emosi

"Yang kami undang sekitar 200 orang tua beserta anaknya, sehingga total peserta lebih dari 400 orang. Memang sebagian besar orang tua masih khawatir anaknya belum terbiasa tinggal di asrama. Setelah melihat langsung fasilitasnya, kami berharap kekhawatiran itu berkurang," ujarnya.

Menurut Eka, perhatian terhadap siswa menjadi salah satu keunggulan Sekolah Rakyat. Setiap wali asuh hanya mendampingi sekitar 10 anak sehingga pengawasan dapat dilakukan secara lebih intensif.

"Kita berharap setelah melihat bagaimana kondisi bangunan dan proses belajar mengajarnya, kekhawatiran orang tua tidak terjadi lagi. Di Sekolah Rakyat ada wali asuh dan wali asrama. Satu wali asuh hanya mendampingi 10 anak. Padahal dulu saat saya menjadi pengasuh di sekolah kedinasan, satu wali asuh bisa mendampingi sampai 50 anak. Jadi perhatian dan pengawasannya jauh lebih intens," ujar Eka.

Ia menambahkan seluruh kebutuhan dasar siswa juga disiapkan pemerintah, mulai seragam sekolah, pakaian santai, pakaian dalam, perlengkapan mandi hingga konsumsi tiga kali sehari.

Selain pendidikan formal, siswa akan memperoleh pembinaan karakter dan pelatihan keterampilan sesuai bakat masing masing melalui program talent DNA yang melibatkan psikolog.

"Kami ingin setiap anak keluar dari Sekolah Rakyat sudah memiliki keterampilan sesuai potensi masing masing. Ada pelatihan menjahit, membatik, konten kreator dan berbagai life skill lainnya. Bahkan keluarga siswa juga menjadi prioritas berbagai program pemberdayaan ekonomi, bantuan usaha maupun rehabilitasi rumah tidak layak huni agar mata rantai kemiskinan benar benar bisa diputus," jelas Eka.

Ia menargetkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dimulai pada 31 Juli 2026 setelah seluruh pekerjaan konstruksi selesai.

Fasilitas Lengkap dan Pembinaan Karakter Jadi Andalan

Sekolah rakyat

Sekolah Rakyat Kota Blitar sendiri dibangun di atas lahan seluas 55.542 meter persegi. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah berasrama program Kementerian Sosial tersebut akan menampung 270 siswa, terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Kompleks pendidikan itu dilengkapi ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, asrama putra dan putri, masjid, gedung serbaguna, kantin, klinik kesehatan, dapur, ruang makan, serta berbagai fasilitas olahraga seperti lapangan basket, mini soccer, jogging track, green house, dan botanical garden. Kurikulum nasional dipadukan dengan pendidikan karakter melalui sistem asrama yang menekankan kepemimpinan, spiritualitas, nasionalisme, keterampilan hidup, serta talent mapping bagi setiap peserta didik.

Salah seorang calon wali siswa, Tarik, warga Kota Blitar, mengaku semakin yakin mendaftarkan anaknya setelah melihat langsung kondisi Sekolah Rakyat.

"Setelah melihat fasilitasnya, ruang kelasnya bagus, asramanya nyaman, dan penjelasan dari Pak Wali maupun Dinas Sosial sangat jelas. Kami jadi lebih tenang dan berharap anak bisa belajar dengan baik di sini," ujarnya.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Blitar bersama Kementerian Sosial berharap Sekolah Rakyat tidak hanya menghadirkan akses pendidikan berkualitas bagi keluarga yang membutuhkan, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk membangun sumber daya manusia unggul sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi di Kota Blitar. 


Topik

Peristiwa, School Visit, Wali Kota Blitar, Orang Tua, Sekolah Rakyat,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette