Suhu Bromo Masih 5,6 Derajat Celsius, Ini 5 Daerah Terdingin di Jatim Hari Ini
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
10 - Jul - 2026, 01:18
JATIMTIMES - Udara dingin masih menyelimuti sejumlah wilayah di Jawa Timur. Berdasarkan data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu minimum di kawasan Gunung Bromo kembali menjadi yang terendah dengan mencapai 5,6 derajat Celsius pada periode pengamatan 9 Juli 2026 pukul 07.01 WIB hingga 10 Juli 2026 pukul 07.00 WIB.
Fenomena suhu dingin ini merupakan bagian dari bediding, kondisi yang umum terjadi saat puncak musim kemarau. BMKG memperkirakan udara dingin masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur hingga beberapa pekan ke depan.
Baca Juga : Putusan MK SD-SMP Gratis, DPRD Jatim Dorong Pemetaan Skema Anggaran Swasta
BMKG menjelaskan, suhu dingin dipicu oleh beberapa faktor. Pada malam hari, langit cenderung cerah sehingga panas dari permukaan bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer.
Selain itu, angin timuran yang bertiup dari Benua Australia membawa massa udara kering dan lebih dingin ke wilayah Indonesia. Kondisi tersebut menyebabkan kelembapan udara menurun sehingga suhu pada malam hingga pagi hari terasa lebih rendah dibanding biasanya.
Berdasarkan data jaringan Automatic Weather Station (AWS) dan Automatic Agroclimate Weather Station (AAWS) BMKG, berikut lima wilayah dengan suhu minimum terendah di Jawa Timur:
1. AWS Bromo, Probolinggo: 5,6°C
2. STAGEOF Pasuruan: 14,6°C
3. AWS Kota Batu: 14,7°C
4. Lanud Abdulrachman Saleh, Malang: 15,0°C
5. AWS Karangan, Trenggalek: 15,3°C
BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang berada di kawasan dataran tinggi, untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan selama fenomena bediding berlangsung.
Beberapa hal yang disarankan antara lain:
Baca Juga : Kunjungi Progres Sekolah Rakyat, Bupati Jember Sebut Sebagai Sekolah Termegah
• Mengenakan pakaian hangat saat beraktivitas pada malam dan pagi hari.
• Menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta memenuhi kebutuhan cairan.
• Waspada terhadap kabut pagi yang dapat mengurangi jarak pandang, khususnya bagi pengendara di wilayah pegunungan.
Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca.
