Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Diundur di Tengah Membludaknya Pelayat dan Berlanjutnya Serangan AS

09 - Jul - 2026, 06:55

Jenazah Ayatollah Ali Khamenei. (Foto X @IraninIndonesia)


JATIMTIMES - Pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengalami penundaan dari jadwal yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada Kamis (9/7/2026) pagi waktu setempat. Upacara pemakaman kini diperkirakan digelar pada Kamis pukul 14.30 waktu Iran atau sekitar pukul 18.00 WIB.

Penundaan jadwal tersebut terjadi di tengah situasi keamanan yang masih memanas akibat konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Selain itu, prosesi pemakaman juga diwarnai membludaknya massa pelayat yang memadati sejumlah kota di Irak.

Baca Juga : Jurus Jitu untuk Kuliah ke Luar Negeri

Mengutip Al Jazeera, iring-iringan yang membawa jenazah Ali Khamenei sempat mengalami kesulitan meninggalkan wilayah Irak karena lautan manusia yang memadati Kota Najaf dan Karbala pada Rabu (8/7/2026).

Kerumunan pelayat yang sangat besar membuat perjalanan rombongan jenazah tertahan sehingga jadwal pemakaman di Kota Mashhad harus mengalami penyesuaian. Saat ini, peti jenazah Ali Khamenei dilaporkan telah tiba di Mashhad, yang menjadi lokasi pelaksanaan upacara pemakaman.

Di sisi lain, situasi di Iran juga semakin rumit setelah layanan kereta api menuju Mashhad dihentikan. Menurut laporan, operasional kereta dihentikan setelah dua jembatan jalur kereta api di provinsi timur menuju Mashhad dilaporkan hancur akibat serangan Amerika Serikat.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim serangan tersebut dilakukan untuk menghambat jalannya prosesi pemakaman.

IRGC juga menyatakan bahwa serangan balasan Iran ke pangkalan Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait merupakan respons atas serangan terhadap infrastruktur tersebut.

Dalam pernyataannya, IRGC menuduh Amerika Serikat sengaja menghancurkan dua jembatan kereta api guna menghalangi pelaksanaan upacara pemakaman yang mereka sebut sebagai pemakaman "bersejarah".

"Jika AS mengulangi serangannya, tanggapan keras Iran akan diperluas untuk mencakup pangkalan-pangkalan Amerika lainnya di wilayah tersebut," demikian pernyataan IRGC sebagaimana dikutip Al Jazeera.

Sementara itu, berlanjutnya serangan Amerika Serikat ke Iran kembali menelan korban jiwa.

Baca Juga : Perkuat Keamanan Siber, Pemkot Surabaya Perpanjang Kerja Sama dengan BSSN hingga 2030

Mengutip AFP, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan sedikitnya 14 orang tewas dan 78 orang lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan yang terjadi pada hari kedua operasi militer tersebut.

Kepala Humas Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, menjelaskan kondisi para korban melalui unggahan di media sosial X.

"Dari jumlah korban luka tersebut, sebanyak 47 orang masih dirawat di rumah sakit dan sisanya telah diperbolehkan pulang setelah menerima perawatan medis," kata Hossein Kermanpour, seperti dikutip AFP, Kamis (9/7/2026).

Kementerian Kesehatan Iran tidak menjelaskan lebih lanjut apakah korban yang tewas maupun terluka berasal dari kalangan sipil atau personel militer.

Dengan kondisi keamanan yang masih belum kondusif, prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei akan berlangsung di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Otoritas Iran masih terus memantau situasi keamanan menjelang pelaksanaan upacara pemakaman di Kota Mashhad.


Topik

Internasional, Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Pelayat, Serangan AS,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette