Suhu Bromo Turun Lagi, Berikut 5 Daerah Terdingin di Jatim Hari Ini
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
09 - Jul - 2026, 10:24
JATIMTIMES - Suhu udara di sejumlah wilayah Jawa Timur kembali turun pada puncak musim kemarau. Berdasarkan pengamatan BMKG Juanda, kawasan Gunung Bromo menjadi daerah dengan suhu minimum terendah, yakni mencapai 5,6 derajat Celcius.
Fenomena udara dingin atau yang dikenal masyarakat sebagai bediding diperkirakan masih akan berlangsung hingga Agustus 2026. Kondisi ini dipicu langit cerah pada malam hari yang membuat panas dari permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer, ditambah hembusan angin timuran yang membawa massa udara kering dari Australia.
Baca Juga : Tren Transportasi Jatim: Kereta Api Melesat, Penumpang Pesawat dan Kapal Menurun
Berdasarkan data Automatic Weather Station (AWS) dan Automatic Agroclimate Weather Station (AAWS) BMKG untuk periode pengamatan Rabu, 8 Juli 2026 pukul 07.01 WIB hingga Kamis, 9 Juli 2026 pukul 07.00 WIB, sebagian besar wilayah dengan suhu terendah berada di kawasan dataran tinggi.
Berikut lima lokasi dengan suhu minimum terendah berdasarkan data BMKG:
1. AWS Bromo, Kabupaten Probolinggo: 5,6 derajat Celcius
2. Stageof Pasuruan: 13,6 derajat Celcius
3. AWS Kota Batu: 13,9 derajat Celcius
4. Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang: 14,6 derajat Celcius
5. AWS Bondowoso: 15,5 derajat Celcius
BMKG menjelaskan, fenomena bediding merupakan kondisi yang umum terjadi saat musim kemarau.
Pada malam hari, langit yang relatif cerah membuat radiasi panas dari permukaan bumi lebih mudah lepas ke atmosfer sehingga suhu udara turun lebih cepat.
Selain itu, angin timuran dari Australia membawa udara yang lebih dingin dan kering sehingga suhu di Jawa Timur, terutama wilayah dataran tinggi, terasa lebih rendah dibanding biasanya.
Baca Juga : Jatim Dilanda Bediding, Ini Rekomendasi Kuliner Hangat yang Cocok Dinikmati Saat Cuaca Dingin
Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang berada di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, untuk menjaga kondisi tubuh saat beraktivitas pada malam hingga pagi hari.
Masyarakat juga disarankan mengenakan pakaian hangat, memenuhi kebutuhan cairan dan makanan bergizi, serta mewaspadai potensi kabut pada pagi hari yang dapat mengurangi jarak pandang, terutama bagi pengendara.
BMKG meminta masyarakat terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca selama musim kemarau.
