Tren Transportasi Jatim: Kereta Api Melesat, Penumpang Pesawat dan Kapal Menurun
Reporter
Irsya Richa
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
08 - Jul - 2026, 06:46
JATIMTIMES - Moda transportasi di Jawa Timur menunjukkan tren yang berbeda pada Mei 2026. Di tengah menurunnya jumlah penumpang pesawat dan angkutan laut, kereta api justru semakin diminati masyarakat.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat jumlah penumpang kereta api mencapai 2,57 juta orang atau meningkat 4,70 persen dibandingkan April 2026. Dibandingkan April yang tercatat sebanyak 2,46 juta penumpang.
Baca Juga : Anak Bermain Korek Api Diduga Jadi Pemicu Kebakaran Rumah di Pakisaji
Kenaikan tersebut terjadi pada seluruh segmen layanan. Penumpang kelas lokal meningkat dari 1,60 juta menjadi 1,66 juta orang atau naik 3,76 persen. Sementara kelas utama mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 6,46 persen menjadi sekitar 910 ribu penumpang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Herum Fajarwati, mengatakan kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat karena mampu melayani mobilitas dalam jumlah besar, terutama untuk perjalanan antarkota di Jawa Timur.
“Pada Mei 2026, jumlah penumpang kereta api di Jawa Timur meningkat menjadi 2,57 juta orang atau naik 4,70 persen dibandingkan April 2026. Kenaikan terjadi baik pada layanan kelas lokal maupun kelas utama,” ucap Herum.
Dominasi layanan kereta juga terlihat dari wilayah operasional. Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya masih menjadi penyumbang terbesar dengan mengangkut 79,70 persen dari total penumpang kereta api di Jawa Timur.
Di sisi lain, sektor transportasi udara justru menunjukkan perlambatan. Jumlah penumpang domestik yang berangkat melalui bandara di Jawa Timur turun cukup tajam, yakni 19,81 persen, dari 498,38 ribu orang pada April menjadi 399,65 ribu orang pada Mei 2026.
Meski demikian, jumlah penumpang domestik yang datang mengalami kenaikan tipis sebesar 0,06 persen, menjadi 401,03 ribu orang. Sementara penumpang internasional yang tiba di Bandara Juanda tercatat turun 6,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Menurut Herum, Bandara Juanda masih menjadi pintu masuk utama transportasi udara di Jawa Timur dengan menguasai lebih dari 95 persen pergerakan penumpang domestik maupun internasional.
“Bandara Juanda masih mendominasi pergerakan penumpang udara di Jawa Timur, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional,” imbuhnya.
Baca Juga : Masuk Sekolah Lagi? Simak Tips Pilih Model Rambut dan Seragam agar Tetap Rapi
Tren penurunan juga terjadi pada angkutan laut. Jumlah penumpang yang berangkat dari pelabuhan di Jawa Timur pada Mei 2026 hanya mencapai 115,74 ribu orang, atau turun 53,79 persen dibandingkan April.
Begitu pula dengan penumpang yang datang melalui jalur laut yang tercatat turun 29,14 persen menjadi 103,72 ribu orang. Meski demikian, aktivitas logistik melalui pelabuhan masih menunjukkan kinerja positif.
BPS mencatat volume barang yang dimuat melalui pelabuhan di Jawa Timur meningkat 12 persen menjadi 2,96 juta ton. Sebaliknya, volume barang yang dibongkar turun 4,27 persen menjadi 3,04 juta ton.
Herum menjelaskan bahwa perbedaan tren antar moda transportasi menunjukkan adanya perubahan pola mobilitas masyarakat maupun aktivitas distribusi barang selama Mei 2026.
“Setiap moda transportasi memiliki karakteristik permintaan yang berbeda. Pada Mei 2026 terlihat angkutan kereta api mengalami peningkatan jumlah penumpang, sementara angkutan udara dan laut menunjukkan penurunan pada beberapa indikator pergerakan penumpang,” tutupnya.
