Aktivitas Jaringan Solana Meledak, Mampukah SOL Tembus US$120?
06 - Jul - 2026, 07:03
Aktivitas jaringan Solana kembali menunjukkan pertumbuhan signifikan meski harga SOL masih bergerak jauh di bawah rekor tertingginya. Lonjakan jumlah alamat aktif dan transaksi harian menjadi sinyal positif bagi fundamental jaringan.
Namun, apakah peningkatan aktivitas tersebut cukup kuat untuk mendorong harga SOL menembus level psikologis US$120 dalam beberapa bulan mendatang? Kondisi ini memunculkan optimisme bahwa fundamental jaringan mulai menguat meskipun sentimen pasar belum sepenuhnya pulih.
Baca Juga : Tim Gabungan Satresnarkoba dan Polsek Panji Gerebek Kos di Mimbaan, Sabu Siap Edar 4,41 Gram Disita
Namun bagi sebagian investor mereka tetap mengikuti stablecoin, dengan memantau USDT sekarang sebagai acuan pergerakan stablecoin di pasar kripto. Selain nilai yang lebih stabil sangat cocok untuk melakukan transaksi.
Tak hanya itu, ada juga trader juga terus mengikuti perkembangan hyperliquid hari ini untuk melihat bagaimana kondisi pasar derivatif kripto mempengaruhi sentimen investor terhadap berbagai altcoin, termasuk Solana.
Data terbaru dari Glassnode menunjukkan jumlah alamat aktif Solana terus meningkat hingga mendekati level tertinggi sepanjang tahun. Bersamaan dengan itu, kapasitas transaksi jaringan juga mengalami lonjakan yang mengindikasikan semakin tingginya aktivitas pengguna maupun aplikasi yang berjalan di atas blockchain tersebut.
Meski demikian, harga SOL masih berada di kisaran US$77 atau sekitar 74 persen lebih rendah dibandingkan rekor tertingginya di sekitar US$293. Perbedaan antara meningkatnya aktivitas jaringan dan belum pulihnya harga menjadi salah satu fenomena yang menarik perhatian analis.
Aktivitas On-Chain Solana Semakin Kuat
Berdasarkan data Glassnode, jumlah alamat aktif di jaringan Solana kini mendekati angka tujuh juta. Angka tersebut hampir menyamai rekor tertinggi sepanjang tahun dan menunjukkan semakin banyak pengguna yang berinteraksi dengan jaringan.
Alamat aktif merupakan salah satu indikator penting dalam analisis on-chain karena mencerminkan tingkat penggunaan blockchain secara nyata.
Semakin banyak alamat yang aktif melakukan transaksi, semakin besar pula kemungkinan ekosistem tersebut digunakan oleh investor, pengembang aplikasi, maupun berbagai layanan berbasis blockchain.
Selain pertumbuhan jumlah pengguna aktif, performa jaringan Solana juga terlihat dari meningkatnya rata-rata transaksi per detik atau transactions per second (TPS). Dalam rata-rata tujuh hari terakhir, jaringan mampu memproses hampir 1.100 TPS.
Angka tersebut mendekati kapasitas tertinggi yang pernah dicapai Solana sejak jaringan ini diluncurkan. Kinerja tersebut semakin memperkuat reputasi Solana sebagai salah satu blockchain dengan kecepatan transaksi tertinggi di industri aset digital.
Meme Coin dan Airdrop Masih Mendominasi Aktivitas
Laporan Glassnode menyebutkan bahwa sebagian besar peningkatan aktivitas jaringan masih berasal dari peluncuran meme coin dan berbagai program airdrop. Fenomena tersebut memang telah menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan Solana sejak beberapa tahun terakhir.
Biaya transaksi yang murah serta kecepatan pemrosesan yang tinggi membuat banyak pengembang memilih Solana sebagai tempat meluncurkan proyek baru. Setiap peluncuran token baru biasanya mendorong ribuan hingga jutaan transaksi dalam waktu singkat.
Selain itu, program airdrop yang diberikan kepada pengguna aktif juga meningkatkan jumlah wallet yang berinteraksi dengan jaringan.
Meski sebagian aktivitas tersebut bersifat spekulatif, peningkatan penggunaan tetap memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekosistem karena memperluas jumlah pengguna dan meningkatkan likuiditas di berbagai aplikasi decentralized finance (DeFi).
Namun demikian, analis mengingatkan bahwa keberlanjutan aktivitas tersebut akan menjadi faktor yang jauh lebih penting dibandingkan lonjakan sesaat. Jika pengguna tetap aktif setelah program airdrop berakhir, fundamental Solana dinilai akan semakin kuat.
Harga SOL Masih Bergerak dalam Tren Konsolidasi
Walaupun aktivitas jaringan meningkat tajam, harga SOL belum menunjukkan perubahan tren yang signifikan. Pada awal Juli 2026, SOL masih diperdagangkan di sekitar US$77. Secara teknikal, harga masih bergerak di bawah beberapa area resistance penting sehingga tekanan jual belum sepenuhnya menghilang.
Analis menilai area support utama saat ini berada di kisaran US$73. Selama level tersebut mampu dipertahankan, peluang pemulihan harga masih terbuka.
Namun apabila tekanan jual kembali meningkat dan harga turun di bawah area tersebut, SOL berpotensi menguji zona permintaan berikutnya di sekitar US$63. Di sisi atas, resistance terdekat berada pada kisaran US$80.
Apabila harga berhasil ditutup secara konsisten di atas level tersebut, peluang kenaikan menuju US$100 bahkan US$120 diperkirakan akan semakin besar. Level tersebut menjadi target jangka menengah yang kini banyak diperhatikan trader.
Upgrade Alpenglow Menjadi Katalis Baru
Selain peningkatan aktivitas jaringan, Solana juga tengah mempersiapkan pembaruan besar bernama Alpenglow. Upgrade ini difokuskan pada penyempurnaan mekanisme konsensus jaringan.
Baca Juga : Otokritik Wawali Heli: Seniman Bunga Kota Batu Diakui Nasional, tapi Taman Daerah Belum Maksimal
Melalui pembaruan tersebut, Solana diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses validasi transaksi sekaligus mempercepat finalitas blok.
Jika implementasi berjalan sesuai jadwal, Alpenglow diperkirakan mulai memasuki tahap aktivasi pada kuartal ketiga 2026. Keberhasilan upgrade ini berpotensi memperkuat daya saing Solana dibandingkan blockchain layer-1 lainnya.
Banyak analis menilai pembaruan teknologi sering menjadi katalis positif bagi harga aset kripto karena meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang jaringan. Meski demikian, dampak sebenarnya baru akan terlihat setelah implementasi berlangsung dan mulai digunakan secara luas oleh komunitas.
Sentimen Pasar Global Masih Menjadi Tantangan
Di balik berbagai perkembangan positif tersebut, Solana tetap menghadapi tantangan dari kondisi pasar kripto secara keseluruhan. Sentimen global masih relatif berhati-hati karena arus dana pada beberapa produk investasi aset digital belum menunjukkan pemulihan yang konsisten.
Tekanan jual di pasar Bitcoin juga masih memengaruhi pergerakan sebagian besar altcoin. Ketika Bitcoin mengalami koreksi, aset seperti SOL umumnya ikut mengalami tekanan meskipun fundamental jaringannya terus membaik.
Karena itu, peningkatan aktivitas on-chain saja belum tentu cukup untuk mendorong harga naik secara signifikan apabila kondisi pasar secara keseluruhan belum mendukung. Faktor makroekonomi, kebijakan suku bunga, hingga arus investasi institusional tetap menjadi variabel yang perlu diperhatikan investor.
Bisakah SOL Menembus US$120?
Pertanyaan terkait Peluang Solana mencapai level US$120 masih terbuka apabila beberapa faktor positif terjadi secara bersamaan.
Pertama, aktivitas jaringan perlu tetap meningkat secara berkelanjutan sehingga menunjukkan pertumbuhan pengguna yang nyata, bukan sekadar lonjakan sementara akibat peluncuran meme coin atau program airdrop.
Kedua, implementasi Alpenglow harus berjalan lancar dan memberikan peningkatan performa yang benar-benar dirasakan pengguna.
Ketiga, sentimen pasar kripto secara keseluruhan perlu kembali membaik sehingga arus modal mulai mengalir ke aset berisiko, termasuk altcoin.
Jika ketiga faktor tersebut mampu saling mendukung, target harga di kisaran US$100 hingga US$120 menjadi lebih realistis dalam jangka menengah. Sebaliknya, apabila aktivitas jaringan kembali melambat atau pasar kripto mengalami tekanan lanjutan, SOL kemungkinan masih akan bergerak dalam fase konsolidasi.
Pada akhirnya, data terbaru menunjukkan bahwa fundamental Solana saat ini berkembang lebih cepat dibandingkan pergerakan harganya.
Kondisi tersebut membuat banyak pelaku pasar mulai memantau SOL sebagai salah satu blockchain yang memiliki potensi pertumbuhan menarik apabila momentum positif jaringan berhasil dipertahankan dalam beberapa bulan mendatang.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli kripto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat kripto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
