Belum Miliki Sekolah Rakyat Permanen, Calon Siswa dari Kota Malang Harus Dititipkan ke Daerah Lain

Reporter

Tubagus Achmad

06 - Jul - 2026, 06:00

Bangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di salah satu daerah di Indonesia. (Foto: Dok. Istimewa)


JATIMTIMES - Kondisi belum adanya bangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di Kota Malang membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang harus memutar otak dan menjalin komunikasi intensif dengan pihak Kementerian Sosial RI serta pemerintah daerah lainnya, terkait penempatan calon siswa Sekolah Rakyat dari Kota Malang. 

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang Donny Sandito Widoyoko menyampaikan, hingga saat ini Kota Malang belum memiliki bangunan gedung Sekolah Rakyat permanen. 

Baca Juga : Perangi LGBT, Pemkot Malang Belum Paparkan Langkah Konkret di Tengah Tingginya Kasus HIV

Menurutnya, kondisi terkait belum adanya bangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di Kota Malang membuat Pemkot Malang harus menitipkan calon siswa Sekolah Rakyat dari Jota Malang ke daerah lain yang telah memiliki bangunan gedung Sekolah Rakyat permanen. 

Donny mengatakan, keterbatasan itu membuat penerimaan calon siswa jenjang Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) di Kota Malang tidak dilakukan. Pasalnya, selain belum adanya bangunan gedung Sekolah Rakyat permanen, juga belum ada arahan dan petunjuk dari Kementerian Sosial RI sekaku leading sector pelaksanaan Program Sekolah Rakyat secara nasional. 

"Untuk tahun ini, untuk siswa SMP kita masih belum ada petunjuk dari pemerintah pusat untuk perekrutan (calon siswa baru)," ungkap Donny kepada JatimTIMES.com. 

Namun, Pemkot Malang dalam hal ini Dinsos-P3AP2KB hanya diminta untuk melakukan perekrutan atau penerimaan calon siswa baru pada jenjang Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA). Di mana untuk pendataan anak-anak yang masuk kriteria sebagai calon siswa SRMA, pihaknya mengandalkan tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). 

"Sampai saat ini laporan dari teman-teman pendamping PKH, sudah terdata sekitar 130 calon murid baru yang nantinya akan mengikuti serangkaian proses seleksi administrasi. Di mana untuk kuotanya ada tiga rombel atau 75 anak," ujar Donny. 

Setelah selesai mengikuti serangkaian proses seleksi administrasi, nantinya para calon murid baru SRMA dari Kota Malang bakal dititipkan ke daerah-daerah lain yang telah memiliki bangunan gedung Sekolah Rakyat permanen. Mengingat, Kota Malang yang dikenal sebagai kota pendidikan belum memiliki bangunan gedung Sekolah Rakyat permanen. 

Baca Juga : Dua Kali Ganti Lokasi, Pembangunan Sekolah Rakyat Kota Malang Masih Belum Pasti

"Info dari Kementerian Sosial RI, nanti (calon murid baru) SRMA ini akan dititipkan di SR yang sudah terbangun permanen. Entah di Kota Blitar, Kabupaten Blitar atau di Kabupaten Malang," tutur Donny. 

Sementara itu, mantan Camat Kedungkandang itu mengatakan, jika ke depan dari Kementerian Sosial RI memberikan petunjuk terkait penerimaan calon murid baru pada jenjang SRMP dapat dilaksanakan, maka para siswa baru juga bakal dititipkan ke daerah lain. 

"Kalau misalnya memang nanti ada perekrutan, ya harapan kami nanti bisa dititipkan di Sekolah Rakyat yang tidak jauh dari Kota Malang, karena di Malang masih belum terbangun (gedung Sekolah Rakyat permanen)," pungkas Donny. 


Topik

Pendidikan, sekolah rakyat, kota malang,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette