Susun Program dan Anggaran Tahun Ajaran Baru, Perencanaan Berbasis Data Jadi Fokus MTsN 2 Kota Malang
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
A Yahya
05 - Jul - 2026, 06:43
JATIMTIMES – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Malang mulai menyusun arah kebijakan dan program prioritas Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menempatkan perencanaan berbasis data sebagai fondasi utama. Langkah tersebut ditempuh melalui penyusunan Panduan Operasional Madrasah (POM), Rencana Kerja Tahunan (RKT), serta Anggaran Madrasah yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan riil lembaga sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Proses penyusunan dokumen strategis tersebut dibahas dalam rapat kerja yang belum lama ini diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan bersama unsur Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, pengawas madrasah, Komite Madrasah, serta menghadirkan Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI, Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd., sebagai narasumber utama.
Baca Juga : Posisi Berkendara yang Benar, Kunci Jago Cari_Aman Biar Happy
Kepala MTsN 2 Kota Malang, Anita Yusianti, M.Pd., mengatakan penyusunan program kerja tidak lagi sekadar memenuhi agenda tahunan, tetapi diarahkan agar setiap kebijakan memiliki target yang jelas, terukur, dan berdampak terhadap peningkatan mutu pendidikan.
"Rapat kerja ini menjadi momentum untuk menyusun program yang inovatif, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan. Keberhasilan madrasah hanya dapat dicapai melalui sinergi, komitmen, dan budaya kerja yang profesional," ujar Anita.
Komitmen serupa juga disampaikan Ketua Komite Madrasah, Sjahlan, B.A. Menurutnya, komite akan terus mendukung berbagai program pengembangan yang disusun madrasah agar implementasinya berjalan optimal dan memberi manfaat bagi peserta didik.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Malang, Abdul Mughni, S.Ag., M.Pd., menekankan bahwa penyusunan program harus diawali dengan Analisis Lingkungan Internal (ALI) dan Analisis Lingkungan Eksternal (ALE). Kedua instrumen tersebut dinilai penting untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, maupun tantangan yang dihadapi madrasah sebelum menetapkan program prioritas.
"Melalui ALI dan ALE, program yang disusun akan lebih tepat sasaran karena didasarkan pada kebutuhan nyata serta mampu merespons dinamika perkembangan pendidikan," kata Abdul Mughni saat membuka rapat kerja.

Dalam sesi penguatan, Dr. Ahmad Hidayatullah memaparkan lima strategi membangun budaya unggul di lingkungan madrasah, yakni kepemimpinan visioner dan keteladanan, tata kelola berbasis data dan evaluasi, pengembangan sumber daya manusia, akuntabilitas serta transparansi, dan penguatan karakter peserta didik. Menurutnya, kelima aspek tersebut saling berkaitan dalam membangun madrasah yang adaptif dan memiliki daya saing.
Ia juga menjelaskan fungsi Panduan Operasional Madrasah sebagai acuan dalam menyusun program, pengembangan kurikulum, hingga pengelolaan lembaga secara sistematis dan berkelanjutan.
Usai sesi pemaparan, setiap bidang melaksanakan pembahasan teknis untuk menyusun program kerja, indikator keberhasilan, serta kebutuhan anggaran berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan. Penyusunan dilakukan bersama penanggung jawab dari Komite Madrasah agar setiap rencana memiliki ukuran kinerja yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hasil rapat kerja tersebut akan menjadi dasar penyusunan POM, RKT, dan Anggaran Madrasah Tahun Ajaran 2026/2027. Dokumen tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pedoman administrasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan efektivitas program, serta menjaga konsistensi MTsN 2 Kota Malang dalam meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi peserta didik.
