Guru MIN 1 Kota Malang Sandang Gelar Doktor, Jadi yang Pertama di Lingkungan MIN 1

Editor

A Yahya

04 - Jul - 2026, 08:32

Guru MIN 1 Kota Malang, M. Dwi Cahyono menjadi guru yang meriah gelar doktor pertama dilingkungan MIN 1 (ist)


JATIMTIMES - Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat menilai kualitas sebuah lembaga pendidikan. Reputasi madrasah kini tidak lagi hanya dibangun melalui prestasi akademik, tetapi juga ditentukan oleh kemampuan mengelola komunikasi publik secara terbuka, adaptif, dan terpercaya. Berangkat dari realitas tersebut, guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang, M. Dwi Cahyono, menghadirkan sebuah riset yang mengupas strategi membangun reputasi madrasah di tengah perubahan lanskap komunikasi digital.

Riset tersebut mengantarkan M. Dwi Cahyono meraih gelar doktor pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. Ia dinyatakan lulus dalam Ujian Promosi Doktor yang digelar di Auditorium Gedung SBY B Lantai IV Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga : Soroti Galian Dekat Makam Raja, Harisandi DPRD Jatim Tagih Ketegasan Dinas ESDM

Pencapaian itu tidak hanya menjadi keberhasilan akademik pribadi, tetapi juga menorehkan sejarah baru bagi MIN 1 Kota Malang. M. Dwi Cahyono resmi menjadi doktor pertama di lingkungan madrasah tersebut, sebuah capaian yang memperkuat budaya akademik sekaligus menjadi inspirasi bagi tenaga pendidik untuk terus mengembangkan kompetensi melalui riset.

1

Dalam sidang terbuka tersebut, M. Dwi Cahyono mempertahankan disertasi berjudul "Strategi Komunikasi Kehumasan dalam Membangun Reputasi Madrasah di Era Digital (Studi Multisitus di MIN 1 dan MIN 2 Kota Malang)." Penelitian itu mengkaji bagaimana fungsi kehumasan berkembang dari sekadar penyampai informasi menjadi instrumen strategis dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan Islam.

Melalui penelitian multisitus di dua madrasah negeri, ia menelaah berbagai strategi komunikasi yang diterapkan untuk memperkuat reputasi lembaga, mulai dari pengelolaan informasi yang akurat, pemanfaatan media digital sebagai saluran komunikasi, hingga membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, pengelolaan kehumasan yang terencana menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan citra sekaligus daya saing madrasah di tengah perkembangan teknologi informasi.

Topik tersebut bukan lahir dari ruang akademik semata, melainkan berangkat dari pengalaman panjangnya di dunia kehumasan. Sebelum dipercaya sebagai Penjamin Mutu Madrasah Bidang Kehumasan, M. Dwi Cahyono pernah mengemban amanah sebagai Koordinator Bidang Kehumasan MIN 1 Kota Malang. Pengalaman mengelola publikasi, membangun hubungan dengan masyarakat, serta mengembangkan strategi komunikasi kelembagaan menjadi fondasi utama dalam penyusunan disertasi tersebut.

Selama ujian promosi, promovendus memaparkan hasil penelitiannya secara komprehensif di hadapan dewan penguji yang dipimpin Direktur Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd. Sidang juga diikuti Prof. Dr. H. Abd. Haris, M.Ag., Prof. Dr. H. Sugeng Listyo Prabowo, M.Pd., Prof. Dr. Esa Nur Wahyuni, M.Pd., Dr. Indah Aminatur Zuhriyah, M.Pd., Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., serta Prof. Dr. H. Moh. Padil, M.Pd.I.

Capaian ini sempat membuat Dwi Cahyono menahan haru. Kehadiran kedua orang tuanya di ruang sidang menjadi momen yang memberi makna tersendiri bagi perjalanan akademiknya. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari doa, dukungan, dan pengorbanan kedua orang tuanya yang terus mengiringi setiap tahap pendidikan yang ditempuh.

Penghargaan juga disampaikan kepada istri dan anak-anak yang senantiasa memberikan dukungan selama proses studi doktoral, serta kepada pimpinan Kantor Kementerian Agama Kota Malang yang dinilainya telah memberikan kesempatan dan dukungan untuk terus mengembangkan kapasitas akademik maupun profesional.

Selain itu, M. Dwi Cahyono menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar MIN 1 Kota Malang, rekan-rekan guru, tenaga kependidikan, dan tim kehumasan yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan akademiknya. Menurutnya, dukungan dan kolaborasi dari lingkungan kerja turut memberikan kontribusi hingga ia mampu menyelesaikan pendidikan doktoral.

Baca Juga : FSTeM UB Mulai Rasakan Dampak Positif Perubahan Nama, Dekan Sebut Mindset Masyarakat Berubah

"Keberhasilan ini bukan hanya milik saya, tetapi merupakan hasil doa, dukungan, dan kepercayaan dari banyak pihak yang telah membersamai setiap proses yang saya jalani," ujar M. Dwi Cahyono.

Promotor, Prof. Dr. H. Moh. Padil, M.Pd.I., berharap capaian akademik tersebut menjadi awal lahirnya kontribusi yang lebih luas bagi pengembangan pendidikan Islam.

"Amalkanlah ilmu pengetahuan untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, terutama bagi lembaga pendidikan Islam. Perolehan gelar doktor ini hendaknya menjadi awal pengembangan pendidikan di Indonesia," pesannya.

Keberhasilan M. Dwi Cahyono menjadi doktor pertama di lingkungan MIN 1 Kota Malang menghadirkan makna yang melampaui pencapaian akademik. Disertasinya menawarkan perspektif bahwa kehumasan bukan lagi sekadar aktivitas publikasi, melainkan bagian dari tata kelola strategis lembaga pendidikan dalam membangun reputasi, memperkuat kepercayaan publik, dan menjawab tantangan transformasi digital.

Di sisi lain, capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi MIN 1 Kota Malang dalam memperkuat budaya riset dan pengembangan sumber daya manusia. Kehadiran doktor pertama di lingkungan madrasah diharapkan menjadi pemantik lahirnya lebih banyak inovasi akademik dari kalangan pendidik, sehingga madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat pengembangan gagasan dan praktik pendidikan Islam yang adaptif terhadap perubahan zaman.


Topik

Pendidikan, min 1 kota malang, guru min 1 kota malang, dwi cahyono, uin maliki malang,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette