MTsN 1 Kota Malang Latih Keberanian Siswa Berbahasa Inggris lewat Interaksi dengan Penutur Asing
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Yunan Helmy
30 - Jun - 2026, 07:23
JATIMTIMES - Kemampuan berbahasa Inggris tidak hanya ditentukan oleh penguasaan kosakata dan tata bahasa, tetapi juga keberanian untuk berbicara. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Program Kelas Bilingual Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Malang belum lama ini kembali menggelar English Camp yang telah memasuki penyelenggaraan tahun ketiga.
Program tahunan ini dirancang untuk membangun kepercayaan diri siswa melalui berbagai aktivitas kolaboratif dan interaksi langsung dengan penutur asing.
Baca Juga : Mengapa Banyak Negara di Eropa Belum Siap Hadapi Gelombang Panas Ekstrem?
Mengusung tema Rise Above Anxiety: Fight Your Fear, Build Your Confidence, and Reach Your Dream, English Camp diikuti oleh siswa kelas VII, VIII, dan IX kelas bilingual. Selama dua hari satu malam, peserta tidak hanya berlatih menggunakan bahasa Inggris, tetapi juga belajar mengatasi rasa cemas, memperkuat kemampuan komunikasi, serta membangun kerja sama antarsiswa.

Hari pertama diawali dengan pembukaan oleh Kepala MTsN 1 Kota Malang, kemudian dilanjutkan sesi berbagi bersama penutur asing asal Prancis, Ariane, yang mengangkat tema Food and Culture. Dalam sesi tersebut, peserta dikenalkan pada budaya kuliner Prancis melalui diskusi dan permainan interaktif menggunakan bahasa Inggris. Suasana berlangsung hangat karena siswa aktif bertanya, menjawab pertanyaan, sekaligus berinteraksi secara langsung.
Setelah itu, peserta mengikuti diskusi kelompok mengenai berbagai bentuk kecemasan yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari, khususnya saat berbicara menggunakan bahasa Inggris. Berbagai pengalaman muncul dalam diskusi, mulai dari rasa takut melakukan kesalahan ketika berbicara, kurang percaya diri tampil di depan umum, takut dinilai orang lain, hingga ketakutan terhadap hal-hal tertentu.

Pada malam hari, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka dalam bahasa Inggris dengan mengenakan kostum yang menggambarkan rasa takut atau kecemasan yang dipilih. Presentasi tersebut mendapatkan umpan balik langsung dari Dr. Muhammed Jawo asal Gambia dan Momin Hashemi asal Afghanistan yang didampingi para alumni Kelas Bilingual MTsN 1 Kota Malang sebagai fasilitator. Masukan tersebut menjadi bekal bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus membangun rasa percaya diri.
Ketua Program Kelas Bilingual MTsN 1 Kota Malang, Dyah Khomsiyati W.M., S.Pd., mengatakan English Camp tidak hanya berorientasi pada kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga pembentukan karakter dan kemampuan bersosialisasi antarsiswa.
"Yang kami tekankan dalam English Camp tidak hanya praktik bahasa Inggris. Anak-anak juga belajar berinteraksi dengan teman-temannya, membangun bonding antarkelas. Harapannya tidak hanya kemampuan bahasa mereka yang bagus, tetapi juga bagaimana mereka berperilaku dan berkomunikasi dengan orang lain," ujarnya, Selasa, (30/6/2016).
Menurut Dyah, peserta juga terus didorong agar tidak takut melakukan kesalahan ketika berbicara dalam bahasa Inggris.
"It's really okay to make mistakes. Anak-anak harus saling memotivasi agar berani mencoba. Rasa takut itu yang ingin kami hilangkan," katanya.
Baca Juga : Cegah Anemia Remaja, Dinkes PPKB Bagikan Tablet Fe kepada Pelajar SMP
Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan senam pagi untuk membangun semangat peserta. Selanjutnya siswa mengikuti Treasure Hunt, permainan yang menguji kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan kerja sama tim dengan bahasa Inggris sebagai media komunikasi.
Peserta kemudian kembali mengikuti sesi berbagi mengenai Food and Culture bersama dua penutur asing asal Amerika Serikat. Interaksi secara langsung tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk mempraktikkan kemampuan berbicara dalam suasana yang lebih alami sekaligus meningkatkan rasa percaya diri menggunakan bahasa Inggris.
Rangkaian English Camp ditutup dengan pemberian penghargaan kepada peserta terbaik. Penghargaan Best Speaker diraih Naveel dari kelas VIII L, Best Attitude diraih Syaima dari kelas VII, Best Costume diberikan kepada Lintang dari kelas IX K, Best Student diraih Nathan dari kelas VII L, Best Group diraih Group 9, sedangkan Treasure Hunt Winner diraih Group 10.
Dyah menambahkan, English Camp merupakan program unggulan kelas bilingual yang diselenggarakan setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan dampak nyata terhadap perkembangan kemampuan bahasa Inggris para siswa.
"Ini program unggulan kelas bilingual dan memang yang dibutuhkan anak-anak. Kami melihat kemampuan bahasa mereka terus mengalami progres. Karena itu English Camp menjadi program tahunan yang terus kami pertahankan," pungkasnya.
