BMU Bidik Pertumbuhan Lebih Agresif pada 2026, Fokus Kembangkan Bisnis Hospitality dan F&B
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Yunan Helmy
30 - Jun - 2026, 06:35
JATIMTIMES – PT Brawijaya Multi Usaha (BMU), badan usaha milik Universitas Brawijaya (UB), menargetkan pertumbuhan bisnis yang lebih agresif pada 2026. Arah pengembangan perusahaan akan difokuskan pada sektor hospitality, jasa, serta food and beverage (F&B) yang dinilai memiliki prospek besar di Kota Malang maupun daerah lain di Indonesia.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Brawijaya Multi Usaha yang digelar pada Selasa (30/6/2026).
Baca Juga : Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook, Hakim Beberkan Putusan
Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D. Med.Sc., mengatakan perkembangan BMU dalam dua tahun terakhir menunjukkan tren positif. Berdasarkan hasil evaluasi, sektor hospitality menjadi salah satu lini usaha dengan performa paling kuat.
"Kami melihat PT BMO tumbuh dengan baik selama dua tahun terakhir. Setelah dicermati, ternyata perusahaan ini sangat kuat di bidang hospitality. Karena itu kami akan mendorong pengembangan bisnis jasa dan hospitality yang peluangnya masih sangat besar, terutama di Kota Malang, bahkan kami berharap bisa berkembang ke berbagai daerah di Indonesia," ujarnya.
Menurut Widodo, keberadaan BMU tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pendapatan Universitas Brawijaya, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai layanan yang dikembangkan perusahaan.
Ia menilai fondasi bisnis yang dibangun di sektor jasa dan hospitality mampu memberikan pelayanan kepada sivitas akademika, mitra universitas, hingga masyarakat umum. Dampaknya dinilai tidak hanya terlihat dari sisi keuangan, tetapi juga kualitas layanan yang diberikan.
Selain memperluas bisnis, Widodo menekankan pentingnya transformasi digital dalam pengembangan perusahaan. Menurutnya, pemanfaatan sistem digital dan pemasaran berbasis teknologi menjadi kebutuhan agar perusahaan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
"Perusahaan harus masuk ke ekosistem digital. Sistem, pemasaran, hingga jaringan bisnis berbasis digital menjadi faktor penting untuk memperluas layanan kepada masyarakat," katanya.
Direktur Utama PT Brawijaya Multi Usaha, Dr. Edi Purwanto, S.TP., M.M., menjelaskan sejak resmi berdiri sebagai perseroan pada 2024, BMU mencatat pertumbuhan yang cukup signifikan. Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit, pendapatan perusahaan meningkat 30,4 persen dari Rp37,8 miliar pada 2024 menjadi Rp49,4 miliar pada 2025.
"Untuk ukuran perusahaan, pertumbuhan 30,4 persen merupakan capaian yang sangat baik. Umumnya perusahaan bertumbuh sekitar 10 hingga 20 persen, sedangkan kami mampu melampaui angka tersebut," jelasnya.
Dari sisi pengembangan usaha, BMU juga terus memperluas portofolio bisnisnya. Jumlah unit usaha yang semula tujuh bertambah menjadi 11 pada 2025 dan meningkat lagi menjadi 14 unit usaha pada 2026. Selain itu, perusahaan kini memiliki satu anak usaha baru, yakni PT Brawijaya Core Indonesia.
Baca Juga : Daftar Pemain Tertua di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Masih Bersinar di Usia 41 Tahun
Edi mengatakan sektor hospitality masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan maupun laba perusahaan. Selain itu, BMU akan memperkuat pengembangan bisnis food and beverage melalui pembentukan lima Strategic Business Unit (SBU) agar pengelolaan perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien.
Pada 2026, BMU juga akan mengembangkan layanan yang berkaitan dengan kebutuhan sivitas akademika, termasuk pengelolaan rumah kos yang mulai dirintis sejak 2025. Program tersebut akan dijalankan melalui sistem yang lebih terintegrasi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Menurut Edi, perusahaan juga ingin berkontribusi terhadap masyarakat sekitar kampus melalui pengembangan konsep Kampung Lingkar Kampus. Melalui program tersebut, BMU berupaya membantu peningkatan kualitas rumah kos milik warga agar dapat berkembang bersama.
"Kami memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mendorong peningkatan kualitas rumah kos di sekitar kampus agar dapat bekerja sama dengan BMU. Jadi keberadaan perusahaan ini bukan hanya memperkuat pendapatan universitas, tetapi juga memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat," katanya.
Menghadapi 2026, BMU menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 57 persen. Namun, perusahaan belum berencana menambah unit usaha baru dan memilih memaksimalkan unit bisnis yang telah ada melalui peningkatan efektivitas operasional serta evaluasi terhadap unit-unit yang masih mengalami kontraksi.
"Kami fokus meningkatkan produktivitas unit usaha yang sudah ada. Langkah efisiensi dan evaluasi akan terus dilakukan agar pertumbuhan perusahaan tetap berkelanjutan," pungkasnya.
