JIIPE Perkuat Tata Kelola Lingkungan Berbasis Data, Akademisi Sebut Jadi Penentu Daya Saing
Reporter
Syaifuddin Anam
Editor
Yunan Helmy
30 - Jun - 2026, 04:52
JATIMTIMES – Pengelolaan lingkungan berbasis data kini menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing kawasan industri. Tidak lagi hanya mengandalkan infrastruktur dan utilitas, kawasan industri juga dituntut memiliki sistem monitoring lingkungan yang konsisten serta kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Hal itu mengemuka dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang digelar PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) selaku pengelola Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), di Gresik, Selasa (30/6/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Gresik, akademisi, tenant kawasan, serta masyarakat pesisir.
Baca Juga : Tingkatkan Mutu Pangan, DKPPP Jember Fasilitasi Sertifikasi Higiene untuk Pemindang Ikan Puger
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan, peringatan Hari Lingkungan Hidup harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar seremonial.
"Perlu kolaborasi antara industri, masyarakat pesisir, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami mengapresiasi sinergi yang telah dibangun, termasuk perlindungan jaminan sosial bagi nelayan serta rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove," ujarnya.
Sementara itu, guru besar lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga Prof. Eddy Setiadi Soedjono mengatakan kualitas lingkungan kawasan industri maupun pesisir tidak bisa dinilai hanya dari satu parameter atau satu kali pengamatan.
"Perubahan kualitas perairan, kondisi ekosistem pesisir, hingga produktivitas sumber daya perikanan dipengaruhi banyak faktor. Karena itu dibutuhkan monitoring jangka panjang, data berkala, serta kajian multidisiplin sebelum menarik kesimpulan mengenai kondisi lingkungan suatu kawasan," jelasnya.
Menurut Prof. Eddy, pendekatan berbasis data menjadi fondasi agar setiap kebijakan pengelolaan lingkungan dilakukan secara objektif, terukur, dan berkelanjutan.
Senada, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik Sri Subaidah mengapresiasi langkah BKMS yang telah menginisiasi penanaman ribuan mangrove di kawasan Kalimireng.
"Mangrove tidak hanya membantu mengurangi abrasi dan mendukung adaptasi perubahan iklim, tetapi juga menjadi investasi lingkungan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat hingga generasi mendatang," katanya.
Sebagai implementasi tata kelola berbasis data, JIIPE secara rutin melakukan pemantauan kualitas lingkungan melalui uji laboratorium terakreditasi yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan.
Aksi Nyata di Kawasan Pesisir
Dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, JIIPE bersama Pemkab Gresik dan para pemangku kepentingan melaksanakan penanaman 1.000 bibit mangrove, pelepasan 1.000 benih ikan, serta 100 benih kepiting di kawasan Kalimireng.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gresik Arief Witjaksono mengatakan program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sumber daya perikanan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.
Baca Juga : Cegah Anemia Remaja, Dinkes PPKB Bagikan Tablet Fe kepada Pelajar SMP
"Harapannya hasil tangkapan nelayan semakin meningkat sehingga mereka tidak perlu melaut lebih jauh. Upaya ini harus dijaga bersama agar manfaat ekologis maupun ekonominya dapat berkelanjutan," ujarnya.
Tokoh masyarakat pesisir Kalimireng Isharul dan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Gresik Hamzah Takim turut mengapresiasi kolaborasi yang dibangun dalam menjaga ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove.
Perkuat Infrastruktur Lingkungan
Selain rehabilitasi ekosistem, JIIPE juga terus memperkuat infrastruktur lingkungan sebagai bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Saat ini JIIPE telah mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R). Ke depan, BKMS akan mengembangkan fasilitas tersebut menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Direktur PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) Bambang Soetiono menegaskan tata kelola lingkungan kini menjadi bagian penting dari strategi pembangunan kawasan industri.
"Ke depan, daya saing kawasan industri tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan investasi, tetapi juga kredibilitas tata kelola lingkungannya. Karena itu kami terus memperkuat monitoring berbasis data, mengembangkan infrastruktur lingkungan, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, tenant, dan masyarakat," pungkasnya.
