Daftar 3 Anggota DPRD TTU yang Diduga Intimidasi Dokter Icha, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan
Reporter
Mutmainah J
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
30 - Jun - 2026, 01:14
JATIMTIMES - Kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa Dokter Icha terus menyita perhatian publik. Dokter yang bertugas di RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), itu diduga mengalami tekanan psikologis setelah mendapat perlakuan intimidatif saat menjalankan tugas di rumah sakit.
Peristiwa tersebut kini masih dalam penyelidikan kepolisian. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk tiga anggota DPRD TTU yang diduga terlibat dalam insiden itu. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini daftar tiga anggota DPRD TTU yang diduga lakukan intimidasi terhadap dokter Icha dan akan dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian.
Baca Juga : Sempat Tersisa 15 Kursi Kosong, MKKS Pastikan Kuota SMA Negeri di Kota Batu Kini Terisi Penuh
Tiga Anggota DPRD TTU yang Dijadwalkan Diperiksa
Polisi menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga anggota DPRD TTU yang diduga melakukan intimidasi terhadap Dokter Icha. Mereka adalah:
• Therensius Lazakar dari Partai Golkar.
• Robert (Norbertus) Tubani dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
• Veronika Lake dari PDI Perjuangan (PDIP).
Dugaan intimidasi itu disebut terjadi pada 13 Juni 2026 ketika Dokter Icha menangani seorang anak korban gigitan ular hijau di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu.
Berdasarkan keterangan keluarga, Therensius yang disebut merupakan paman pasien datang ke rumah sakit bersama Robert (Norbertus) Tubani dan Veronika Lake. Ketiganya diduga berbicara dengan nada tinggi kepada Dokter Icha saat ia sedang bertugas memberikan pelayanan medis.
Juru bicara keluarga, Fabianus Banase, mengungkapkan bahwa korban mengalami tekanan setelah peristiwa tersebut.
"Saat membentak (Icha) itu bau alkohol. Ada juga fotonya yang dikirimkan kepada kami sebagai keluarga," kata Fabianus Banase.
Paman korban, Victor Manbait, juga mengatakan Dokter Icha masih merasakan ketakutan setelah kejadian itu.
"Dokter Icha masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas," ujar Victor Manbait, Jumat (26/6).
Keluarga menyebut Dokter Icha sempat terlihat menangis di rumah sakit usai insiden tersebut. Tak lama kemudian, ia ditemukan dalam kondisi lemah di tempat tinggalnya dan akhirnya meninggal dunia. Dugaan sementara menyebut korban mengakhiri hidupnya.
Di tengah bergulirnya penyelidikan, Veronika Lake memberikan penjelasan terkait tudingan yang mengarah kepadanya.
Ia menyatakan tidak masuk ke ruang ICU saat peristiwa itu berlangsung sehingga membantah ikut melakukan intimidasi terhadap Dokter Icha. Veronika juga mengklaim dua rekannya telah menyampaikan permintaan maaf kepada pihak manajemen RS Leona maupun kepada Dokter Icha setelah kejadian tersebut.
Selain itu, ia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya tenaga kesehatan tersebut.
Baca Juga : Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026 Resmi Dibuka, Simak Jadwal, Program, dan Cara Daftarnya
"Sekali lagi, dari lubuk hati yang paling dalam saya menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya Dokter Icha," ujarnya.
Tanggapan Tiga Partai Politik yang Terseret
Kasus dugaan intimidasi terhadap Dokter Icha juga mendapat perhatian dari partai politik tempat ketiga anggota DPRD TTU tersebut bernaung. Masing-masing partai menyatakan akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan sembari melakukan pendalaman internal terhadap kader mereka.
Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan partainya akan memberikan sanksi kepada Veronika Lake apabila terbukti melakukan pelanggaran. Menurutnya, sanksi akan disesuaikan dengan tingkat kesalahan yang dilakukan.
"Sanksi sesuai dengan tingkat pelanggarannya, bisa sanksi secara lisan, tertulis sampai pemecatan," kata Djarot, Senin (29/6).
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PKB, Nihayatul Wafiroh, meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan intimidasi tersebut secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Ia menegaskan intimidasi terhadap tenaga kesehatan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
PKB juga akan memanggil Robert (Norbertus) Tubani untuk dimintai klarifikasi. Apabila terbukti terlibat, partai memastikan akan menjatuhkan sanksi disiplin.
"Kami akan segera memanggil yang bersangkutan untuk tabayyun. Kami pastikan yang bersangkutan akan mendapat sanksi disiplin dari partai jika memang terbukti terlibat," ujar Nihayatul.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengatakan partainya masih mendalami dugaan keterlibatan Therensius Lazakar. Golkar telah meminta DPD setempat memanggil yang bersangkutan guna memperoleh penjelasan.
Meski demikian, Sarmuji menegaskan partainya belum akan mengambil kesimpulan ataupun menentukan bentuk sanksi sebelum seluruh proses pendalaman selesai.
"Apakah betul ada intimidasi dan apakah intimidasi itu sampai berujung pada keputusan seseorang untuk melakukan tindakan," kata Sarmuji.
Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk mengungkap secara utuh kronologi dugaan intimidasi yang dialami Dokter Icha. Hasil pemeriksaan para saksi, termasuk tiga anggota DPRD TTU yang dijadwalkan diperiksa, akan menjadi bagian dari proses penyelidikan yang sedang berjalan.
Kasus ini terus menjadi perhatian publik karena menyangkut dugaan intimidasi terhadap tenaga kesehatan saat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Kepolisian diharapkan dapat mengungkap fakta secara menyeluruh agar proses hukum berjalan secara objektif dan transparan.
