Munas dan Konbes NU 2026 Resmi Dibuka, Serukan Penguatan Khidmah Jam'iyah untuk Umat

21 - Jun - 2026, 08:21

Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 resmi dibuka di Aula Utama Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026) malam. Foto: (Istimewa)


JATIMTIMES – Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 resmi dibuka di Aula Utama Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026) malam. Forum permusyawaratan tertinggi NU di bawah muktamar ini menjadi momentum strategis bagi jam'iyah untuk merumuskan berbagai keputusan keagamaan, organisasi, dan kebangsaan menjelang Muktamar NU ke-35 mendatang.

Pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh nasional serta jajaran pengurus NU dari seluruh Indonesia, di antaranya Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri, KH Nurul Huda Jazuli, Prof Dr KH Ma'ruf Amin, KH Anwar Manshur, Prof Dr KH Said Aqil Siradj, Dr KH Zakky Mubarak, serta Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Hadir pula jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PBNU, PWNU, serta PCNU se-Indonesia.

Ponpes Al-Falah Ploso Bersyukur Dipercaya Jadi Tuan Rumah

Baca Juga : Cuaca Jatim Minggu 21 Juni 2026: Malang-Batu Diprediksi Hujan Lokal Sore Hari

Mewakili keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Agus Ahmad Hasbi Munif menyampaikan rasa syukur dan kehormatan atas kepercayaan yang diberikan kepada pesantrennya sebagai tuan rumah penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2026.

"Kehadiran panjenengan semua merupakan sebuah keberkahan besar bagi kami. Bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah, kehadiran ini sekaligus menjadi kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat Kediri dan warga nahdliyin pada umumnya. Atas nama keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, kami menyampaikan rasa syukur yang sedalam-dalamnya kepada Allah Swt, karena atas karunia-Nya, Pondok Pesantren Al-Falah memperoleh kehormatan menjadi tempat terselenggaranya Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama", ujarnya.

Ia menegaskan bahwa NU dan pesantren merupakan dua entitas yang tidak dapat dipisahkan, dengan pesantren sebagai pondasi utama lahir dan berkembangnya NU. Hubungan historis itu tercermin dalam perjalanan keilmuan pendiri Pondok Pesantren Al-Falah, KH Jazuli Utsman, yang pernah menimba ilmu kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, khususnya dalam pengkajian Kitab Al-Hikam.

Gus Yahya Ajak Jaga Persatuan dan Khidmah

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengajak seluruh warga NU, baik kultural maupun struktural, untuk memusatkan energi dan kekuatan organisasi pada khidmah demi kemaslahatan umat dan bangsa. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan serta menghindari hal-hal yang berpotensi menimbulkan kontroversi di tengah perjalanan organisasi yang tak lama lagi akan berakhir.

Menurut Gus Yahya, pendiri NU Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari melalui Qanun Asasi telah mengajarkan bahwa kebersamaan dalam NU dibangun di atas landasan mahabbah atau cinta. Karena itu, seluruh warga NU diminta menjaga semangat persaudaraan dan mengedepankan kepentingan jam'iyah di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Baca Juga : Ini Pesan dan Harapan Rais Aam PBNU Saat Membuka Munas-Konbes NU 2026

"NU berada dalam pemeliharaan Allah Swt, maka siapa pun yang menanam benih kerusakan di dalam tubuh NU tidak akan memanen apa yang menjadi maksud dan tujuannya", tegasnya.

Ia berharap Munas dan Konbes NU 2026 mampu melahirkan keputusan-keputusan yang konstruktif, inklusif, dan membawa kegembiraan bagi seluruh warga Nahdlatul Ulama serta masyarakat luas. Harapan tersebut sejalan dengan tema forum tahun ini, "Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa", yang diharapkan menjadi arah perjuangan NU dalam memperkuat peran keagamaan, sosial, dan kebangsaan di tengah berbagai tantangan zaman.


Topik

Peristiwa, munas dan konbes nu,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette