183 Petugas Sensus Ekonomi Kota Batu Mulai Diterjunkan, Sisir Potret Perekonomian Riil
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
A Yahya
15 - Jun - 2026, 02:54
JATIMTIMES – Pemutakhiran dan pendataan potret perekonomian riil di wilayah Kota Batu resmi digulirkan secara serentak di lapangan mulai hari ini. Sebanyak 183 petugas Sensus Ekonomi Kota Batu dipastikan segera menyisir seluruh wilayah pemukiman hingga sentra bisnis pasca-dilepas secara resmi dari Gedung Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani Batu, Senin (15/6/2026).
Pasukan lini depan bentukan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut akan bergerak masif mengetuk pintu-pintu tempat usaha, pelaku UMKM, hingga rumah tangga warga Kota Batu tanpa terkecuali hingga tanggal 31 Agustus 2026 mendatang.
Baca Juga : Sasar Usaha Digital dan Informal, BPS Magetan Terapkan Pendataan Berbasis Keluarga
Momentum sensus nasional sepuluh tahunan ini ditandai dengan penyematan atribut tanda pengenal petugas secara simbolis oleh Wali Kota Batu, H. Nurochman, S.H., M.H., bersama Kepala BPS Kota Batu, Herlina Prasetyowati Sambodo.
Herlina Prasetyowati menjelaskan bahwa pergerakan ratusan petugas di lapangan pada dekade ini sengaja dibuat lebih komprehensif karena tidak hanya mendata aktivitas usaha semata, melainkan mengintegrasikan data kependudukan secara bersamaan.
"Mulai hari ini, seluruh sektor ekonomi mulai dari klaster jasa perkotaan hingga sektor pertanian produktif akan dipotret secara utuh demi menghasilkan basis data makro yang segar dan akurat," ujar Herlina, Senin (15/6/2026).
Langkah turun lapangan ini dinilai krusial sebagai bantalan analisis daerah dalam menghadapi situasi fluktuasi ekonomi global yang dinamis, termasuk mengukur dampak pergeseran nilai tukar rupiah terhadap ketahanan usaha lokal.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, yang memimpin langsung jalannya upacara pelepasan petugas, meminta masyarakat Kota Batu untuk menyambut baik kedatangan para petugas BPS di rumah masing-masing.
Pria yang akrab disapa Cak Nur itu mewanti-wanti ratusan petugas agar langsung proaktif memberikan edukasi dan pendekatan yang humanis saat berhadapan dengan warga di lapangan.
Baca Juga : Gunung Arjuno-Welirang Tutup Sementara Juni-Juli 2026, Cek Jadwalnya
Cak Nur tidak menampik adanya tantangan klasik di lapangan, di mana masih jamak ditemukan pelaku usaha yang takut dan enggan memberikan data omzet riil secara jujur kepada petugas.
Untuk itu, dia menegaskan agar dalam aksi ketuk pintu yang dimulai hari ini, petugas wajib meyakinkan masyarakat bahwa kerahasiaan data warga dilindungi penuh oleh undang-undang demi kemajuan pembangunan Kota Batu.
"Validitas data yang dihimpun mulai hari ini adalah harga mati. Jika data sensus di lapangan tidak valid, maka rumusan kebijakan strategis pemerintah ke depan dipastikan salah sasaran," tegas Nurochman.
