Libur Panjang Akhir Mei Dongkrak Okupansi Hotel di Kota Batu hingga 80 Persen

Reporter

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

01 - Jun - 2026, 07:10

Suasana hotel di Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Sejumlah hotel di Kota Batu menikmati peningkatan jumlah tamu selama libur panjang pada akhir Mei 2026. Meningkatnya kunjungan wisatawan membuat tingkat hunian hotel mengalami lonjakan dibandingkan periode libur sebelumnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi, mengatakan rata-rata okupansi hotel selama long weekend pada 30-31 Mei 2026 mencapai lebih dari 80 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan saat libur Idul Adha yang berada di kisaran 60 persen.

Baca Juga : Momentum Hari Lahir Pancasila, Bupati Sanusi Ajak Seluruh Elemen Jadikan Pancasila Ideologi yang Hidup

“Alhamdulillah ada kenaikan. Terutama saat long weekend tanggal 30 dan 31 Mei kemarin. Tingkat okupansi hotel rata-rata mencapai lebih dari 80 persen,” kata Sujud, Senin (1/6/2026).

Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa momen libur panjang masih menjadi faktor utama yang mampu menggerakkan sektor perhotelan di Kota Batu. Jika dibandingkan dengan hari biasa, peningkatan yang terjadi cukup signifikan.

Sujud menjelaskan, pada masa non-libur panjang, tingkat hunian hotel umumnya berada di rentang 30 hingga 60 persen. Namun saat akhir pekan panjang bertepatan dengan momentum liburan, jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu meningkat tajam sehingga berdampak langsung pada okupansi hotel.

Ia menilai karakteristik wisatawan yang datang ke Kota Batu juga menjadi salah satu faktor pendukung. Banyak keluarga memilih menghabiskan waktu akhir pekan dengan berwisata sekaligus menginap karena beragam pilihan destinasi yang tersedia.

“Saat Idul Adha, masyarakat tidak banyak keluar karena fokus pada kegiatan ibadah dan kurban. Sementara saat long weekend kemarin lebih banyak yang memanfaatkan waktu untuk berwisata dan menginap di Kota Batu,” imbuh Sujud.

Sebagai salah satu kota wisata utama di Jawa Timur, lanjut Sujud, Kota Batu dinilai memiliki daya tarik yang cukup lengkap. Mulai dari wisata alam, taman rekreasi, wisata keluarga, hingga kuliner yang menjadi alasan wisatawan memilih menghabiskan waktu liburan di wilayah tersebut.

Baca Juga : Bediding Mulai Terasa di Kota Malang, BPBD Sebut Tahun Ini Bisa Lebih Ekstrem

Peningkatan okupansi pada akhir Mei juga ikut mendongkrak performa sektor perhotelan secara keseluruhan selama bulan tersebut. Pelaku usaha berharap tren positif ini dapat berlanjut pada periode libur sekolah yang akan berlangsung sepanjang Juni hingga Juli.

“Kami optimistis libur sekolah nanti akan memberikan dampak yang lebih baik lagi terhadap tingkat hunian hotel. Mudah-mudahan okupansi bisa terus meningkat,” ungkap pria yang juga direktur utama Taman Rekreasi Selecta ini.

PHRI Kota Batu menilai momentum libur sekolah menjadi salah satu periode paling potensial bagi industri perhotelan. Selain durasi liburan yang lebih panjang, biasanya banyak keluarga dari berbagai daerah yang menjadikan Kota Batu sebagai tujuan utama wisata sekaligus tempat menginap selama beberapa hari.


Topik

Ekonomi, Kota Batu, hotel, long weekend akhir Mei, okupansi hotel, PHRI Kota Batu,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette