Tren Liburan Sehari ke Kota Batu Bikin Okupansi Hotel Lesu

15 - May - 2026, 08:10

Salah satu potret tempat wisata di Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Ramainya kunjungan wisata ke Kota Batu selama masa libur panjang belum sepenuhnya membawa dampak positif bagi industri perhotelan. Meski jalan menuju kawasan wisata dipadati kendaraan dan sejumlah destinasi dipenuhi wisatawan, tingkat hunian hotel justru tidak mengalami lonjakan setinggi yang diharapkan pelaku usaha.

Kondisi ini dipengaruhi perubahan kebiasaan wisata masyarakat yang kini cenderung memilih perjalanan singkat tanpa menginap. Banyak pengunjung datang sejak pagi, menghabiskan waktu di tempat wisata, lalu kembali ke daerah asal pada hari yang sama.

Baca Juga : Penemuan Yoni di Kota Batu, Diduga Peninggalan Hindu Kuno

Pola liburan ini membuat hotel tidak otomatis kebanjiran tamu meski jumlah wisatawan ke Batu meningkat. “Sekarang banyak wisatawan memilih berangkat pagi ke Batu, menikmati tempat wisata, lalu malam hari langsung pulang. Jadi yang ramai objek wisatanya, bukan hotelnya,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi.

Ia menambahkan tren perjalanan satu hari kini semakin terasa di kalangan wisatawan, khususnya yang berasal dari kota-kota sekitar seperti Malang, Surabaya, dan Sidoarjo. Hal ini cukup berbeda dibanding beberapa tahun lalu ketika akhir pekan panjang hampir selalu membuat hotel di Kota Batu penuh.

Saat ini, wisatawan dinilai lebih mempertimbangkan efisiensi biaya perjalanan, sehingga akomodasi menjadi pengeluaran yang kerap dihindari. Meski okupansi hotel tetap bergerak naik saat libur panjang, angkanya belum sebanding dengan padatnya arus kunjungan wisata.

Sejumlah hotel bahkan mencatat reservasi hanya meningkat tipis karena tamu yang datang lebih banyak memesan kamar untuk satu malam atau memilih tidak menginap sama sekali.

“Kalau dulu libur panjang bisa penuh hampir semua hotel, sekarang peningkatannya ada, tapi tidak setinggi ekspektasi. Wisatawan banyak yang memilih one day trip karena lebih hemat,” kata Sujud.

Baca Juga : Libur Panjang Mei 2026, Jatim Park Group Hadirkan 3 Wahana dan Hiburan Baru

Fenomena ini juga mendorong pengelola hotel mulai beradaptasi dengan menawarkan paket singkat seperti day use room, promo akhir pekan, hingga paket bundling dengan tiket wisata agar tetap menarik minat pengunjung. Strategi tersebut diharapkan mampu mendorong wisatawan untuk memperpanjang masa tinggal saat berlibur di Kota Batu.

Pelaku pariwisata menilai tren perjalanan singkat masih akan berlanjut, terutama bagi wisatawan dari daerah sekitar Jawa Timur yang memiliki akses mudah ke Kota Batu. Karena itu, sektor perhotelan kini dituntut lebih kreatif agar ramainya kunjungan wisata benar-benar berdampak pada peningkatan okupansi kamar.


Topik

Ekonomi, Tren Liburan Sehari, wisata, wisata kota batu, Kota Batu, Okupansi Hotel,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette