Diduga Korsleting, Kebakaran Hanguskan Lantai Dua Rumah di Kota Malang
Reporter
Irsya Richa
Editor
Dede Nana
14 - May - 2026, 07:47
JATIMTIMES - Sebuah rumah dua lantai di Kota Malang terbakar pada Kamis sore (14/5/2026). Peristiwa yang terjadi di Jalan Gatot Subroto V Nomor 24, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing itu diduga dipicu korsleting listrik. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran menyebabkan kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta.
Si jago merah melalap bagian lantai dua rumah yang memiliki luas area terdampak sekitar 15 meter persegi. Bagian yang terbakar merupakan kamar tidur serta area penyimpanan pakaian. Kobaran sempat membesar karena banyak material mudah terbakar di lantai atas.
Baca Juga : Korsleting Listrik Akibatkan Pawon Warga di Boyolangu Dilahap si Jago Merah
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengatakan mendapati laporan tiga unit mobil pemadam dan 12 personel menuju lokasi kejadian. Sesampainya di lokasi, beruntung seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api semakin meluas.
Tercatat ada empat orang yang berada di rumah saat kejadian, terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan, termasuk seorang balita. Tidak ada korban meninggal, luka ringan, maupun luka berat.
“Penghuni rumah semuanya selamat. Namun lantai dua yang berisi kamar tidur dan tumpukan baju mengalami kerusakan cukup parah akibat terbakar,” jelas Pandu.
Sementara itu, bagian lantai satu rumah tidak terbakar langsung, namun mengalami kerusakan di area atap akibat panas dan rambatan api dari lantai atas. Untuk memadamkan kobaran api, petugas menghabiskan sekitar 6.000 liter air.
Proses pemadaman berlangsung sekitar 40 menit. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendinginan dan pemeriksaan titik api untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan.
Baca Juga : Menolak Diajak Hubungan Badan, Wanita Asal Bojonegoro Diduga Dianiaya di Kamar Penginapan
Pandu menambahkan, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting arus listrik di lantai dua rumah. Namun, pemeriksaan lebih lanjut tetap dilakukan untuk memastikan sumber api.
“Dugaan awal berasal dari korsleting listrik. Setelah penanganan selesai, kami juga memberikan edukasi kepada pemilik rumah dan warga sekitar agar rutin memeriksa instalasi listrik untuk mencegah kejadian serupa,” tambahnya.
Akibat kejadian tersebut, nilai kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 45 juta. Pandu mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan padat penduduk, untuk lebih waspada terhadap penggunaan instalasi listrik lama atau kabel yang tidak sesuai standar karena berpotensi memicu kebakaran sewaktu-waktu.
