Ditertibkan Berkali-kali, PKL Jalan Veteran Malang Tetap Bandel dan Kembali Jualan

Reporter

Hendra Saputra

Editor

A Yahya

13 - May - 2026, 03:50

Pedagang yang berjualan di Jalan Veteran dan saat ini diketahui jumlah terus bertambah (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jalan Veteran Kota Malang, tepatnya di depan Universitas Brawijaya (UB), kian menjamur dan menjadi sorotan. Para pedagang terlihat memenuhi sisi jalan, bahkan merambah jalur hijau hingga jalur sepeda pancal yang seharusnya steril dari aktivitas jual beli.

Saat jam sibuk, kondisi tersebut kerap memicu kepadatan lalu lintas di kawasan kampus. Arus kendaraan yang melintas pun terganggu karena ruang jalan menyempit akibat lapak-lapak PKL yang berjajar di tepi jalan.

Baca Juga : Aston Malang Klarifikasi Soal Perizinan Lantai Tambahan

Satpol PP Kota Malang mengaku telah berkali-kali melakukan operasi penertiban di lokasi tersebut. Sejumlah pedagang bahkan sudah beberapa kali terjaring razia hingga menjalani sidang tindak pidana ringan atau tipiring. Namun, langkah itu rupanya belum cukup membuat para PKL jera.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Malang, Mustaqim Jaya, mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan dan operasi rutin di kawasan Jalan Veteran. 

Meski demikian, para PKL tetap kembali berjualan setelah penertiban dilakukan. Bahkan, sidang tipiring terhadap PKL hasil razia terbaru dijadwalkan berlangsung pada 20 Mei 2026 mendatang. Dalam operasi tersebut, Satpol PP juga menyita aki kendaraan milik para pedagang. “Oh sudah (tipiring), sudah sering. Memang sudah sering berkali-kali,” kata Mustaqim saat dikonfirmasi, Rabu (13/5/2026).

Menurut Mustaqim, salah satu alasan utama para PKL terus nekat berjualan karena kawasan tersebut memiliki pasar yang sangat potensial. Ribuan mahasiswa Universitas Brawijaya dinilai menjadi sasaran empuk bagi para pedagang makanan dan minuman. Kondisi itu membuat para PKL tetap bertahan meski berkali-kali ditertibkan petugas. “Iya karena kan adanya mahasiswa Universitas Brawijaya, dengan mudah bisa belanja di situ. Dari kampus bisa langsung belanja di situ,” tuturnya.

Ia pun meminta mahasiswa maupun masyarakat agar tidak membeli dagangan PKL di kawasan terlarang tersebut. Menurutnya, keberadaan pembeli menjadi faktor utama yang membuat para pedagang terus kembali bermunculan di Jalan Veteran. Jika permintaan tetap tinggi, penertiban diyakini tidak akan efektif menghentikan aktivitas para PKL. “Kalau bisa jangan ada yang beli. Setelah ada pembeli, mungkin mereka akan muncul lagi di situ,” ujarnya.

Selain faktor ramainya pembeli, Mustaqim menilai sanksi tipiring yang berlaku saat ini masih terlalu ringan sehingga belum memberikan efek jera bagi para PKL. Dalam sekali sidang, para pedagang rata-rata hanya dikenai denda sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu. Nominal tersebut dianggap tidak sebanding dengan keuntungan yang mereka dapat selama berjualan di kawasan ramai mahasiswa itu. “Kalau sekarang kan ya tipiring paling kena Rp150 ribu sampai Rp200 ribu, dianggap kecil bagi mereka,” katanya.

Baca Juga : DLH Kota Malang Lengah Gegara RTH, Lahan Taman Diduga Dibiarkan Beralih Fungsi

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Satpol PP berharap Perda Parkir Kota Malang yang baru segera diberlakukan. Regulasi anyar itu diyakini bisa menjadi solusi yang lebih efektif untuk menekan keberadaan PKL liar di Jalan Veteran. Terlebih, mayoritas pedagang di kawasan tersebut menggunakan kendaraan sebagai sarana utama untuk berjualan.

Dalam aturan baru itu, kendaraan milik PKL yang digunakan berjualan berpotensi dikenai sanksi penggembokan. Biaya untuk membuka gembok kendaraan disebut mencapai sekitar Rp500 ribu. Satpol PP menilai sanksi tersebut akan jauh lebih berat dibanding tipiring sehingga diyakini mampu membuat para PKL berpikir ulang untuk kembali berjualan.

“Kan ke depannya mereka yang jualan pakai kendaraan, ya harus hati-hati. Sudah ada kan Perda Parkir, tinggal nanti digembok. Untuk membuka gembokan sekitar Rp500 ribu. Kalau satu bulan kena dua atau empat kali sudah Rp1 juta sampai Rp2 juta. Saya yakin dia tidak akan berjualan lagi di situ,” bebernya.


Topik

Peristiwa, pkl jalan veteran, satpol pp kota malang, mustaqim jaya,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette