Kenduri Lawasan QRISma Fest HUT Ke-112 Kota Malang Satukan Tradisi dan Transaksi Digital

Editor

Yunan Helmy

09 - May - 2026, 05:46

Kenduri Lawasan QRISma Fest 2026 bertema “Memorabilia: Dari Tradisi ke Transaksi” yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-112 Kota Malang di Gedung Kesenian Gajayana, Jumat malam, (8/5/2026). Tampak Forkopimda Kota Malang berfoto bersama.(Anggara Sudiongko/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Di tengah arus digitalisasi yang semakin masif, Pemerintah Kota Malang bersama Bank Indonesia (BI) mencoba mengangkat satu isu yang mulai terasa di ruang publik, yakni kekhawatiran hilangnya identitas budaya lokal akibat perubahan pola hidup masyarakat. Isu itu kemudian diterjemahkan dalam Kenduri Lawasan QRISma Fest 2026 bertema “Memorabilia: Dari Tradisi ke Transaksi” yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-112 Kota Malang di Gedung Kesenian Gajayana, Jumat malam (8/5/2026).

5

Alih-alih sekadar festival seremonial, kegiatan tersebut diarahkan menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa digitalisasi ekonomi tidak harus menghapus tradisi lama yang selama ini menjadi identitas Kota Malang. Gedung Kesenian Gajayana dipilih bukan tanpa alasan. Tempat itu dianggap merepresentasikan memori kolektif warga terhadap wajah lama Kota Malang yang mulai tergerus perkembangan kota modern.

Baca Juga : Jatim Dilanda Gempa Bumi 179 Kali pada Awal Mei

Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Malang Indra Kusuma Priyadi mengakui ide kegiatan itu muncul setelah pihaknya melihat semakin besarnya jarak antara perkembangan transaksi digital dengan pelestarian budaya lokal. Menurut dia, digitalisasi saat ini sudah menjadi keharusan, tetapi pada saat yang sama masyarakat mulai kehilangan ruang untuk menjaga tradisi.

1

“Digitalisasi pada saat ini sudah bukan lagi menjadi pilihan, melainkan keharusan. Mau tidak mau kita ikut atau kita akan hanyut. Tetapi digitalisasi itu tidak melupakan tradisi keagungan masa lalu dan nilai-nilai yang dibawa leluhur kita,” ujar Indra.

Ia mengatakan konsep “dari tradisi ke transaksi” lahir dari kegelisahan bahwa modernisasi sering dipahami sebagai meninggalkan hal-hal lama. Padahal, menurut Indra, budaya dan teknologi dapat berjalan beriringan.

2

“Setelah kami melihat sebuah sisi baik, kami menemukan ada toleransi yang sangat signifikan antara tradisi menuju transaksi. Malam ini kita membawa semangat untuk melestarikan tradisi, namun juga meningkatkan transaksi sebagai bagian dari denyut nadi ekonomi,” katanya.

Kegelisahan soal hilangnya identitas kota juga disinggung Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Ia menyebut banyak ruang dan simbol lama Kota Malang mulai terlupakan karena perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan. Karena itu, pemerintah kota sengaja menghidupkan kembali suasana lawas melalui Gedung Kesenian Gajayana dan berbagai elemen nostalgia dalam acara tersebut.

4

“Banyak peninggalan Kota Malang yang harus kita jaga agar kita mengingat cerita-cerita lama. Teman-teman warga Malang yang datang tidak hanya melihat modernisasi, tetapi juga masih ada peninggalan lama yang kita rawat,” ujar Wahyu.

Menurut wali kota, modernisasi kota sering hanya diukur dari pembangunan fisik dan teknologi, sementara aspek budaya perlahan tersisih. Ia menilai Kota Malang perlu menjaga keseimbangan antara perkembangan ekonomi digital dan warisan budaya daerah.

3

“Modernisasi tidak harus mengganggu tradisi. Melalui digitalisasi, kita tidak hanya memperkenalkan kuliner, seni, dan kekayaan lokal kepada masyarakat yang lebih luas, tetapi juga menjaga tradisi yang ada,” katanya.

Baca Juga : Bapenda Menyapa Warga di Rest Area Madivif 2 Kostrad Singosari Diminati Masyarakat

Pesan itu terlihat dari berbagai kegiatan yang disusun dalam QRISma Fest. Salah satu yang paling disorot ialah pencatatan rekor MURI melalui penjualan 112 tumpeng jajanan jadul menggunakan QRIS. Tradisi kuliner lawas dipertemukan dengan sistem pembayaran digital yang selama ini identik dengan gaya hidup modern.

6

“Ini adalah yang pertama di Indonesia, ada jajanan jadul berupa tumpeng yang dibeli hanya menggunakan QRIS,” kata Indra.

Selain itu, festival menghadirkan workshop digitalisasi untuk UMKM, kompetisi lingkungan bersih, hingga amazing race pelajar yang dikemas dengan pendekatan budaya lokal. Bank Indonesia mencatat lebih dari 50 pelaku UMKM mengikuti edukasi digitalisasi di kawasan Kayutangan Heritage. Sementara kegiatan “Malang Mbois” melibatkan 1.120 peserta sebagai simbol usia Kota Malang ke-112.

7

Di sisi lain, acara tersebut juga menjadi pengingat bahwa ruang-ruang budaya tradisional mulai semakin jarang mendapat tempat di tengah perkembangan kota. Pertunjukan Ludruk Genaro Malang yang membawakan cerita “Ambisi Sambel Trasi” menjadi contoh bagaimana seni tradisional tetap berusaha bertahan di tengah dominasi hiburan modern dan budaya digital. Kian meriah karena terdapat bintang tamu komedian ibu kota, yakni Cak Lontong dan Cak Akbar, yang tampil bersama wali kota Malang dalam ludruk tersebut.

Cerita ludruk itu mengangkat keresahan warga Desa Gini Anong setelah banyak bayi hilang akibat ulah kelompok misterius yang sengaja menciptakan kekacauan demi menjatuhkan kepala desa. Kritik sosial yang dibalut humor khas ludruk menjadi gambaran bahwa kesenian tradisional masih relevan menyampaikan persoalan masyarakat hari ini.

Melalui QRISma Fest, Pemerintah Kota Malang dan Bank Indonesia tampaknya ingin menyampaikan pesan bahwa transformasi digital tidak cukup hanya bicara soal transaksi cepat dan efisien. Di balik percepatan teknologi, ada pekerjaan rumah besar untuk memastikan identitas budaya kota tetap hidup dan tidak sekadar menjadi nostalgia generasi lama.


Topik

Peristiwa, Kenduri Lawasan QRISma Fest 2026, Kota Malang, BI Malang, tradisi, transaksi, digitalisasi, HUT Ke-112 Kota Malang,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette