Dua Kali Kalah Beruntun, Arema FC Minta Maaf dan Desak Evaluasi Total Usai Aremania Turun ke Jalan
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
04 - May - 2026, 06:13
JATIMTIMES - Tekanan terhadap Arema FC memuncak setelah dua kekalahan beruntun yang memperpanjang tren negatif tim. Pertama kekalahan dari Persebaya dengan skor 0-4 dan baru-baru ini kalah kembali menghadapi Persik dengan skor 3-2.
Kekecewaan suporter tak lagi terbendung hingga berujung aksi protes Aremania di depan kantor klub di Jalan Mayjend Panjaitan, Kota Malang, Minggu malam (3/5).
Baca Juga : Charles dan Freedy Bawa Harapan untuk Kopi Bondowoso
Gelombang massa yang datang dari berbagai penjuru Malang Raya itu memadati kawasan sekitar Kandang Singa. Arus lalu lintas sempat tersendat, memicu ketidaknyamanan bagi pengguna jalan. Situasi ini langsung direspons manajemen dengan permohonan maaf terbuka kepada publik.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa pihaknya memahami dampak yang ditimbulkan dari aksi tersebut. “Kami sampaikan permohonan maaf kepada warga dan pengguna jalan di sekitar kantor klub yang terganggu akibat aksi massa,” lugasnya.
Aksi protes tersebut menjadi sinyal keras dari Aremania yang menuntut perubahan. Dua hasil minor di laga terakhir dinilai sebagai puncak kekecewaan atas performa tim yang belum menunjukkan konsistensi, meski Arema FC telah memastikan diri aman dari ancaman degradasi.
Manajemen pun tidak tinggal diam. Tekanan kini diarahkan langsung ke internal tim, mulai dari jajaran pelatih hingga pemain. Evaluasi menyeluruh diminta segera dilakukan demi mengembalikan performa Singo Edan di sisa kompetisi musim ini.
“Kepada jajaran tim kami minta meski Arema sudah aman dari zona degradasi, manajemen tidak menoleransi hasil buruk yang telah terjadi. Kami minta pelatih dan pemain melakukan koreksi total dan wajib mengincar kemenangan di seluruh laga sisa, baik kandang maupun tandang,” tagasnya.
Menurut Yusrinal, capaian lolos dari zona merah tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan intensitas permainan. Justru sebaliknya, kondisi ini harus menjadi momentum untuk membuktikan kualitas tim di hadapan publik Malang yang selama ini setia mendukung.
“Kami merasakan kekecewaan yang sama. Tidak ada alasan untuk bersantai meski sudah lolos degradasi. Kami mendesak pelatih dan pemain untuk serius berbenah. Jawaban terbaik atas kritik Aremania adalah kemenangan di lapangan!” lanjut Yusrinal Fitriandi.
Desakan ini sekaligus menegaskan bahwa manajemen ingin menjaga marwah klub hingga akhir musim. Arema FC dituntut bangkit, bukan sekadar menghindari degradasi, tetapi juga mengembalikan kepercayaan Aremania yang mulai tergerus akibat rentetan hasil mengecewakan.
Kini, sorotan publik tertuju pada bagaimana respons tim di pertandingan berikutnya. Mampukah Singo Edan menjawab tekanan dengan kemenangan, atau justru kembali memperpanjang krisis yang sudah telanjur memicu amarah suporternya.
