KUR BRI Malang Capai Rp 5,5 Triliun, Tantangan UMKM Naik Kelas Belum Tuntas

04 - May - 2026, 06:10

Salah satu pimpinan BRI Regional Office Malang saat memberikan materi tentang KUR (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat oleh PT Bank Rakyat Indonesia (BRI Persero) Tbk melalui Regional Office Malang hingga Maret 2026 menembus Rp 5,557 triliun kepada 117.387 debitur. Angka ini menegaskan derasnya aliran pembiayaan ke sektor usaha mikro kecil dan menengah. 

Namun di balik capaian tersebut, muncul sorotan terhadap arah distribusi kredit yang dinilai masih bertumpu pada sektor-sektor konvensional.

Baca Juga : Bupati Gresik Tinjau Pasar Panganan Giri Biyen, Dorong Kearifan Lokal lewat Festival UMKM

Komposisi penyaluran menunjukkan dominasi sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan dengan porsi 47,29 persen. Kondisi ini memunculkan isu terkait perlunya diversifikasi pembiayaan ke sektor lain yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Terutama di tengah dorongan transformasi ekonomi berbasis inovasi dan digitalisasi yang kian menguat.

Regional Micro Banking Head BRI Region Malang, Tito Witarnawan, menegaskan bahwa arah penyaluran tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat. Ia menyebut sektor produktif tetap menjadi prioritas utama dalam memperkuat ekonomi daerah.

“Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah. Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan. Upaya ini dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga mampu mengelola usaha secara lebih baik dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Di sisi lain, dominasi sektor lama dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam mendorong UMKM naik kelas. Tidak hanya soal produksi, pelaku usaha kini dituntut mampu berinovasi dan memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang tidak ringan di tengah persaingan ekonomi yang semakin terbuka.

Sebaran penyaluran KUR juga memperlihatkan konsentrasi di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Blitar, Ponorogo, dan Kediri. Tingginya angka di daerah tersebut menunjukkan akses pembiayaan yang semakin meluas. Meski demikian, pemerataan kualitas dan kapasitas usaha masih menjadi perhatian penting ke depan.

Tito kembali menekankan bahwa BRI tidak hanya berperan sebagai penyalur dana, tetapi juga mitra pengembangan usaha. Pendampingan dan edukasi finansial terus diperkuat agar pelaku UMKM mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.

Baca Juga : CFD Membludak: Mas Ibin Serap Aspirasi PKL, Penataan Ulang Lapak Disiapkan

“Dengan strategi yang terfokus pada sektor produktif, BRI Regional Office Malang optimis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal,” imbuhnya.

Upaya penguatan juga diarahkan pada peningkatan literasi digital pelaku usaha. Transformasi ini dinilai krusial agar UMKM mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Pendekatan tidak hanya berhenti pada pembiayaan, tetapi juga penguatan kapasitas secara menyeluruh.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya. Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas,” tegasnya.

Sebagai perbandingan, pada 2025 penyaluran KUR di Regional Malang mencapai Rp 20,359 triliun kepada 472.748 debitur. Pola penyaluran saat itu juga masih didominasi sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan dengan porsi 53,03 persen. Fakta ini memperlihatkan bahwa tantangan diversifikasi pembiayaan masih menjadi isu yang terus bergulir hingga saat ini.


Topik

Ekonomi, KUR, Kredit Usaha Rakyat, BRI Malang, UMKM, UMKM Naik Kelas,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette