Ikan Sapu-Sapu Ramai Diburu, Uji Lab Ungkap Kandungan Logam Berat dan Protein Tinggi

Reporter

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

30 - Apr - 2026, 07:11

Ikan sapu-sapu yang diambil dari Sungai Ciliwung. (Foto: Instagram)


JATIMTIMES - Fenomena maraknya perburuan ikan sapu-sapu di sejumlah perairan Indonesia belakangan ini menarik perhatian publik. Spesies bernama ilmiah Hypostomus plecostomus itu yang dulu dikenal sebagai pembersih akuarium, kini justru dianggap sebagai ancaman bagi ekosistem air tawar karena sifatnya yang invasif dan sulit dikendalikan.

Di berbagai daerah, ikan ini bahkan sengaja ditangkap untuk dimusnahkan karena populasinya yang tak terkendali dan mengganggu keseimbangan lingkungan. 

Baca Juga : Heboh! Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ART ke Polisi, Erin Bantah Aniaya dan Siapkan Bukti CCTV

Namun di tengah fenomena tersebut, muncul pertanyaan, apakah ikan sapu-sapu sebenarnya aman dikonsumsi dan memiliki nilai gizi?

Komunikator sains Andrea Novita mencoba menjawab pertanyaan itu lewat uji laboratorium terhadap ikan sapu-sapu. Ia melakukan pengujian kandungan nutrisi sekaligus cemaran logam berat untuk mengetahui potensi pemanfaatannya.

Andrea mengungkapkan bahwa secara nutrisi, ikan sapu-sapu ternyata memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Dari hasil uji proksimat, kandungan proteinnya hampir 13 persen.

“Ini sebenarnya cukup tinggi dan bisa dibandingkan dengan ikan konsumsi lain, seperti ikan lele dan salmon yang hampit 18 persen,” ungkap Andrea.

Selain protein, hasil pengujian juga menunjukkan komposisi lain seperti kadar air sebesar 76,91 persen, lemak 1,95 persen, karbohidrat 2,09 persen, serta kadar abu 6,27 persen. Secara teori, komposisi tersebut membuat ikan ini berpotensi sebagai sumber pangan alternatif.

Namun, temuan lain justru menjadi perhatian serius. Andrea menjelaskan bahwa uji logam berat menemukan adanya kandungan zat berbahaya di dalam tubuh ikan tersebut.

“Di bagian daging memang terdeteksi logam seperti timbal dan arsen, meskipun masih di bawah ambang batas. Tapi di bagian jeroan, hampir semua logam berat terdeteksi dan ada yang nilainya jauh di atas batas aman,” jelas Andrea.

Baca Juga : Usai Sindir Diduga Maia Estianti, Ahmad Dhani Puji Mulan Jameela 

Ia menegaskan bahwa kondisi ini membuat bagian dalam ikan sapu-sapu tidak layak konsumsi. Bahkan untuk dagingnya sekalipun tetap perlu diwaspadai karena logam berat memiliki sifat akumulatif di dalam tubuh manusia.

“Logam berat itu bisa menumpuk dalam tubuh kalau dikonsumsi terus-menerus. Jadi, meskipun dagingnya terlihat aman, tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi secara rutin,” ucap Andrea.

Dengan kondisi tersebut, pemanfaatan ikan sapu-sapu sebagai bahan pangan dinilai tidak ideal. Sebaliknya, Andrea menyarankan agar ikan ini dimanfaatkan untuk kebutuhan non-pangan yang lebih aman, seperti bahan baku pupuk atau produk olahan lainnya.

“Daripada dikonsumsi, lebih baik diarahkan untuk produk non-pangan, misalnya pupuk. Jadi l, tetap ada nilai manfaat tanpa membahayakan kesehatan,” tutup Andrea.


Topik

Kesehatan, Ikan sapu-sapu, kandungan ikan sapu-sapu, komunikator sains Andrea Novita,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette