Usai Dibantai Persebaya, Aremania Sindir Marcos Santos dan Hansamu Yama lewat Poster
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Yunan Helmy
29 - Apr - 2026, 10:33
JATIMTIMES - Kekalahan telak diterima Arema FC dengan skor 0-4 dari Persebaya Surabaya pada laga bertajuk derby Jatim di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (28/4/2026). Dampaknya, Arema FC Official Store terkena sasaran kekecewaan Aremania. Store resmi milik Arema FC itu tampak ditempeli sejumlah kertas atau poster bernada kekecewaan.
Dari pantauan JatimTIMES, ada puluhan kertas atau poster tertempel di kaca bagian Arema FC Official Store. Kertas-kertas tersebut berisi nada kekecewaan yang khususnya tertuju kepada pelatih Arema F Marcos Santos dan bek Arema Hansamu Yama Pranata.
Baca Juga : Aremania Kecewa Berat usai Arema Dihajar Persebaya 0-4, Arema Store Jadi Sasaran Pelampiasan
Salah satunya berbunyi “Wanted. Balbalan t*mp*k. Marcos Santos, sekian dan terimakasih, silakan pergi”. Poster ini ditempeli foto Marcos Santos.
Poster kedua berbunyi “Wanted, Hansamu Yama Pranata. Jika tidak bermain dengan hati, silakan angkat kaki!!!”. Poster ini pun ditempeli foto Hansamu Yama.
Poster lain dengan nada kekecewaan juga cukup beragam. Namun dua poster yang tertuju pada dua sosok tersebut cukup menyita perhatian.
Salah satu warga yang enggan disebut namanya menjelaskan, setelah pertandingan sekitar pukul 18.00 WIB, sejumlah orang terpantau ke kantor Arema. Mereka kemudian menempelkan sejumlah poster ke kaca Arema FC Official Store.
“Iya, terlihat memang ada sejumlah orang. Terus masang itu. Saya juga tidak tahu siapa,” ucapnya, Rabu (29/4/2026).
Sementara pantauan di lokasi, Arema FC Official Store belum buka. Tidak ada aktivitas yang berlangsung di dalam toko tersebut. Toko resmi Arema tersebut juga terlihat normal atau tidak ada kerusakan.
Beberapa warga dan pengendara motor pun hanya melihat tempelan kertas atau poster tersebut. Hingga pukul 10.00 WIB pagi ini kertas-kertas berisi kekecewaan itu pun belum dibersihkan.
Sebelumnya, manajemen Arema FC melalui General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengakui bahwa penempalan kertas itu adalah bentuk kekecewaan Aremania atas kekalahan telak Arema dari Persebaya.
“Kami sangat memahami kekecewaan Aremania. Harapan besar semula ada pada laga derby Jatim ini setelah tren positif melawan Persib. Namun hasilnya beda. Untuk itu, kami instruksikan secara tegas kepada tim agar empat laga tersisa harus menghasilkan poin maksimal sebagai pembuktian profesionalisme mereka,” tandasnya dalam rilis resmi Arema FC.
Inal, sapaan akrabnya, menjelaskan faktor kekalahan dari tim Bajul Ijo itu adalah faktor non-teknis. Jadwal yang padat serta dua laga berat secara beruntun melawan Persib dan Persebaya memengaruhi performa tim Singo Edan. Para pemain terkuras staminanya.
Tak hanya itu. Ketidakpastian venue melawan Persebaya juga turut berdampak pada kesiapan tim secara keseluruhan.
Sebagai informasi, sebelumnya direncanakan laga derby Jatim ini bakal digelar di Stadion Kanjuruhan. Namun rencana itu urung direalisasikan gegara sejumlah faktor.
Baca Juga : Polemik Jalan Pandugo Surabaya, DPRD Jatim Desak Semua Pihak Sudahi Ego Sektoral
“Kepastian venue yakni kepastian lokasi pertandingan derby sangat krusial bagi kesiapan mental dan logistik klub,” kata Inal.
Meskipun kalah, manajemen Arema FC menegaskan akan segera berbenah. Kondisi seperti ini tidak boleh larut.
Inal akan melakukan evaluasi total dan mengembalikan kepercayaan Aremania dengan cara mendapat hasil maksimal di empat laga tersisa.
Inal mewakili manajemen Arema FC juga menyampaikan permohonan maaf kepada Aremania. Ia mengapresiasi kritik yang disampaikan secara terbuka oleh Aremania, dengan aksi penempelan kertas di kaca Arema FC Official Store.
“Kami berterima kasih kepada Arema yang luar biasa dalam memberikan dukungan serta tetap respek dengan menyampaikan evaluasi secara elegan. Kami mengajak semua pihak untuk melihat ini murni sebagai persoalan teknis,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Persebaya Surabaya sukses menaklukkan Arema FC dengan skor telak 4-0 dalam laga pekan ke-30 Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Meskipun babak pertama berakhir imbang tanpa gol, Bajul Ijo tampil dominan di babak kedua dan memecah kebuntuan pada menit ke-49 melalui aksi Francisco Rivera.
Dominasi tim tamu semakin tak terbendung setelah lini pertahanan Arema mulai goyah, yang dimanfaatkan dengan baik oleh anak asuh Bernando Tavares untuk mengendalikan ritme permainan secara total.
Pesta gol Persebaya berlanjut melalui gol Jefferson Silva pada menit ke-76, disusul gol kedua Rivera pada menit ke-82 yang mengukuhkannya sebagai man of the match.
Gol penutup dicetak oleh Mikael Tata di menit ke-86, sekaligus memberikan pembuktian emosional di depan mantan klubnya.
