Tragedi Rafting Berdarah 2014 di Kota Batu Viral Lagi Usai Dibahas Nadia Omara, Ibu Korban Buka Suara

25 - Apr - 2026, 12:59

Ilustrasi dalam video kanal YouTube Nadia Omara yang menceritakan kisah tragedi Rafting Brantas tahun 2014 yang menyebabkan korban meninggal dunia.(Foto: Tangkapan Layar YouTube: Nadia Omara)


JATIMTIMES – Sebuah kejadian memilukan di Kota Batu menghebohkan warganet setelah kanal YouTube populer Nadia Omara mengangkat kembali kisah tragis rafting maut di Sungai Brantas tahun 2014 silam. Unggahan video pada 19 April 2026 tersebut mendadak viral dan memicu respons emosional dari keluarga korban.

Tragedi memilukan itu terjadi pada Jumat, 28 Februari 2014, di aliran Kali Brantas, Desa Torongrejo, Kota Batu. Insiden yang merenggut empat nyawa tersebut kembali diperbincangkan setelah seorang narasumber bernama Ara membagikan pengalamannya, hingga memancing keluarga salah satu korban untuk angkat bicara melalui media sosial.

Baca Juga : Kuota Beasiswa 1.000 Sarjana Bertambah, Tahun Ini Pemkot Batu Alokasikan Rp 4,1 Miliar untuk 399 Mahasiswa

Ibunda dari salah satu korban, melalui akun Bunda Tegar, memberikan pengakuan. Ia menyebutkan bahwa menonton video tersebut rasanya seperti membuka kembali memori kelam yang telah terkubur selama belasan tahun.

"Setelah saya tonton YouTube-nya Kak Nadia Omara dengan seksama, seperti membuka luka lama. Memori saya terbuka kembali. Entah narasumbernya dari mana, yang pasti ceritanya persis sama sekali," ungkap akun Bunda Tegar dalam sebuah unggahan video.

Ia mengonfirmasi bahwa tokoh bernama "Karin" dalam cerita viral tersebut adalah anak kandungnya yang bernama Riki Anggia. Sementara tokoh "Elias" yang juga diceritakan tewas dalam insiden itu merupakan tunangan dari sang putri. Keduanya berangkat dari Jakarta menuju Kota Batu dengan rencana awal yang sangat membahagiakan.

Kala itu, rombongan berangkat dari Stasiun Senen menuju Malang Raya dengan tujuan utama melakukan sesi foto prewedding di Gunung Bromo. Sang ibu mengaku tidak pernah mendapat kabar jika anak-anaknya juga berencana mengikuti kegiatan arung jeram di Sungai Brantas.

"Tujuan anak saya waktu itu pamit mau membuat foto pre-wedding ke Bromo. Tidak memberi tahu saya kalau mau juga ada acara rafting. Tapi Allah berkehendak lain," imbuhnya dengan nada tegar.

Baca Juga : Terjadi 184 Gempa di Jatim Pada Penghujung April

Musibah tersebut bermula saat lima perahu yang membawa 18 peserta menyusuri aliran sungai. Saat mendekati titik istirahat, arus sungai tiba-tiba meluap deras akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan hulu, hingga menyebabkan perahu terbalik dan menyeret para korban.

Meskipun merasa sedih karena harus mengingat kejadian pahit tersebut, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian almarhum. Mereka justru berterima kasih kepada Nadia Omara karena telah mengangkat kembali kisah ini, yang dianggap sebagai sarana untuk mendoakan para korban.

"Kepada Kak Nadia Omara, tanpa mengurangi rasa hormat, terima kasih sudah mengangkat cerita almarhum dan almarhumah anak kami. Saya ambil positifnya, semakin banyak yang mendoakan almarhum putri saya," pungkasnya.


Topik

Peristiwa, Rafting, tragedi rafting, nadia omara, Kota Batu,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette