DPRD Kota Blitar Ajak Warga Bijak Sikapi Kenaikan BBM Non Subsidi, Jaga Stabilitas Ekonomi

23 - Apr - 2026, 12:36

Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim. (Foto: istimewa)


JATIMTIMES – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi menjadi perhatian serius DPRD Kota Blitar. Lembaga legislatif daerah itu mengajak masyarakat menyikapi penyesuaian harga secara bijak agar tidak menimbulkan dampak lanjutan terhadap perekonomian warga.

Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim mengatakan, kenaikan harga BBM non subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, hingga Pertamina Dex perlu direspons dengan langkah antisipatif. Menurut dia, masyarakat perlu mulai menghitung kembali kebutuhan pengeluaran rumah tangga serta penggunaan energi secara lebih efisien.

Baca Juga : Rapat Paripurna DPRD Ngawi Bahas Empat Ranperda Strategis Hingga Penataan Perangkat Daerah

“Dengan adanya kenaikan ini, tentu ada potensi dampak terhadap harga kebutuhan lain. Karena itu, perlu disikapi dengan bijak agar tidak memicu inflasi yang lebih luas,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, penggunaan kendaraan bermotor yang masih dominan di tengah masyarakat membuat perubahan harga BBM non subsidi cukup berpengaruh. Terutama bagi kelompok pengguna yang selama ini mengandalkan bahan bakar nonsubsidi dan tidak dapat beralih ke jenis lain.

Karena itu, DPRD menilai kesadaran untuk berhemat energi menjadi langkah penting yang bisa dilakukan sejak sekarang. Mulai dari mengatur pola perjalanan, mengurangi aktivitas yang tidak mendesak, hingga memaksimalkan penggunaan kendaraan secara bersama-sama.

Selain berdampak pada pengeluaran rumah tangga, penyesuaian harga BBM juga dinilai berpotensi meningkatkan biaya operasional di berbagai sektor. Mulai dari dunia usaha, distribusi barang, jasa transportasi, hingga aktivitas pemerintahan yang menggunakan kendaraan operasional.

Menghadapi situasi tersebut, DPRD Kota Blitar mendorong seluruh pihak melakukan langkah efisiensi tanpa mengurangi produktivitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami mengajak semua pihak untuk lebih efisien, baik dalam penggunaan kendaraan operasional maupun aktivitas lainnya, tanpa mengurangi produktivitas,” tambah Syahrul Alim.

Baca Juga : Proses Pengangkatan Anaknya Jadi Kadis LH Disorot, Bupati Malang: Tidak Ada Aturan yang Dilanggar!

Menurut dia, efisiensi bukan berarti mengurangi kinerja, melainkan menata ulang pola kerja agar lebih hemat, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Semangat itu penting agar roda ekonomi tetap bergerak di tengah dinamika harga energi global.

Di sisi lain, DPRD Kota Blitar juga berharap pemerintah pusat terus menjaga stabilitas harga energi. Kebijakan yang terukur dinilai penting agar beban masyarakat tidak semakin berat dan dunia usaha tetap mampu bertahan.

Diketahui, penyesuaian harga BBM non subsidi mulai berlaku sejak 18 April 2026. Harga Pertamax menjadi Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp19.400 per liter, Dexlite Rp13.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp23.900 per liter.

Dengan langkah antisipatif, pengelolaan konsumsi yang bijak, serta sinergi antara pemerintah dan masyarakat, dampak kenaikan harga BBM diharapkan dapat diminimalkan. Stabilitas ekonomi daerah pun tetap terjaga, sehingga aktivitas masyarakat di Kota Blitar dapat terus berjalan dengan baik.


Topik

Ekonomi, DPRD Kota Blitar, Kenaikan BBM, Harga BBM, BBM, BBM Non Subsidi, Stabilitas Ekonomi,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette