Peringati Hari Bumi 2026, Bupati dan Warga Situbondo Hijaukan Wilayah Rawan dengan Tanam 20 Ribu Bibit Pohon
Reporter
Wisnu Bangun Saputro
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
22 - Apr - 2026, 10:47
JATIMTIMES – Momentum Hari Bumi 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk memperkuat komitmen pelestarian lingkungan. Melalui gerakan Selamatkan Bumi, sebanyak 20 ribu bibit pohon ditanam di sejumlah titik rawan bencana, Rabu (22/4/2026).
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menyebut penanaman pohon sebagai langkah konkret dan berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan alam serta meminimalisir risiko bencana.
Baca Juga : Kendaraan Listrik di Jawa Timur Tak Lagi Bebas Pajak, Mulai Kapan Wajib Bayar PKB?
Menurut Mas Rio, kerusakan lingkungan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir berdampak langsung terhadap meningkatnya potensi banjir. Oleh karena itu, rehabilitasi hutan dan lahan menjadi kebutuhan mendesak yang harus dilakukan bersama-sama.
"Ini bukan soal siapa yang memimpin. Ini soal komitmen kita terhadap alam. Kita hidup dari alam, maka kita juga harus memberi kembali kepada alam," ujar Mas Rio.
Ia juga menekankan bahwa gerakan penyelamatan bumi tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Peran aktif masyarakat dinilai sangat penting agar upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Kalau kita ingin bumi ini tetap lestari, maka harus dimulai dari diri sendiri. Kesadaran individu itu yang paling utama," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Situbondo, Sandy Hendrayono, menjelaskan bahwa program penanaman 20 ribu pohon tersebut menyasar sekitar 20 hektare lahan yang tergolong rawan bencana, seperti banjir dan longsor.
Ia menyebut, pemilihan jenis tanaman juga disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing wilayah. Untuk daerah aliran sungai, ditanam pohon berakar kuat seperti bambu dan trembesi guna menahan erosi.
Baca Juga : Polisi Ungkap Praktik Ilegal BBM Subsidi di Kota Malang, Amankan 3 Tersangka
"Sedangkan untuk lahan milik warga, kami dorong penanaman pohon produktif seperti durian, alpukat, mangga, dan petai supaya ada nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," jelasnya.
Sandy menambahkan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada proses penanaman saja. Pihaknya akan melakukan pengawasan dan perawatan secara berkala, termasuk penyulaman apabila ditemukan tanaman yang tidak tumbuh optimal.
"Keberhasilan program ini sangat bergantung pada perawatan. Karena itu, kami juga melibatkan masyarakat agar ikut menjaga dan merawat pohon yang sudah ditanam," tegasnya.
Melalui gerakan ini, Pemkab Situbondo berharap mampu menekan potensi bencana sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan, demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
