Masuk Bulan Dzulqa’dah 1447 H, Ini 4 Keutamaan yang Jarang Disadari Umat Muslim
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
19 - Apr - 2026, 06:42
JATIMTIMES - Penetapan awal bulan Dzulqa’dah 1447 Hijriah resmi diumumkan oleh Lembaga Falakiyah PBNU. Bulan mulia ini jatuh pada hari ini, Minggu, 19 April 2026.
Bagi umat Muslim, Dzulqa’dah memiliki sejumlah keutamaan yang menjadikannya istimewa dibanding waktu lainnya.
Baca Juga : Polresta Banyuwangi Bongkar Praktik Curang Penyaluran Gas LPG 3 Kg
Dalam ajaran Islam, Allah SWT memang memberikan kelebihan pada sebagian waktu, tempat, dan makhluk-Nya. Salah satu waktu yang dimuliakan itu adalah bulan Dzulqa’dah.
Dirangkum dari berbagai sumber, Dzulqa’dah merupakan salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan dalam Islam, bersama Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan dosa.
Pada masa Arab dahulu, bulan ini juga dikenal sebagai waktu dihentikannya peperangan.
Allah SWT berfirman:
"إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ (سورة التوبة: ٣٦)"
Artinya: Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan yang diagungkan (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab) (QS at-Taubah: 36).
Keutamaan berikutnya, Dzulqa’dah termasuk dalam bulan-bulan haji. Bersama Syawal dan sepuluh hari pertama Dzulhijjah, bulan ini menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji.
Allah SWT berfirman:
"اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ (البقرة: ١٩٧)"
Artinya: Musim haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi (ditentukan) (QS al-Baqarah: 197).
Dalam riwayat hadis, Rasulullah SAW disebutkan melaksanakan umrah pada bulan Dzulqa’dah. Hal ini menjadi salah satu keistimewaan bulan tersebut.
Baca Juga : Rekomendasi Pensil Alis Natural hingga Tebal, Favorit Makeup Artis Dunia
اعْتَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَرْبَعَ عُمَرٍ، كُلَّهُنَّ فِي ذِي القَعْدَةِ، إِلَّا الَّتِي كَانَتْ مَعَ حَجَّتِهِ، عُمْرَةً مِنَ الحُدَيْبِيَةِ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ العَامِ المُقْبِلِ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ الجِعْرَانَةِ، حَيْثُ قَسَمَ غَنَائِمَ حُنَيْنٍ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مَعَ حَجَّتِهِ (رواه البخاري)
Artinya: Rasulullah saw berumrah sebanyak empat kali, semuanya pada bulan Dzulqa’dah kecuali umrah yang dilaksanakan bersama haji beliau, yaitu satu umrah dari Hudaibiyah, satu umrah pada tahun berikutnya, satu umrah dari Ji’ranah ketika membagikan rampasan perang Hunain dan satu lagi umrah bersama haji (HR al-Bukhari).
Keutamaan lain yang jarang diketahui adalah Dzulqa’dah menjadi bagian dari 40 malam yang disebut dalam kisah Nabi Musa AS.
Allah SWT berfirman:
"وَوَاعَدْنَا مُوسَى ثَلَاثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَاتُ رَبِّهِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً، وَقَالَ مُوسَى لِأَخِيهِ هَارُونَ اخْلُفْنِي فِي قَوْمِي وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ (سورة الأعراف: ١٤٢)"
Artinya: Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa untuk memberikan kepadanya kitab Taurat setelah berlalu tiga puluh malam (bulan Dzulqa’dah), dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh malam lagi (sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya menjadi empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya, yaitu Harun, “Gantikanlah aku dalam memimpin kaumku, dan perbaikilah dirimu dan kaummu, dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan” (QS al-A’raf: 142).
Dengan berbagai keutamaan tersebut, bulan Dzulqa’dah menjadi momen istimewa bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri.
Selain sebagai bagian dari bulan haram, Dzulqa’dah juga menjadi pintu menuju musim haji. Momentum ini sering dimanfaatkan untuk memperbanyak amal, seperti puasa hingga salat malam, sebelum memasuki puncak ibadah di bulan Dzulhijjah. Semoga informasi ini bermanfaat.
